Monday, March 18, 2019

BELI DI AIRFROV ATAU LIVE SHOPPING JASTIP ???

Sebelum kepergian ke Thailand, suami sempat mengenalkan saya pada aplikasi jasa titip online yaitu AIRFROV. Lumayan bagus sih reviewnya, makanya sempat buat akun kan untuk jualan. Eh ternyata ujungnya suami open live shopping. Jadilah itu aplikasi enggak terpakai.

Ealah buah tangan yang saya berikan pada rekan kerja ternyata enak dan bikin ketagihan. Apaa hayooo??? 

Kopi.

Iya Kopi. Kopi BIRDY merknya dan enggak dijual di market place manapun. Silakan coba sendiri.

Pilihan Rasa Birdy : Espresso, Robusta dan Creamy Latte

Jadilah cari jalan sendiri dan inget punya aplikasi Airfrov.

Tampilan Airfrov melalui website
Di Airfrov sendiri tampilannya user friendly kok, jadi mudah banget pemakaiannya. Lebih bagus kalau kamu tau harga asli barang yang diincar, jadi bisa buat harga perkiraan + jastip (minimal 100ribu kalau menurut airfrov). 

Saya akhirnya beli tuh kopi lewat Airfrov dong, total pembelian 3 bungkus kopi dengan harga aslinya 109BATH/bungkus plus ongkos kirim dan jasa airfrov adalah 260ribuan. Berarti anggapnya satu bungkus itu seharga 86ribuan. Masih oke dong ya.

Terus akhirnya saya penasaran dong search akun IG yang buka PO ke Thailand (silakan search sendiri). Saya pilih salah satunya dan ikut join group WA. Tentu setiap penjual mempunyai rules masing-masing ya jadi silakan cari sendiri penjual mana yang cocok di hatimu. 

Nah di group WA penjual ini kopi saya dihargai jasa titip 70ribu per item. Dia kasih harga aslinya 92 BATH dengan kurs 500/Bath.

Alasan dia mengenakan harga 70ribu/item karena bungkusnya besar dan bagasi sudah tidak gratis. 

Jadi perhitungannya = 92BATH x500 = 46.000 + 70.000 = 116.000/bungkus

Mahaaaal ya jadinya?

Ya tapi karena udah dibeli duluan ya akhirnya deal juga, untungnya saya belom info pesanan sesungguhnya.

Hihi mau hemat malah jadi buntung.

Mungkin kedepannya saya bisa beli di Airfrov saja, keuntungannya kalau beli banyak lebih murah dan juga enggak perlu ikut group WA live shopping yang bikin smartphone tang-ting-tung. Dan lagi enggak bikin kita tergoda beli yang lain.


Sekarang beli barang di luar negeri enggak repot, nitip aja di Airfrov.



Thanks,

ANITA



 

 

Tuesday, February 26, 2019

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 (HARI KE-4)

Sabtu, 16 Februari 2019.

Setelah sarapan kami berencana ke Chatuchak Weekend Market, kabarnya adalah pasar terbesar di Thailand yang HARUS di datangi dan hanya dibuka akhir pekan seperti namanya. 

Kami naik BTS dari Phaya Thai ke Mo Chit. Nanti jalan aja dari pintu exit BTS Mo Chit, melewati taman. 

Peta Chatuchak Market
Tuh dari peta aja udah keliatan bakal pusing sendiri, terutama nyari toilet. Hahaha toilet disini bayar 5 BATH udah termasuk tissu yang disediakan di loket.

Mana panas banget udaranya. 

Bingung deh, apalagi bawa anak kecil. Kami menelusuri setiap gang, nah setiap blok itu beda-beda jualan. Ada blok jualan baju bekas, blok art, blok souvenir, blok pecah belah. Wkkk saking banyaknya jadi bingung sendiri.

Memisahkan diri dari gerombolan, saya blusukan berdua sama Kael. Ngumpul pas makan doang coba. 

Jam 11 siang kami memilih menyelesaikan misi di Chatuchak dan saya pulang berdua doang dong sama Kael. Hahaha nekat abis. Tapi beruntung Kael sangat koorperatif.


Kami bahkan mampir ke Seven Eleven, saya kelolosan menjaga Kael sehingga tuh anak entah gimana bisa menumpahkan segelas Slurpee yang masih cair. Gimana coba ya kejadiannya? Perasaan tempat gelas dan tuasnya lumayan tinggi atau sebenarnya sudah ada gelas dan isinya di situ cuma karena Kael kepo makanya kesenggol.

