Monday, November 11, 2019

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael sekarang ini.

Era kami tuh kayaknya bermain di sana terasa mahal, cuma orang yang ‘berduit’ yang bisa main. Lagipula kami tuh jarang masuk Mall. Dan begitu punya duit, udah enggak boleh masuk pula dan akhirnya baru bisa masuk begitu punya anak. Hahaha. Layakkah menyandang predikat masa kecil kurang bahagia?

Mungkin dulu di mata orangtua kami, bermain di arena seperti itu hanya buang-buang uang saja atau takut berbahaya karena anak-anak berlarian saja. Nyatanya begitu sekarang jadi orangtua, penafsiran seperti itu enggak seratus persen benar - kecuali bagian harganya. Hahaha.

Memang untuk harga, ada beberapa arena bermain yang menurut saya masih tidak masuk akal. Tapi tentu dengan harga demikian, ada arena yang memang tidak ada di tempat lain. Jadi pintar-pintar kita saja memilah mana arena bermain yang whorth it. 

Saya mulai mengajak Kael masuk ke arena bermain berbayar ketika dia sudah pintar melangkah atau keseimbangannya sudah siap berhadapan dengan banyak anak. Tapi ingat sekali lagi, selama itu juga kita sounding aturan bermain. Capek sig tapi sekarang udah bisa menikmati hasilnya. Kael enggak main serobot ataupun bermain kayak tuh arena milik nenek moyangnya. Ooops!

Dengan bermain di arena berbayar ini sebenarnya anak bisa belajar banyak hal dalam segi motorik, sensorik dan dalam hal sosial. 






Arena bermain juga dapat melatih kemandirian anak, yang penting tetap awasi ya. 

Namun bukan berarti harus sering dibawa ke arena bermain, yang ada bisa berantakan nanti cashflow rumah tangga.

Saya menggunakan sistem reward untuk Kael. Biasakan anak berusaha dulu untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Karena bermain bisa dimana saja, namun kalau ada duit dan mau nyaman ya memang harus berkorban. Hehehe.

Pada anak seusia Kael memang sedang dalam masa mau bermain terus, jadi saya mikirnya ya udah puas-puasin Kael main di arena bermain sampai dia bosen sendiri atau sudah batas usia dia bermain.

Jangan lupa kita sebagai orangtua juga bikin jatah dari cashflow bulanan ya,  biar kegembiraan anak tidak merenggut kebahagaiaan keluarga.


Bye!


ANITA

Monday, September 23, 2019

MENCAIRKAN BPJS KETENAGAKERJAAN 2019

Zaman sekarang tuh segalanya dipermudahkan banget deh rasanya., contohnya saja urusan hal mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan atau dulu dikenal dengan nama Jamsostek.

Kalau dulu tuh mesti ikut kepersertaan selama bertahun-tahun dulu baru bisa dicairin atau mesti menunggu proses yang merepotkan, sekarang cukup datang sekali.

Jadi untuk kalian yang memutuskan ingin mencairkan dana JHT BPJS kalian, mudah sekali kok. Dengan mengambil antrian online dari situs bpjs ketenagakerjaan (www.bpjsketenagakerjaan.co.id). Namun harap bersabar ya, butuh waktu sebulan kedepan setelah resign baru bisa diproses.

Disitus ada pilihan untuk mencairkan dana JHT, kita hanya perlu registrasi terlebih dahulu supaya bisa masuk ke menu Tenaga Kerja. Setelah itu tinggal cari menu untuk mengklaim JHT. Isi data yang dibutuhkan, setelah itu cek kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang available. Kalau sudah penuh biasanya ada notifnya, diminta cari kantor cabang lain. Nah saya akhirnya mendapatkan jadwal seminggu kedepan di Kantor Cabang Batu Ceper.

Setelah itu dapat notifikasi email, nomor antrean online dan informasi dokumen yang dibutuhkan. Eits jangan iseng ya coba antre online lagi, soalnya enggak bisa ambil antrean lagi. Hehehe. Ketika ada perubahan jadwal juga dikirimkan sms, bahkan di telepon lho untuk konfirmasi ulang.

Ketika hari H, saya datang sepagi mungkin. Jadwalnya hanya dari jam 7.30 sampai jam 10.00, makanya saya datang tepat waktu. Kantornya belum buka, tapi yang datang sudah ramai. Begitu menunjukkan nomor antrean online, saya mendapatkan map berisi beberapa dokumen yang harus diisi. Saya mendapatkan nomor map 12.  Fasilitas kantornya lumayan lengkap seperti ruang menyusui, ruang bermain anak, toilet dan musholla - meski ruangannya tidak besar. 

Setelah kantor dibuka tepat jam 8 pagi, kami diminta untuk antri masuk sesuai nomor map. Diarahkan untuk ke jalur dropbox untuk kembali mengambil nomor antrian pemanggilan. Lumayan dapat nomor 6. Meski tidak luas, namun ruangan tertata rapi dan dingin. Para staff pun dengan sigap membantu kami.

Begitu nomor saya dipanggil setelah beberapa menit kemudian (kurang dari setengah jam), sayapun menyerahkan berkas dan diminta menunggu pengecekan dokumen. Enggak pakai lama, saya rasa cuma sebentar dan dokumen saya lolos. Sungguh kujadi serba salah, ini sih kecepetan. Jadi bingung mau ke Mall juga belom buka.