Hahaha bodo ah. Saya buru-buru info ke pelayannya, meski keterbatasan bahasa. Kayaknya sih dia ngoceh tapi buru-buru saya bayar gelas tak bertuan itu.

Mana Kael minta gendong pula. Ada kali jalan 500meter mah, terik pula! Aaaaah, saking betenya saya diamkan suami yang ternyata udah sampai duluan. BUTUH KOPI DAN TIDUR KAYAKNYA!!!

Masuk hotel mandi dan tidur-tiduran dulu. Suami tau kayaknya saya lagi mode ngambek makanya dia enggak nyari perkara lagi.

Sore menjelang malam kami baru keluar lagi untuk ke Talad Neon. Tentu melewati gang belakang Pratunam Market lagi sekalian cari makan. 


Saya berhasil belanja sedikit untuk diri sendiri. Sungguh perjuangan Mak bawa anak yang maunya jalan. Sambil menunggu yang lain, saya memilih duduk di depan Stand Kebab ini.

Enggak semenarik penampilannya. Hahaha. 

Dari Talad Neon, suami mau ke BIG C lagi sedangkan yang lain memilih pulang ke hotel.

Hahaha. Ada adegan nyasar segala karena ngikutin Kael yang menuntun jalan, jadilah saya dan kakak serta anaknya ikut jalan. Ingetnya lurus doang ternyata harus naik tangga penyebrangan dulu. Hahaha.

Gempoooor.

Jadi sabtu ini tidak ada kenangan yang berarti.

Selamat malam minggu!


Thanks,

ANITA

 

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 ( HARI KE-3)

Sifat pemalas sudah mulai mendominasi, hampir saja perjalanan ke Thailand ini tidak lanjut di tuliskan di blog. Sorry! 

Hari ketiga, 15 Februari 2019.

Hari jumat ini kami berencana ke Pattaya, menggunakan jasa Mr. Sam untuk membawa kami berkeliling. Kael tentu saja masih tepar jadi bopong saja.

Berangkat dari Hotel jam  7 pagi dan tiba di destinasi pertama jam 9an. 

1. BEE FARM PATTAYA

Jadi sebenarnya Mama udah wanti-wanti jangan kesini takut kesirep supaya beli madunya. Makanya Bee Farm Pattaya ini bukan destinasi yang direncanakan, tapi karena suami mau kesana ya udah tujuan utama di Pattaya ini dulu.

Kami tiba sekitar jam 9 pagi, masih sepi. Jadi setiap pengunjung yang datang ditanya dulu apakah sudah pernah kesini atau belom. Dan akan ada tour guide orang Indonesia yang menjelaskan Bee Farm Pattaya ini. Nah setelah tour kita akan ditempatkan didalam ruangan, guide tersebut merangkap menjadi marketing. 

Wah pokoknya dijelasin deh kenapa harus membeli madu Bee Farm ini, segala manfaat dan jenisnya. Lah karena kita mah emang dari awal enggak ada rencana beli ya udah dengerin aja. Tapi kami enggak bisa keluar begitu saja hahaha soalnya suami lagi nelepon mama-nya mau beli yang mana. Apakah ini taktik marketing Bee Farm Pattaya? beli dulu baru boleh keluar? Hahaha.

Ada beberapa produk yang berasal dari madu. Ingat ya kalau beli madu Bee Farm disimpan di koper bagasi berbayar!


2. FROST - Magical Ice of Siam  

Harga tiket masuk 600THB untuk dewasa dan 500THB untuk anak. Ini harga yang termasuk softdrink didalam.
 

  
Setelah pintu masuk kita akan berhadapan dengan beraneka bentuk patung berwarna putih, cocok dengan langitnya yang jernih abis sampai silau. Hahaha. Disediakan payung kok cuma kok ribet ya bawanya.

Setelah berkeliling diluar ruangan, lanjut masuk kedalam. Ada panggung besar berciri khas FROST , kamu bisa foto disini. Ada juga foto berbayar yang dengan senang hati membantu kita berfoto menggunakan ponsel sendiri. Hahaha pulangnya saya beli 2 foto ukuran postcard dengan harga 100BATH per lembar. Bisa minta email juga.
 
Panggung
Setelah itu kita bisa mengambil coat, nanti petugas yang akan memilihkan coat yang cocok. Kalau kekecilan atau kebesaran bisa minta tukar. Dan disini Kael enggak pakai sepatu, saya lupa bawain dari Indonesia. Alhasil cuma dipakaikan kaos kaki tanpa sarung tangan.

Petugas akan membuka pintu begitu kami siap, sebelum masuk ke dalam ruangan bersuhu - 15 derajat celsius tentu kami ditempatkan diruangan kecil yang suhunya sudah diatur mendekati agar tubuh kita dapat beradaptasi. Dan begitu pintu utama dibuka langsung seeeeerrrr, dingin.


Ruangannya sih tidak terlalu besar, tapi karena tidak begitu ramai jadi berasa aja dinginnya. Hahaha. Ada seluncuran di sebelah kanan pintu masuk dan tentu saja Kael langsung kegirangan.

Kael langsung semangat naik turun tangga es balok itu sampai akhirnya jatuh, setelah itu selesai.


Ada bermacam-macam bentuk es disana dan ternyata semakin terasa dingin. Buru-buru saya menukarkan kupon softdrink di tengah ruangan, ada semacam meja bar dari es balok. Jadi softdrink ini akan disuguhkan dengan gelas dari balok es. Megangnya susah ya kalau enggak pakai sarung tangan. 

Dan Kael udah berasa kedinginan makanya langsung minta pulang. Pas banget saya emang orangnya enggak suka kedinginan. Hahaha jadilah saya kabur duluan.




Seperti masuk, pas keluar juga kita akan masuk ke ruangan kecil dulu untuk lepas coat dan menetralkan suhu badan. Kacamata saya langsung berembun.

Sambil menunggu yang lain saya duduk aja di Lobby, ada tempat jualan makanan sih tapi kayaknya enggak butuh deh. Soalnya kami mau makan siang di Floating Market.
 
BONUS FOTO NEKAT SUAMI


2.  Floating Market Pattaya

Sebelum masuk kami harus mengantri beli tiket, sepertinya sekitar THB100. Saya kira tempatnya tidak luas eh ternyata besar lho. Jadi begitu pintu masuk sudah ada kios-kios, ada makanan dan aksesoris. Kalau kamu mau makan berat, silakan cari tempat duduk di area foodcourt. Disana nanti kamu pilih aja mau makan apa, ada beberapa buku menu. Yang pasti sih harus sabar ya, soalnya agak lama. Dan selalu ingat pesanan kamu. 

Begitu pesanan sudah datang kamu harus langsung bayar. 

Setelah itu kamu bisa berkeliling di semua kios, meski memang harganya tidak semurah di market lainnya. 

Dan saya menyesal kenapa enggak beli sandal yang sama
 

3. Laser Buddha

Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi objek wisata ini, kecuali kamar mandinya seharga 5 BATH. 

Dan TENTU saja kami hanya sebentar disini, numpang foto dan kamar mandi.


 

4. SilverLake Vineyard Pattaya

Enggak jauh dari Buddha Laser, kami mengunjungi kebun anggur. Yeah sebenarnya harus ikut tour dulu sih. Hehehe makanya kamu cuma mampir sebentar, tentu saja untuk berfoto.

Ada toko menjual beraneka ragam (sepertinya) makanan dan minuman dari anggur. Saya sih memilih duduk di pojokan, soalnya udah malas berpanas-panas ria. 
 




Dan tentu saja setelah itu kami memilih pulang. Tapi harus balik ke Floating Market dulu karena topi dan kacamata suami ketinggalan dong!


Sebenarnya ada agenda satu lagi yaitu ke Chocolate Ville tapi informasi dari Mr. SAM pasti macet karena memang area perkantoran. Dan benar saja pas melewati jalanan yang mengarah kesana udah antri panjang. Alhasil say bye bye deh. 


Kami berhenti sejenak di Rest Area. Wuih keren banget tempatnya, tertata rapi deh. 


Dan ternyata MR. SAM itu ada acara keluarga,meski tidak mengatakan sama sekali tapi kelihatan jelas dia sedikit gelisah. Tapi tetep dong pelayanannya oke banget, sabar banget.

Kami tiba di depan hotel jam 8 malam.
Suami berencana ke Asiatique lagi untuk membeli pesanan tapi saya memilih enggak ikut. Hahaha.

Setelah beres-beres terus lapar dong ya. Pergilah saya dan Kakak ke Mcd dekat hotel. Eh adik menyusul. Jadilah kami berencana keliling gang belakang yang ternyata bisa tembus ke belakang pasar Pratunam, ada market juga. Dan terakhir kami berjalan kaki ke Talad Neon Market.