Saya diminta menunggu seminggu kedepan untuk uang masuk, jika masih belum diterima bisa menghubungi kembali. Shiiiaaaap Mas!

Berikut dokumen yang dibutuhkan :
1. Kartu Peserta asli dan 1 lembar copy
2. KTP asli dan 2 lembar copy
3. Kartu Keluarga asli dan 1 lembar copy
4. Surat keterangan kerja asli dan 1 lembar copy
5. Materai 6000 sebanyak 1 pc
6. NPWP asli dan 1 lembar copy (jika ada)

Note : surat keterangan kerja sebaiknya minta HR untuk membuat sesuai format yang berlaku, jangan disamakan dengan surat keterangan kerja buat file histori kerja kita. Hehehe.


So, selamat mencairkan BPJS.
Meski hasil BPJS ini kayak terima undian, jangan dihabiskan buat kesenangan semata ya. Sebagian jangan lupa investasikan kembali hasil JHTnya ya, buat masa depan lebih baik.


THANKS,

- ANITA-


Friday, August 2, 2019

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat anak setelahnya. Awalnya ditawari sebagai freelancer dengan bekerja 3 hari dalam seminggu, namun setelah mencoba beberapa bulan ternyata lebih berat jadinya. Jadi daripada merepotkan banyak pihak, lebih baik saya lepaskan saja.

Padahal niatnya mau jadi ibu rumah tangga aja, namun ternyata ada rencana lain. Papa mertua butuh bantuan untuk meneruskan Toko listrik keluarga. Awalnya suami yang diminta untuk berhenti bekerja, namun saya mikirnya kok sayang banget. Gaji tetap dan tunjangan yang didapat lebih baik ketimbang pendapatan dari Toko kan? belum lagi jam kerjanya yang enggak 9 to 5, Sabtu Minggu harus buka pula. 

Alhasil kini saya beralih jadi pramuniaga Toko. 

Sudah hampir dua minggu berjalan, dipotong beberapa hari saya harus banyak istirahat karena kena infeksi dengue. 

Namun entah kedepannya apakah saya sanggup menjalani peran ini?
Jaga toko sambil merawat Kael?bagaimana saat Kael sekolah?
Apakah harus bayar orang untuk jaga Kael? kenapa gak bayar orang aja untuk jaga toko?

Aaaahhh... kadang pikiran ini suka banget bikin pusing.
Banyak hal-hal yang sering di pertanyakan.

Apakah karena masih masa adaptasi? saya tidak hidup dalam keluarga wirausaha, Papa saya pekerja meski bukan kantoran lalu Mama hanyalah ibu rumah tangga yang berusaha mengakomodasi semua kebutuhan keluarganya. Jadi saya gak tau rasanya hidup sambil jaga toko.

Ah semua kegundahan masih jadi kendala bagi saya.
Kalau aja enggak mikir me time butuh duit!


Semangat para emak diluar sana.

 ANITA

Monday, May 6, 2019

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat saya sudah dewasa. Sewaktu Nenek dari Papa meninggal, usia saya masih kecil jelas tidak terekam banyak kebersamaan kami. 

Dan dalam beberapa tahun belakangan ini saya mulai menyadari bahwa usia kedua orangtua kami sudah tidak lagi muda. Keriput, tubuh renta serta pendengaran dan ingatan yang melambat makin terlihat. Cepat atau lambat saya harus merasakan kehilangan mereka. Setelah itu berpikir apakah saya sudah membahagiakan mereka?

Saat ini saya baru saja kehilangan Mama Mertua.

Hampir 10 tahun berjuang melawan penyakit KANKERnya, dia menghembuskan napas terakhirnya hari Selasa, 30 April 2019 pukul 15.00 wib di Rumah, bersama keluarga tersayang.

Tahun 2019 menjadi tahun yang berat bagi beliau. Sejak divonis usianya tak lagi panjang, kondisinya semakin drop ditambah tidak dilakukan kemoterapi untuk kanker yang menggerogoti ususnya. 

19 April lalu menjadi acara keluarga besar pertama dan terakhir baginya. Kepulangan liburan malah memperburuk kondisinya, beliau terkena infeksi dan dilakukan rawat inap di Rumah Sakit Dharmais selama tiga hari untuk pemberian antibiotik.

Sampai di rumah keadaan tidak membaik, semakin hari kondisinya semakin parah. Napaspun harus dibantu tabung oksigen, sudah tidak bisa turun dari ranjang dan tubuhpun semakin kurus. 

Sabtu, 27 April. Saya menginap di rumah beliau karena suamipun sejak itu diminta untuk menemaninya. Mama Mertua selalu minta ditemani, tidak mau sendirian dikamar. Kami sudah diminta untuk bersiap mengikhlaskan kepergiannya. Senandung pujian dan doa selalu terdengar untuknya. 

Minggu, 28 April. Pulang gereja disambut kedatangan banyak tamu untuk berkunjung, dari pagi hingga sore dan membuat Mama lelah. Saya pulang malam itu karena esoknya bekerja.Dan senin itu saya berusaha menyelesaikan kerjaan yang urgent.

Senin, 29 April malam. Awalnya hanya niat berkunjung namun berakhir menginap karena Mama terlihat tidak setuju begitu saya pamit, akhirnya sayapun mengalah dan menginap di ruang yang sama. Tidak berhenti suami mengajaknya berdoa dan bernyanyi pujian. 

Selasa, 30 April siang. Saat kami tinggalkan untuk pulang, beliau masih merespon. Saya dan suami mampir ke Tangcity untuk membeli pakaian bagus (untuk Mama) dan setengah 2 sore itu menerima pesan bahwa Mama sedang koma. Bergegas pulang dan menemukan Mama dalam kondisi tidak sadar dengan napas terengah-engah. 

Dengan mata kepala sendiri saya melihat kepergian Mama, napasnya perlahan putus dan nadinya tidak lagi terdetect. Jam 3 sore suster menyatakan Mama sudah meninggal. 

Selamat Jalan Mama...
Roh Jiwamu sudah kembali pada Tuhan.


Banyak kenangan bersama beliau selama ini yang membuat saya sadar belum seratus persen menjadi menantu yang baik. Meski kadang tidak sejalan tapi saya mencoba untuk melakukan yang terbaik.


Mama di kremasi hari Sabtu, 04 Mei 2019.


Kematian adalah awal dari kehidupan yang kekal.





Thanks,


-ANITA-





Monday, April 22, 2019

BATASAN DALAM SHARING MAINAN

Saya baru saja selesai berlibur bersama keluarga dari Mama Mertua, enggak jauh sih cuma di daerah Ciawi. Itupun cuma beberapa hari, kebetulan ada libur.

Nah dari sekian banyak sepupu suami, yang sudah menikah dan punya anak kan cuma 2. Suami dan satu sepupu perempuan, anaknya perempuan dan lebih tua satu bulan dari Kael.

Sudah kebiasaan kalau mau pergi itu saya bawa beberapa mainan untuk Kael sebagai pengusir rasa bosan, nah pas kebetulan sinyal XL disana tuh parah abis. Dan Kaelpun lebih senang mengeksplor area sekitar Villa (meski emaknya lumayan capek ngikut dia jalan). 

Namun tetap saja ada kalanya saya kecapean dan mengajak Kael stay di dalam Vila. Maka amunisi saya keluarin dong. Dan si anak perempuan itu tertarik ikut main sambil bilang ' sharing ya'.

Oke, saya pikir berarti pengasuhannya sudah oke sampai anaknya bisa bicara seperti itu. Kaelpun tidak bermasalah selama mainan yang sedang dia mainkan tidak diganggu. 

Cukup sehari-dua hari saya perhatikan kok jadi aneh ya. Mainan yang saya bawa memang tidak banyak, kalau dihitung paling cuma 3 model permainan. Kelereng, Block, dan Potong Sayur. Akhir-akhir ini Kael memang sedang senang bermain kelereng, diputar pada kursi duduk yang ada bolongan ditengah. 

Nah begitu si anak perempuan itu mulai tertarik, dia secara spontan mengambil kelereng dari tangan Kael. Lah jelas Kael menolak tapi lagi-lagi si anak perempuan itu bilang 'harus sharing'. 

Memang Mama-nya sudah menasehati tidak boleh memaksa, namun lagi-lagi kalimat 'sharing' itu terucapkan begitu Kael tidak memberikan mainannya. Dan jika tetap tidak diberikan, si anak perempuan itu akan memasang wajah 'ngambek' terus pergi, namun tetap akan kembali. Hahaha. Apalagi si anak tidak membawa mainan sendiri saat liburan.

Selama ini saya lebih mengutamakan mengajarkan Kael untuk sharing mainan umum - yang artinya memang untuk banyak orang. 

 
Dia harus mengalah atau menunggu mainan tersebut tidak dimainkan kembali. Tidak boleh marah jika tidak diijinkan main. Jadi sampai saat ini lumayan berefek, Kael akan menunggu gilirannya naik tangga atau turun seluncuran.

Dan untuk mainan yang dia miliki, biasanya saya bertanya pada Kael apakah boleh dipinjamkan? Kalau memang tidak boleh ya memang itu hak Kael dong, makanya saya selalu membawa beberapa macam mainan agar tidak ada drama perebutan.
 
Jadi seharusnya batasan apa saja yang harus diajarkan pada anak dalam hal sharing mainan?
 
 
 
Salam Ibu dengan Treenager.
 
 
ANITA
 

Monday, March 18, 2019

BELI DI AIRFROV ATAU LIVE SHOPPING JASTIP ???

Sebelum kepergian ke Thailand, suami sempat mengenalkan saya pada aplikasi jasa titip online yaitu AIRFROV. Lumayan bagus sih reviewnya, makanya sempat buat akun kan untuk jualan. Eh ternyata ujungnya suami open live shopping. Jadilah itu aplikasi enggak terpakai.

Ealah buah tangan yang saya berikan pada rekan kerja ternyata enak dan bikin ketagihan. Apaa hayooo??? 

Kopi.

Iya Kopi. Kopi BIRDY merknya dan enggak dijual di market place manapun. Silakan coba sendiri.

Pilihan Rasa Birdy : Espresso, Robusta dan Creamy Latte

Jadilah cari jalan sendiri dan inget punya aplikasi Airfrov.

Tampilan Airfrov melalui website
Di Airfrov sendiri tampilannya user friendly kok, jadi mudah banget pemakaiannya. Lebih bagus kalau kamu tau harga asli barang yang diincar, jadi bisa buat harga perkiraan + jastip (minimal 100ribu kalau menurut airfrov). 

Saya akhirnya beli tuh kopi lewat Airfrov dong, total pembelian 3 bungkus kopi dengan harga aslinya 109BATH/bungkus plus ongkos kirim dan jasa airfrov adalah 260ribuan. Berarti anggapnya satu bungkus itu seharga 86ribuan. Masih oke dong ya.