Headband
 
Oiya biaya sewa Van di MR. SAM untuk 12jam sebesar 3.500BATH dan overtime 300BATH/jam.

 
Selamat malam sabtu!



Thanks,


ANITA



Thursday, February 21, 2019

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 ( HARI KE-2)

Sudah hari kedua aja, 14 Februari 2019.

Rencana sarapan jam 6 pagi biar puas belanjanya eh nyatanya mesti di telepon dulu supaya saya dan suami bangun. Hahaha.

Setelah mandi dan sarapan kami baru berangkat. Sekitar jam 8 pagi kami mulai menelusuri Pratunam Market yang berkelok-kelok. Hati-hati nyasar!

Eh Kael enggak mandi deh! Mandinya malem aja soalnya kalau pagi masih tepar.

Lorong Didalam Lorong
Suami sudah mencar. Awalnya suami dan saya berniat buka jasa titip produk Thailand, eh nyatanya saya enggak sanggup urus begituan dan memilih jagain Kael. Hahaha makanya saya enggak bisa kalap belanja, wong enggak bisa lama di satu tempat.

Lelah berkeliling hingga berada di bagian luar pasar Pratunam, saya beserta rombongan yang lain memilih mengistirahatkan kaki sambil cari kopi. Ada toko mungil yang jualan kopi, suami istri. Saya pesan Frappe Capuccino seharga 60 BATH dan rasanya enak. Bener-bener dibuat dari awal, mereka bahkan punya alat mesin kopi canggih. Yang belipun lumayan antri, meski tidak ada tempat untuk duduk.

Setelah berkumpul dengan suami yang mencar, kami memutuskan lanjut ke Mall Platinum yang tinggal menyebrang melalui tangga penyebrangan. Adeem!! 

Setelah makan siang di KFC kami kembali ke hotel untuk menyimpan belanjaan. Dan saya memutuskan untuk mandi kembali sambil mandiin Kael. Gila panas banget udaranya!

Istirahat sebentar lalu lanjut lagi ke MBK Center. Dari hotel naik BTS lagi menuju SIAM, jalan kaki terus deh sampai MBK Center. Ulalala mak, kalau pulang enggak kurus mah keterlaluan. Hahaha.



Dari MBK lanjut ke BIG C, hypermarketnya Thailand. Ramai sekali!

Dan yang paling parah adalah kami memutuskan pulang ke hotel berjalan kaki! Dengan jarak hampir 1 kilometer, kami harus membawa tentengan. Saya bawa koper kecil seberat 12kg, suami bawa tentengan tas ikea yang isinya berat juga. Adik kebagian bawain dus karton buat packing, dan kakak kebagian jagain dua anak yang enggak bisa diem. Hahaha bener-bener pelit banget dah! Padahal naik Tuk-Tuk cuma 100BATH ke hotel!

Jam 10 malam lapaaar coba! 

Akhirnya keluar makan sambil ketemu sama temen adik. Ninggalin Kael sama Kakak dan anaknya, mereka malah asyik berendam di bathtub

 
Kami makan di dekat hotel, meski sudah malam ternyata masih banyak tempat makan yang masih menyambut kami.

Manggo Sticky Rice 100BATH
Setelah makan malam, kakak chat kalau Kael minta makan! Ya ampun baru kali ini Kael udah ngerti lapar. Hahaha. Akhirnya saya balik duluan setelah memesan nasi goreng udang yang rasanya hambar, padahal harganya 160 BATH. 

Dan sayapun tepar!


Happy Valentine Bangkok!



Thanks,

ANITA

Wednesday, February 20, 2019

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 ( HARI KE-1 )

Hari pertama perjalanan, 13 Februari 2019.

Entah kenapa saya selalu cemas jika hendak bepergian jauh, takut kurang ini itu atau ada masalah. Cemasnya tuh sampai enggak bisa tidur. Bahkan hari sebelumnya tuh punya perasaan menyesal kenapa punya rencana pergi. Hahaha.

Masalah koper selesai, saya bisa packing dan memang berencana membawa sedikit pakaian. Alasannya ya karena mau belanja pakaian di Thailand, kan disana terkenal dengan fashion murahnya.

Ini koper kami bertiga

Semua berkumpul di rumah Mama. Yang mengantar tentu Papa dan teman calon adik ipar. Jadi kami mengirit biaya transportasi ke Bandara. Disini lucunya tuh Mama yang enggak sabaran kami pergi, pengennya berangkat ke Bandara aja. Alhasil kami tiba di Terminal 2F jam setengah 10 pagi, lebih awal dari rencana. Jam 10 udah check-in bagasi. 