Terus akhirnya saya penasaran dong search akun IG yang buka PO ke Thailand (silakan search sendiri). Saya pilih salah satunya dan ikut join group WA. Tentu setiap penjual mempunyai rules masing-masing ya jadi silakan cari sendiri penjual mana yang cocok di hatimu. 

Nah di group WA penjual ini kopi saya dihargai jasa titip 70ribu per item. Dia kasih harga aslinya 92 BATH dengan kurs 500/Bath.

Alasan dia mengenakan harga 70ribu/item karena bungkusnya besar dan bagasi sudah tidak gratis. 

Jadi perhitungannya = 92BATH x500 = 46.000 + 70.000 = 116.000/bungkus

Mahaaaal ya jadinya?

Ya tapi karena udah dibeli duluan ya akhirnya deal juga, untungnya saya belom info pesanan sesungguhnya.

Hihi mau hemat malah jadi buntung.

Mungkin kedepannya saya bisa beli di Airfrov saja, keuntungannya kalau beli banyak lebih murah dan juga enggak perlu ikut group WA live shopping yang bikin smartphone tang-ting-tung. Dan lagi enggak bikin kita tergoda beli yang lain.


Sekarang beli barang di luar negeri enggak repot, nitip aja di Airfrov.



Thanks,

ANITA



 

 

Friday, March 1, 2019

KESAN SELAMA LIBURAN DI THAILAND 2019

Oke mungkin harusnya judulnya 'Liburan di Bangkok' ya, karena selama 6 hari 5 malam saya lebih banyak berada di keramaian Bangkok. Hehehe.

Dari hari pertama hingga enggak mau pulang, tentu memberi kesan dan pengalaman baru bagi saya, apalagi di perjalanan kali ini lumayan 'berani' berhadapan dengan orang asing dengan berbagai keterbatasan.

Beberapa hal yang mau saya bagikan buat kalian yang pertama kali ke Thailand, apalagi membawa anak kecil. FYI, saya bukan ahli dalam hal ini ya... cuma sekedar membagi informasi kecil aja. 

  •  BAHASA
Bicara di depan orang menggunakan Bahasa Ibu saja saya masih malu, apalagi harus berhadapan dengan orang asing yang berbeda bahasa. Makanya sebelum pergi lumayan parno, takut susah berinteraksi. Namun nyatanya semua baik-baik saja. MEREKA - orang lokal- tidak terlalu menyulitkan. Untuk harga masih sama-sama mengerti, kalaupun tidak bisa pakai kalkulator. Hehehe.
  •  MAKANAN
Tidak ada kendala pada lidah saya, semua terasa enak. Meski nasi gorengnya lebih enak tukang tek-tek dekat rumah. Buat orangtua yang punya anak susah makan kayak Kael, masih aman karena ada KFC, BURGER KING atau MCD. Sssstt...di MCD Thailand ada Burger BABI!


Dan saya tergila-gila dengan Manggo Sticky Rice  

 
  • PEDESTRIAN & PUBLIC TRANSPORT
Wah Bangkok sih banyak banget jajanan kaki limanya, mereka biasanya memakai gerobak yang berjualan di trotoar. Tapi asli rapih banget. Trotoarnya cukup besar dan rapih, Kael bahkan senang sekali berjalan sendiri di trotoar sini.  
 
Selama di Bangkok, kami naik BTS. Itupun harus berjalan kaki melewati pedestrian, menaiki ratusan anak tangga - beruntung jika BTSnya punya eskalator/lift. Siapkan tenaga dan alas kaki yang mumpuni. 
 
Oh BTS disini nyaman kok, ada mesin tiket yang bisa dibeli pakai koin (lumayan abisin koin). Orang lokal disini juga sigap untuk memberikan kursi jika kelihatan kita bawa anak. Oh jangan lupa orang lokal sepertinya senang dengan anak kecil!
 
Jangan lupa naik tuk-tuk ya... lumayan berasa balapan. Hehehe apalagi yang pinggirannya enggak ada jaring pengaman. 
 
Jadi saya rasa Bangkok termasuk negara bersahabat untuk membawa anak-anak.
 
Kalaupun kalian bingung mencari jalan, gunakan saja google maps.
 
  •  STROLLER atau GENDONGAN?
Siapa disini yang sibuk mencari artikel mengenai penggunaan Stroller di Thailand sebelum pergi? Hahaha saya termasuk.
 
Jadi sepanjang menunggu hari H itu saya mencari banyak informasi mengenai stroller di Bangkok/Thailand. Masih sedikit sekali yang bahas. Ada yang menyarankan, namun ada pula yang melarang.
 
Nah begitu berhadapan langsung dengan realita, saya bersyukur tidak jadi membawa stroller. Hahaha. Saya memilih membawa Gendongan SSC Nana Toddler. 

Saran saya sebaiknya tentukan dulu mau bergaya liburan apa kamu di Thailand? Lebih sering naik BTS atau sewa Mobil? Dan terakhir adalah apakah anaknya tipe duduk diam di Stroller atau enggak bisa diam kayak Kael? Hahaha.

Kalaupun mau bawa Stroller, saya sarankan membawa stroller yang ringan dan mudah di gotong. Enggak mau kan encok gotong-gotong stroller naik tangga BTS yang tinggi? 