Makan dulu di Old Town Coffee , hampir satu jam sih abis itu buru-buru keluar karena Kael mulai bergerilya. 

Nah untungnya di Terminal 2F ini ada playground sebelum Gate, jadi biarkan anak-anak buang tenaga disini.

Jam 12an kami masuk Gate, masih menunggu di ruang tunggu sih. Dan pas banget Kael pup sebelum mulai masuk pesawat. Hahaha jadi masih sempat bersih-bersih.



Kami masuk pesawat sesuai jadwal, enggak pakai acara naik bus segala. Semua aman terkendali.




Pokoknya kalau bepergian dengan anak-anak, asal perut kenyang dan ada pengalihan supaya enggak bosen pasti aman. Hahaha tapi itu kalau saya sih. Hehehe. Selalu sedia cemilan dan mainan yang disukai anak ya.

Kami tiba di Bandar Don Mueang jam 5 sore, setelah selesai berurusan dengan imigrasi kamipun segera mencari Stand penukaran SIM CARD yang kami beli di KLOOK. Tentu saja setelah bolak balik mencari dengan keterbatasan bahasa.

Ini tempat penukaran KLOOK.

Ini harga normalnya
Dan ini harga yang kami beli di KLOOK
Untuk pembelian banyak, cukup satu passport saat melakukan penukaran. Petugas akan membantu mengaktifkan kartu tersebut pada ponsel masing-masing. Meskipun mukanya jutek tapi mereka sigap kok melayani para pembeli yang sudah mengantri panjang. 

Sebelumnya kami sudah menyewa Van untuk menjemput kedatangan kami, pengemudi ini sepertinya menjadi rekomendasi.

Namanya MR. SAM 
Nomor yang bisa dihubungi (WA) +66 89-9891504
Beliau jago bahasa inggris dan ramah. Dan sabar banget. Bawa mobilnya juga enak. 

Pada malam terakhir kami sempat berpapasan di jalan dan beliau mengklakson mobilnya serta menyapa kami. Sayangnya pas pulang beliau tidak bisa mengantar kami karena tamunya minta overstay di Pattaya. 



Biaya penjemputan dari Bandara ke Hotel sebesar 1.200 BATH, kita enggak perlu bayar apa-apa lagi. Disediakan air mineral botol pula. 

Kami tiba di hotel jam 7 malam, untuk check-in harus menyerahkan semua passport tamu yang menginap.

Untuk Hotel saya buat tulisan tersendiri ya.

Setelah beres-beres jam 9an kami berencana ke Asiatique. Dari hotel kami berjalan kaki 15 menitan menuju BTS Ratchathewi, transit di BTS Siam lalu menuju Saphan Taksin. Biaya 40BATH perorang dan Kael sudah dihitung. 

Cara kerjanya sama kayak Commuterline di Indonesia, tap kartu saat masuk di stasiun awal lalu masukkan kartu di stasiun terakhir. 

Dari BTS Saphan Taksin kita keluar dan jalan menuju pelabuhan, cari boat tujuan Asiatique yang free ya. Hehehe.  



Asiatique ini bagus dan luas. Ada beberapa area yang saya jelajahi karena Kael enggak mau berhenti jalan. Hahaha akhirnya saya ngebolang berdua sama Kael. 

Disini saya enggak beli apa-apa. Udah repot duluan jagain Kael. 

Kami disini hingga tengah malam, yang pasti boat pulang udah enggak ada. Makanya kami memilih naik Grab pulang ke hotel.

Mobil Grab di Thailand sepertinya keren-keren, karena kami bertujuh jadi pilih mobil besar dan mendapatkan innova. Entah benar atau tidak, perhitungan rate Grab disini adalah nilai di aplikasi ditambah argo pada meteran mobil. Namun totalnya ya sama seperti estimasi di awal. 

Nyampe hotel langsung tepar.


Rencana besok adalah sarapan lebih awal dan shopping until drop. 

 


Thanks,

ANITA


METRO RESORT PRATUNAM THAILAND

Adik saya pernah ke Thailand sebelumnya, makanya untuk urusan hotel biar dia yang menentukan. Pilihannya tentu saja dekat kemana-mana dan ada sarapan. Dan terakhir adalah tidak spooky. Hahaha.


Setelah tarsok-tarsok akhirnya di awal Tahun kami memutuskan akan menginap di Hotel Metro Resort Pratunam. Meski saya tidak ada bayangan apa-apa mengenai hotel ini.