Baca juga  Stroller Pockit

Meskipun jika membawa gendongan, kita harus siap capek gendong terus. Bawa gendongan yang nyaman dan yang pasti siapkan tenaga.

  • SHOPPING TIME
Ya jangan terlalu banyak berharap bisa belanja sesuka hati, apalagi buat cungpret macam saya yang enggak punya nanny dan kondisi suami lagi buka jastip. Hahaha. Jadi cari aman saja.

Dan yang pasti pakaian disini memang bagus-bagus tapi apalah daya ketika tubuh tidak senormal dulu. Haha makanya sadari diri aja jeng daripada mubajir. Kalau urusan baju enggak lancar, urusin aja urusan perut. Hehehe.

  • BANDARA THAILAND RUWET
Kurang petugas serta alur yang tidak jelas membuat waktu check-in memakan waktu hampir 2 jam. 
Jadi ceritanya itu ada rombongan - sepertinya turis China- yang duduk mengantri dengan troli mereka di sebelah sisi kanan. Jadi banyak orang mengira antrian jalur check-in kan? Dan kami salah satunya. Hahaha. Terus tiba-tiba sebelah kiri dibuat jalur lagi dan bergerak maju sedangkan jalur kami enggak jalan-jalan. Tuh rombongan malah diem aja sambil main HP. Lah ternyata setelah diusut mereka itu menunggu! Gila gak sih!

Habis itu chaos banget, ada yang tiba-tiba nyempil mau nyerobot. Ada juga dua cewek merayu-rayu pengantri pria untuk nyelip dengan alasan udah mepet check-in. Waaah bener-bener padat. Untungnya kami spare waktu lebih awal, alasan pertamanya sih karena suami baru nambah bagasi di pagi sebelum kepulangan. Alhasil disuruh bayar bagasi di Bandara, 2 jam sebelum check in

Setelah itu ternyata bagian imigrasinya juga padat. Ada pintu masuk satu, kirain langsung ketemu pihak imigrasi ternyata harus antri mengular lagi. Beruntung saya dapat masuk ke barisan khusus karena dilihat menggendong Kael. Hehehe. lumayan.

Setelah itu masih oke meski ramai sekali. Ada area playground di ruang tunggu. 

***

Jadi Thailand bisa menjadi destinasi liburan yang bisa kamu kunjungi. Biaya hidupnya juga masih oke dibanding negara Asia Tenggara lainnya. 

Semoga ada kesempatan lagi untuk mengunjungi Thailand! 
Menunggu Kael bisa diajak kerjasama mungkin.


THANKS,


ANITA

Tuesday, February 26, 2019

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 (HARI KE-4)

Sabtu, 16 Februari 2019.

Setelah sarapan kami berencana ke Chatuchak Weekend Market, kabarnya adalah pasar terbesar di Thailand yang HARUS di datangi dan hanya dibuka akhir pekan seperti namanya. 

Kami naik BTS dari Phaya Thai ke Mo Chit. Nanti jalan aja dari pintu exit BTS Mo Chit, melewati taman. 

Peta Chatuchak Market
Tuh dari peta aja udah keliatan bakal pusing sendiri, terutama nyari toilet. Hahaha toilet disini bayar 5 BATH udah termasuk tissu yang disediakan di loket.

Mana panas banget udaranya. 

Bingung deh, apalagi bawa anak kecil. Kami menelusuri setiap gang, nah setiap blok itu beda-beda jualan. Ada blok jualan baju bekas, blok art, blok souvenir, blok pecah belah. Wkkk saking banyaknya jadi bingung sendiri.

Memisahkan diri dari gerombolan, saya blusukan berdua sama Kael. Ngumpul pas makan doang coba. 

Jam 11 siang kami memilih menyelesaikan misi di Chatuchak dan saya pulang berdua doang dong sama Kael. Hahaha nekat abis. Tapi beruntung Kael sangat koorperatif.


Kami bahkan mampir ke Seven Eleven, saya kelolosan menjaga Kael sehingga tuh anak entah gimana bisa menumpahkan segelas Slurpee yang masih cair. Gimana coba ya kejadiannya? Perasaan tempat gelas dan tuasnya lumayan tinggi atau sebenarnya sudah ada gelas dan isinya di situ cuma karena Kael kepo makanya kesenggol.

Hahaha bodo ah. Saya buru-buru info ke pelayannya, meski keterbatasan bahasa. Kayaknya sih dia ngoceh tapi buru-buru saya bayar gelas tak bertuan itu.

Mana Kael minta gendong pula. Ada kali jalan 500meter mah, terik pula! Aaaaah, saking betenya saya diamkan suami yang ternyata udah sampai duluan. BUTUH KOPI DAN TIDUR KAYAKNYA!!!

Masuk hotel mandi dan tidur-tiduran dulu. Suami tau kayaknya saya lagi mode ngambek makanya dia enggak nyari perkara lagi.

Sore menjelang malam kami baru keluar lagi untuk ke Talad Neon. Tentu melewati gang belakang Pratunam Market lagi sekalian cari makan. 


Saya berhasil belanja sedikit untuk diri sendiri. Sungguh perjuangan Mak bawa anak yang maunya jalan. Sambil menunggu yang lain, saya memilih duduk di depan Stand Kebab ini.

Enggak semenarik penampilannya. Hahaha. 

Dari Talad Neon, suami mau ke BIG C lagi sedangkan yang lain memilih pulang ke hotel.

Hahaha. Ada adegan nyasar segala karena ngikutin Kael yang menuntun jalan, jadilah saya dan kakak serta anaknya ikut jalan. Ingetnya lurus doang ternyata harus naik tangga penyebrangan dulu. Hahaha.

Gempoooor.

Jadi sabtu ini tidak ada kenangan yang berarti.

Selamat malam minggu!


Thanks,

ANITA

 

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 ( HARI KE-3)

Sifat pemalas sudah mulai mendominasi, hampir saja perjalanan ke Thailand ini tidak lanjut di tuliskan di blog. Sorry! 

Hari ketiga, 15 Februari 2019.

Hari jumat ini kami berencana ke Pattaya, menggunakan jasa Mr. Sam untuk membawa kami berkeliling. Kael tentu saja masih tepar jadi bopong saja.

Berangkat dari Hotel jam  7 pagi dan tiba di destinasi pertama jam 9an. 

1. BEE FARM PATTAYA

Jadi sebenarnya Mama udah wanti-wanti jangan kesini takut kesirep supaya beli madunya. Makanya Bee Farm Pattaya ini bukan destinasi yang direncanakan, tapi karena suami mau kesana ya udah tujuan utama di Pattaya ini dulu.

Kami tiba sekitar jam 9 pagi, masih sepi. Jadi setiap pengunjung yang datang ditanya dulu apakah sudah pernah kesini atau belom. Dan akan ada tour guide orang Indonesia yang menjelaskan Bee Farm Pattaya ini. Nah setelah tour kita akan ditempatkan didalam ruangan, guide tersebut merangkap menjadi marketing. 

Wah pokoknya dijelasin deh kenapa harus membeli madu Bee Farm ini, segala manfaat dan jenisnya. Lah karena kita mah emang dari awal enggak ada rencana beli ya udah dengerin aja. Tapi kami enggak bisa keluar begitu saja hahaha soalnya suami lagi nelepon mama-nya mau beli yang mana. Apakah ini taktik marketing Bee Farm Pattaya? beli dulu baru boleh keluar? Hahaha.

Ada beberapa produk yang berasal dari madu. Ingat ya kalau beli madu Bee Farm disimpan di koper bagasi berbayar!


2. FROST - Magical Ice of Siam  

Harga tiket masuk 600THB untuk dewasa dan 500THB untuk anak. Ini harga yang termasuk softdrink didalam.
 

  
Setelah pintu masuk kita akan berhadapan dengan beraneka bentuk patung berwarna putih, cocok dengan langitnya yang jernih abis sampai silau. Hahaha. Disediakan payung kok cuma kok ribet ya bawanya.

Setelah berkeliling diluar ruangan, lanjut masuk kedalam. Ada panggung besar berciri khas FROST , kamu bisa foto disini. Ada juga foto berbayar yang dengan senang hati membantu kita berfoto menggunakan ponsel sendiri. Hahaha pulangnya saya beli 2 foto ukuran postcard dengan harga 100BATH per lembar. Bisa minta email juga.
 
Panggung
Setelah itu kita bisa mengambil coat, nanti petugas yang akan memilihkan coat yang cocok. Kalau kekecilan atau kebesaran bisa minta tukar. Dan disini Kael enggak pakai sepatu, saya lupa bawain dari Indonesia. Alhasil cuma dipakaikan kaos kaki tanpa sarung tangan.

Petugas akan membuka pintu begitu kami siap, sebelum masuk ke dalam ruangan bersuhu - 15 derajat celsius tentu kami ditempatkan diruangan kecil yang suhunya sudah diatur mendekati agar tubuh kita dapat beradaptasi. Dan begitu pintu utama dibuka langsung seeeeerrrr, dingin.


Ruangannya sih tidak terlalu besar, tapi karena tidak begitu ramai jadi berasa aja dinginnya. Hahaha. Ada seluncuran di sebelah kanan pintu masuk dan tentu saja Kael langsung kegirangan.

Kael langsung semangat naik turun tangga es balok itu sampai akhirnya jatuh, setelah itu selesai.


Ada bermacam-macam bentuk es disana dan ternyata semakin terasa dingin. Buru-buru saya menukarkan kupon softdrink di tengah ruangan, ada semacam meja bar dari es balok. Jadi softdrink ini akan disuguhkan dengan gelas dari balok es. Megangnya susah ya kalau enggak pakai sarung tangan. 

Dan Kael udah berasa kedinginan makanya langsung minta pulang. Pas banget saya emang orangnya enggak suka kedinginan. Hahaha jadilah saya kabur duluan.




Seperti masuk, pas keluar juga kita akan masuk ke ruangan kecil dulu untuk lepas coat dan menetralkan suhu badan. Kacamata saya langsung berembun.

Sambil menunggu yang lain saya duduk aja di Lobby, ada tempat jualan makanan sih tapi kayaknya enggak butuh deh. Soalnya kami mau makan siang di Floating Market.
 
BONUS FOTO NEKAT SUAMI


2.  Floating Market Pattaya

Sebelum masuk kami harus mengantri beli tiket, sepertinya sekitar THB100. Saya kira tempatnya tidak luas eh ternyata besar lho. Jadi begitu pintu masuk sudah ada kios-kios, ada makanan dan aksesoris. Kalau kamu mau makan berat, silakan cari tempat duduk di area foodcourt. Disana nanti kamu pilih aja mau makan apa, ada beberapa buku menu. Yang pasti sih harus sabar ya, soalnya agak lama. Dan selalu ingat pesanan kamu. 