Harganya saat itu sekitar 500.000 dapat kamar Deluxe Room termasuk sarapan. Oke deh. Masih masuk anggaran.  


Posisinya benar-benar di pinggir Jalan Petchburi Pratunam. Dan entah kenapa sepertinya di Thailand ini enggak terlihat parkiran, kalaupun ada di gang yang khusus dibuat parkir.

Penampakan Lobby
Lobby besar

Disini masih pakai kunci dan enggak bisa dilepas

Diatas kulkas disediakan 2 botol air, kopi sachet dan cangkir. Saya enggak perhatikan apakah itu bunga asli atau palsu

Ada bathtub yang enggak ada penutupnya


Sarapan
Ada 3 lantai dan kami menempati kamar lantai 2. Hotelnya luas dan kamarnya pun besar. 

Kami mendapatkan kamar king size, kalau dua kamar lagi twin bed dijadikan satu.


Yang saya suka adalah kamar mandinya, meskipun memakai bathtub tapi seenggaknya showernya itu bisa dicopot. Enggak ribet kalau mandiin anak. Kael malah terus-terusan mandi dikamar Kakak karena bisa main air di Bathtub bareng Aurel. Dan tentu saja ada air panasnya.

ACnya dingin meskipun sudah di setel di angka 25. Lantainya dari keramik bercorak vinyl, enak enggak dingin. 

Sarapan berasa di lantai basement. Untuk sarapan benar-benar bikin terkesan, banyak macamnya. Ada salad, bubur dan sup, roti, buah-buahan dan menu utamanya pun enak bener. Makanya setiap pagi kami enggak  melewatkan sarapan.

Meski sempat kecewa pada hari keberapa (entah lupa), Air tidak mengalir di pagi hari. Alhasil kami nekat pergi tanpa mandi, untung malamnya sudah mandi. Hahaha.

Dan tentu saja banyak orang Indonesia yang menginap disini. Hahaha.

Di hari terakhir kami check-out jam 12 siang. Bisa menitip koper dahulu jadi kami bisa keliling Mall Platinum lagi.

Pelayanannya oke, para petugasnya juga ramah. Setiap hari kamar dibersihkan, kecuali kita pasang tanda 'dont disturb'.

Posisi hotelnya juga dekat ke pasar Pratunam. Di seberang kedutaan Indonesia lho. Sekitaran hotel banyak tempat makan dan street food, atau kalau ragu kehalalannya bisa cari makan di Seven Eleven. 

So puas menginap di hotel ini.


Thanks,

ANITA



 

Tuesday, February 12, 2019

BTS TRAVELLING TO THAILAND

Setelah hampir setahun, akhirnya kami siap berangkat ke Thailand. 

Dari bulan Maret 2018 sudah membeli tiket, habis itu rutin menabung demi liburan serasa sultan. 


Berikut saya rincikan biaya yang dibayarkan dari Indonesia :

1. Tiket PP Air Asia Jakarta - Don Mueang - Jakarta 
   Harga Tiket per orang = Rp 1.400.000,-

2. Akomodasi Penginapan : Metro Resort Pratunam
   Harga kamar termasuk sarapan total 6 hari 5 malam = Rp 2.477.782,-

3. Sim Card DTAC melalui KLOOK : Rp 71.707,-
   Ini paket data 3GB selama 8 hari dengan bonus pulsa 100BATH.  
   Harga normalnya sekitar 299BATH.

4. Uang Tunai 20.000 BATH dengan kurs Rp 447 dan Rp 451

5. Bagasi Pergi 20kg untuk kami sekeluarga dan bagasi pulang 50kg (25kg + 25 kg). 


Drama Koper :

Awalnya mau beli koper besar tetapi suami bilang pinjem saja punya mama mertua. Lumayan uangnya buat jajan di Thailand. Jadilah baru diambil hari Selasa tanggal 5 Feb, enggak dicek sama sekali. Sampai mau packing baru ngeh kalau karet rodanya udah terkelupas parah. Ya iyalah secara nih umur koper udah 5 tahun lebih. 

Hahaha stresslah dan itu sudah hari Jumat, H-5. 

Buru-buru cari toko repair koper di Tangerang , yang terdekat di Tangerang City namanya SHOEKEYNBAG.

 

WA nomor yang ada di profil, terus kontek-kontekan. Untungnya si Mas repair mau nanggepin meskipun udah jam tutup. Tapi stock rodanya lagi kosong dan baru ada senin. Gila gak sih???!!! Rush Hour banget.

Dipikir ya sudahlah daripada enggak sama sekali, saya malas cari tempat yang lain soalnya malas geret-geret kopernya. Haha.
Jadilah Sabtu siang saya bawa ke tokonya, minta disimpan aja sampai rodanya ada. 
Dan senin siang di informasikan rodanya masih kosong! Makin stresslah saya, apa ini artinya saya harus beli koper baru? hihihi.
Untung si Mas repairnya sudah pastikan Selasa beres. Dan tentu saja Selasa siang saya diinformasikan kalau koper saya sudah selesai di repair. Uhuuuy.
Harga repair roda koper untuk 1 set (4 roda) = Rp 300.000,- 

Check-in Online :

Sekarang mah zamannya serba mudah. Urusan check-in pun begitu. Tinggal masuk website Air Asia, pilih menu check-in terus isi tempat keberangkatan,nomor kode booking dan nama belakang pemesan.

Kalau semua data sudah cocok, nanti akan muncul list nama yang berada pada nomor booking yang sama. Lalu ceklist satu persatu (jika banyak) lalu kita beralih ke menu bagasi dan kursi.

Untuk bagasi ada pilihan dari 20 kg sampai 40 kg. Sedangkan untuk kursi kalau kita tidak mau bayar akan otomatis muncul nomor kursinya, kalau mau pilih kursi bisa bayar mulai dengan harga 25ribu untuk kursi standard.


Jika sudah melakukan pembayaran untuk bagasi dan pilih kursi, baru muncul boarding pass yang harus di print dan tunjukkan di Bandara. 


Itinerary awal kami :







Yuuuhuuuui Thailand!



Thanks,



ANITA



Friday, February 1, 2019

Declutter Your Finances by IG @mettaanggriani

Saya akan menambahkan satu label baru dalam blog ini yaitu 'IGSTalks'. Isinya tentu saja bahasan tentang tulisan pada stories seseorang di Instagram. 

Kalau kalian memfollow akun yang bermanfaat pasti isi stories IGnya bermanfaat, bukan cuma cuplikan aktivitas sehari-hari saja tapi ada pesan penting juga lho.

Kenapa saya buat IGSTalks ini? 
Karena saya merasa sayang banget bahasan penting dari Instagram Story langsung hilang begitu saja setelah 1x24 jam, apalagi ada beberapa orang yang tidak menghighlight IGS ini. Daripada hilang mending saya buatkan tulisan ini, siapa tahu bermanfaat bagi orang lain yang ketinggalan atau tidak mengikuti akun tersebut.

Nah siapa yang beruntung menjadi akun pertama yang saya bahas?

Beliau adalah Metta Anggriani, seorang perencana keuangan yang bersertifikat. Silakan kalian kepo-in media sosial dibawah ini ya.

Instagram


Facebook


Sebenarnya kalian bisa baca bahasan storynya di notes Facebook beliau(silakan buka link yang ada di profil Instagramnya ya).

Dalam tulisan ini juga menambahkan pengalaman saya. 

Pada akhir bulan Januari lalu saya melihat story Ibu ini, awalnya ya biasa saja tapi diperhatikan kok kayaknya penting banget ya.

Mengenai Beberes Keuangan!

Nah layaknya seperti rumah yang harus di bereskan, ternyata keuanganpun harus dibereskan lho. Pas banget udah awal tahun baru, jadi mari mulai membereskan keuangan kamu.

#Mettatalk kali ini membahas Limit Your Accounts, artinya batasin jumlah rekening. Hayooo ada berapa rekening yang kalian punya?

Dalam membereskan keuangan, kita bisa mulai dengan membatasi jumlah rekening. Caranya bagaimana? 
1. Membuat daftar rekening simpanan 
2. Membuat daftar alat pembayaran atau sumber kebocoran kamu

Setelah itu mari kita periksa lagi ada berapa banyak rekening simpanan yang kamu punya :
1. Rekening Bank
2. E-Money
3. E-Wallet
4. Rekening Investasi
Dan apakah kamu termasuk orang seperti saya? yang uangnya tercecer di banyak tempat. Hahaha pusing mantaunya ternyata.