Begitu pesanan sudah datang kamu harus langsung bayar. 

Setelah itu kamu bisa berkeliling di semua kios, meski memang harganya tidak semurah di market lainnya. 

Dan saya menyesal kenapa enggak beli sandal yang sama
 

3. Laser Buddha

Tidak ada biaya tiket masuk untuk mengunjungi objek wisata ini, kecuali kamar mandinya seharga 5 BATH. 

Dan TENTU saja kami hanya sebentar disini, numpang foto dan kamar mandi.


 

4. SilverLake Vineyard Pattaya

Enggak jauh dari Buddha Laser, kami mengunjungi kebun anggur. Yeah sebenarnya harus ikut tour dulu sih. Hehehe makanya kamu cuma mampir sebentar, tentu saja untuk berfoto.

Ada toko menjual beraneka ragam (sepertinya) makanan dan minuman dari anggur. Saya sih memilih duduk di pojokan, soalnya udah malas berpanas-panas ria. 
 




Dan tentu saja setelah itu kami memilih pulang. Tapi harus balik ke Floating Market dulu karena topi dan kacamata suami ketinggalan dong!


Sebenarnya ada agenda satu lagi yaitu ke Chocolate Ville tapi informasi dari Mr. SAM pasti macet karena memang area perkantoran. Dan benar saja pas melewati jalanan yang mengarah kesana udah antri panjang. Alhasil say bye bye deh. 


Kami berhenti sejenak di Rest Area. Wuih keren banget tempatnya, tertata rapi deh. 


Dan ternyata MR. SAM itu ada acara keluarga,meski tidak mengatakan sama sekali tapi kelihatan jelas dia sedikit gelisah. Tapi tetep dong pelayanannya oke banget, sabar banget.

Kami tiba di depan hotel jam 8 malam.
Suami berencana ke Asiatique lagi untuk membeli pesanan tapi saya memilih enggak ikut. Hahaha.

Setelah beres-beres terus lapar dong ya. Pergilah saya dan Kakak ke Mcd dekat hotel. Eh adik menyusul. Jadilah kami berencana keliling gang belakang yang ternyata bisa tembus ke belakang pasar Pratunam, ada market juga. Dan terakhir kami berjalan kaki ke Talad Neon Market.

Headband
 
Oiya biaya sewa Van di MR. SAM untuk 12jam sebesar 3.500BATH dan overtime 300BATH/jam.

 
Selamat malam sabtu!



Thanks,


ANITA



Thursday, February 21, 2019

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 ( HARI KE-2)

Sudah hari kedua aja, 14 Februari 2019.

Rencana sarapan jam 6 pagi biar puas belanjanya eh nyatanya mesti di telepon dulu supaya saya dan suami bangun. Hahaha.

Setelah mandi dan sarapan kami baru berangkat. Sekitar jam 8 pagi kami mulai menelusuri Pratunam Market yang berkelok-kelok. Hati-hati nyasar!

Eh Kael enggak mandi deh! Mandinya malem aja soalnya kalau pagi masih tepar.

Lorong Didalam Lorong
Suami sudah mencar. Awalnya suami dan saya berniat buka jasa titip produk Thailand, eh nyatanya saya enggak sanggup urus begituan dan memilih jagain Kael. Hahaha makanya saya enggak bisa kalap belanja, wong enggak bisa lama di satu tempat.

Lelah berkeliling hingga berada di bagian luar pasar Pratunam, saya beserta rombongan yang lain memilih mengistirahatkan kaki sambil cari kopi. Ada toko mungil yang jualan kopi, suami istri. Saya pesan Frappe Capuccino seharga 60 BATH dan rasanya enak. Bener-bener dibuat dari awal, mereka bahkan punya alat mesin kopi canggih. Yang belipun lumayan antri, meski tidak ada tempat untuk duduk.

Setelah berkumpul dengan suami yang mencar, kami memutuskan lanjut ke Mall Platinum yang tinggal menyebrang melalui tangga penyebrangan. Adeem!! 

Setelah makan siang di KFC kami kembali ke hotel untuk menyimpan belanjaan. Dan saya memutuskan untuk mandi kembali sambil mandiin Kael. Gila panas banget udaranya!

Istirahat sebentar lalu lanjut lagi ke MBK Center. Dari hotel naik BTS lagi menuju SIAM, jalan kaki terus deh sampai MBK Center. Ulalala mak, kalau pulang enggak kurus mah keterlaluan. Hahaha.



Dari MBK lanjut ke BIG C, hypermarketnya Thailand. Ramai sekali!

Dan yang paling parah adalah kami memutuskan pulang ke hotel berjalan kaki! Dengan jarak hampir 1 kilometer, kami harus membawa tentengan. Saya bawa koper kecil seberat 12kg, suami bawa tentengan tas ikea yang isinya berat juga. Adik kebagian bawain dus karton buat packing, dan kakak kebagian jagain dua anak yang enggak bisa diem. Hahaha bener-bener pelit banget dah! Padahal naik Tuk-Tuk cuma 100BATH ke hotel!

Jam 10 malam lapaaar coba! 

Akhirnya keluar makan sambil ketemu sama temen adik. Ninggalin Kael sama Kakak dan anaknya, mereka malah asyik berendam di bathtub

 
Kami makan di dekat hotel, meski sudah malam ternyata masih banyak tempat makan yang masih menyambut kami.