Nyatanya menurut Ibu ini, rekening bank idealnya cukup hanya 2 saja. Dimana dua rekening itu dipisahkan untuk : 

1. Checking Account   
Rekening Operasional untuk transaksi sehari-hari

2. Saving Account
Rekening Tabungan atau investasi

 
Kalau dulu orang menganggarkan duit pakai amplop, di zaman now ini amplopnya berubah jadi dompet virtual. Nah kalau kamu dompet virtual (e-money & e-wallet) ada berapa?
Jumlahnya boleh terserah kamu kok, asal dimonitor dan jangan sampai lupa apalagi sampai hilang ya. Eits ini nih yang suka kelupaan, simpan duit di dompet virtual ini secukupnya saja karena kan enggak berbunga!

Sedangkan untuk rekening investasi, apakah kamu termasuk orang yang mengumpulkan di satu bank atau malah ada di berbagai tempat?
Memang diversifikasi dianjurkan untuk investasi, tapi kalau rekening investasi dibatasi saja supaya mudah dimonitor dan kamu dapat fokus mengembangkan uangmu.

Jika semua sudah didata, sekarang mari membuat daftar kebocoran uangmu. 
Coba di periksa kembali kamu punya berapa banyak untuk :
  • ATM/Kartu Kredit
  • Mobile Banking/Internet Banking
  • Kartu Kredit
Kartu debit/ATM disarankan hanya dari rekening operasional saja ya. Nah kalau sudah punya kartu debit, apakah masih perlu punya mobile banking dan internet banking?

Terus kartu kredit, kalau punya banyak apakah bisa inget tanggal jatuh tempo tiap bulannya?
Hayoooo diperiksa.

Hahaha. 

Semalam saya kembali merekap rekening yang suami dan saya miliki, nyatanya ada banyaaaak lho.

Suami punya 2 rekening di BCA, satu untuk operasional sehari-hari dan satu lagi buat usaha dia. Kedua-duanya punya kartu debit dan internet banking. Dan suami hanya punya 1 kartu kredit di bank tersebut. 

Dompet Digital suami sepertinya ada OVO, Gopay, Tcash.

Oh iya lupa suami punya rekening di Jenius yang enggak dia kelola karena alasannya enggak tau caranya. T_T

Baca juga : Jenius Dari BTPN

Kalau sayaaaa????

Awal januari lalu saya baru saja menutup kartu kredit yang iuran tahunannya enggak masuk akal! Hahaha. Jadi saya sekarang punya 2 kartu kredit dari CIMB Niaga, visa classic dan mastercard gold. Pemakaiannya pun saya usahakan tidak seenaknya!

Untuk Rekening :
  • BCA (Debit & Internet Banking) : operasional sehari-hari
  • CIMB Niaga (Debit & Internet Banking) : Bayar Kartu Kredit, Dana Darurat dan hutang lain-lain.
  • Commonwealth ( Debit & Internet Banking) : Investasi dan dana darurat
  • UOB IDR (Debit & Internet Banking) ==> baru dibuat dengan alasan kantor memindahkan payroll melalui bank ini. Rencana buat dana darurat
  • Jenius ( Debit & Internet Banking) : Dana Darurat dan Goals
Untuk Dompet Digital :
  •  OVO 
  •  Gopay
  •  E-money
Untuk Investasi :
  • Bareksa
  • Koinworks
  • Indopremier
  • Commonwealth
Setiap bulan saya akan merekap saldo dan tentu saja kadangkala memusingkan karena harus membuka satu persatu internet banking. 

Saya pernah pakai sistem amplop tapi kok jadi ribet sendiri. Haha. Jadilah sekarang untuk uang transport dan makan di hari kerja saya simpan di dalam amplop, sudah saya batasin sehari 40ribu. Nah sisanya tetap di dalam rekening masing-masing.
 
Tapi kalau enggak disebar gitu saya suka tanpa sengaja terpakai. Mungkin saya termasuk orang yang cocok dananya disebar ya, apalagi selama masih di rekap di google sheet setidaknya saya sudah memberikan batasan dalam pengeluaran uang.

Nah biasanya sih bocornya dari dompet digital. Hahaha apalagi gopay suka bikin promo menggiurkan ya #gopayday. 

Tapi demi kebebasan finansial, saya harus berusaha mengurangi bocor halus dalam keuangan nih.

Thanks Ibu Metta Anggriani buat pelajaran finansialnya!

"The Fewer Your Accounts, The Fewer Statements You Must Juggle To Monitor Your Finances"

 

ANITA
 





 


BELI DI AIRFROV ATAU LIVE SHOPPING JASTIP ???

Sebelum kepergian ke Thailand, suami sempat mengenalkan saya pada aplikasi jasa titip online yaitu AIRFROV. Lumayan bagus sih reviewnya, ma...