Manggo Sticky Rice 100BATH
Setelah makan malam, kakak chat kalau Kael minta makan! Ya ampun baru kali ini Kael udah ngerti lapar. Hahaha. Akhirnya saya balik duluan setelah memesan nasi goreng udang yang rasanya hambar, padahal harganya 160 BATH. 

Dan sayapun tepar!


Happy Valentine Bangkok!



Thanks,

ANITA

Wednesday, February 20, 2019

LIBURAN KELUARGA KE THAILAND 2019 ( HARI KE-1 )

Hari pertama perjalanan, 13 Februari 2019.

Entah kenapa saya selalu cemas jika hendak bepergian jauh, takut kurang ini itu atau ada masalah. Cemasnya tuh sampai enggak bisa tidur. Bahkan hari sebelumnya tuh punya perasaan menyesal kenapa punya rencana pergi. Hahaha.

Masalah koper selesai, saya bisa packing dan memang berencana membawa sedikit pakaian. Alasannya ya karena mau belanja pakaian di Thailand, kan disana terkenal dengan fashion murahnya.

Ini koper kami bertiga

Semua berkumpul di rumah Mama. Yang mengantar tentu Papa dan teman calon adik ipar. Jadi kami mengirit biaya transportasi ke Bandara. Disini lucunya tuh Mama yang enggak sabaran kami pergi, pengennya berangkat ke Bandara aja. Alhasil kami tiba di Terminal 2F jam setengah 10 pagi, lebih awal dari rencana. Jam 10 udah check-in bagasi. 


Makan dulu di Old Town Coffee , hampir satu jam sih abis itu buru-buru keluar karena Kael mulai bergerilya. 

Nah untungnya di Terminal 2F ini ada playground sebelum Gate, jadi biarkan anak-anak buang tenaga disini.

Jam 12an kami masuk Gate, masih menunggu di ruang tunggu sih. Dan pas banget Kael pup sebelum mulai masuk pesawat. Hahaha jadi masih sempat bersih-bersih.



Kami masuk pesawat sesuai jadwal, enggak pakai acara naik bus segala. Semua aman terkendali.




Pokoknya kalau bepergian dengan anak-anak, asal perut kenyang dan ada pengalihan supaya enggak bosen pasti aman. Hahaha tapi itu kalau saya sih. Hehehe. Selalu sedia cemilan dan mainan yang disukai anak ya.

Kami tiba di Bandar Don Mueang jam 5 sore, setelah selesai berurusan dengan imigrasi kamipun segera mencari Stand penukaran SIM CARD yang kami beli di KLOOK. Tentu saja setelah bolak balik mencari dengan keterbatasan bahasa.

Ini tempat penukaran KLOOK.

Ini harga normalnya
Dan ini harga yang kami beli di KLOOK
Untuk pembelian banyak, cukup satu passport saat melakukan penukaran. Petugas akan membantu mengaktifkan kartu tersebut pada ponsel masing-masing. Meskipun mukanya jutek tapi mereka sigap kok melayani para pembeli yang sudah mengantri panjang. 

Sebelumnya kami sudah menyewa Van untuk menjemput kedatangan kami, pengemudi ini sepertinya menjadi rekomendasi.

Namanya MR. SAM 
Nomor yang bisa dihubungi (WA) +66 89-9891504
Beliau jago bahasa inggris dan ramah. Dan sabar banget. Bawa mobilnya juga enak. 

Pada malam terakhir kami sempat berpapasan di jalan dan beliau mengklakson mobilnya serta menyapa kami. Sayangnya pas pulang beliau tidak bisa mengantar kami karena tamunya minta overstay di Pattaya. 



Biaya penjemputan dari Bandara ke Hotel sebesar 1.200 BATH, kita enggak perlu bayar apa-apa lagi. Disediakan air mineral botol pula. 

Kami tiba di hotel jam 7 malam, untuk check-in harus menyerahkan semua passport tamu yang menginap.

Untuk Hotel saya buat tulisan tersendiri ya.

Setelah beres-beres jam 9an kami berencana ke Asiatique. Dari hotel kami berjalan kaki 15 menitan menuju BTS Ratchathewi, transit di BTS Siam lalu menuju Saphan Taksin. Biaya 40BATH perorang dan Kael sudah dihitung. 

Cara kerjanya sama kayak Commuterline di Indonesia, tap kartu saat masuk di stasiun awal lalu masukkan kartu di stasiun terakhir. 

Dari BTS Saphan Taksin kita keluar dan jalan menuju pelabuhan, cari boat tujuan Asiatique yang free ya. Hehehe.  



Asiatique ini bagus dan luas. Ada beberapa area yang saya jelajahi karena Kael enggak mau berhenti jalan. Hahaha akhirnya saya ngebolang berdua sama Kael. 

Disini saya enggak beli apa-apa. Udah repot duluan jagain Kael. 

Kami disini hingga tengah malam, yang pasti boat pulang udah enggak ada. Makanya kami memilih naik Grab pulang ke hotel.

Mobil Grab di Thailand sepertinya keren-keren, karena kami bertujuh jadi pilih mobil besar dan mendapatkan innova. Entah benar atau tidak, perhitungan rate Grab disini adalah nilai di aplikasi ditambah argo pada meteran mobil. Namun totalnya ya sama seperti estimasi di awal. 

Nyampe hotel langsung tepar.


Rencana besok adalah sarapan lebih awal dan shopping until drop. 

 


Thanks,

ANITA


CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...