Friday, November 6, 2015

Pregnancy - TEST TORCH

Sebenarnya saya paling males berhubungan dengan test-test kesehatan macam ini, bawaannya takut aja ketauan 'isi' dalemnya. Ntar kalau ketauan ada yang salah dengan tubuh saya trus buat saya stress dan kepikiran kan repot. Mungkin bawaan dari pengaruh orang tua juga kali ya, mama saya soalnya bawaannya cuek aja. 

Tapi berhubung berusaha jadi orang tua bijak untuk KAEL dan adik-adiknya nanti ... saya gak mau menyesal belakangan (kalau datangnya diawal mah namanya pendaftaran yak :p ) . Saya menghabiskan waktu bermain dengan mbah gugel, membaca beberapa pengalaman orang-orang yang melakukan test yang terkenal mahal ini ada satu blog yang bikin saya memutuskan harus test. Lebih baik mencegah daripada mengobati, begitu pepatah yang pas untuk test TORCH ini. 

Apa sih TORCH ini? (cari tau aja di mbak gugel ya :p )
Hehe ... meski saya bukan pecinta hewan peliharaan apalagi sampai memeliharanya (dulu saya sempat memelihara anjing sebelum menikah tapi karena waktu yang tidak menyanggupi akhirnya saya hibahkan kepada saudara dan belum siap memelihara puppy lucu lagi), tapi yang namanya lingkungan dan makanan yang belum tentu kebersihannya dari pengaruh hewan, kita tidak bisa anggap remeh TORCH ini. Dan beruntunglah saya yang bukan pecinta makanan mentah. 


Sebenarnya surat rujukan ini sudah diberikan pada saat terakhir kontrol kandungan dengan dokter Christina, tapi saya nunggu aja sampai udah mau kontrol selanjutnya. 
Saya mencari-cari perbandingan harga antara lab rumah sakit dengan lab diluar, memang banyak laboratorium bagus diluar sana semacam prodia, bio medika,dll. tapi berhubung saya orang yang malas bolak balik akhirnya saya putuskan memakai fasilitas rumah sakit aja, dengan harga lebih murah (mungkin karena tidak selengkap lab luar ya). Untuk jam operasionalnya lab di rumah sakit St. Carolus buka 24 jam, jadi bisa kapan aja. Hasilnya akan keluar 6 jam kemudian dan akan diberikan kepada dokter ybs. Jadilah saya dan suami merencanakan uji lab urine dan darah malam ini, agar setelah hasilnya sudah keluar bisa langsung konsultasi dengan dokter kandungan. Semoga baik-baik saja. 

Saya sudah wanti-wanti suami untuk minta rujukan, meminimalisir kejadian sebelumnya. Harusnya kemarin surat itu sudah jadi, tapi suami terlalu santai dan ketika sore ke klinik kantornya ternyata dokternya pulang lebih awal (see?? mengapa wanita harus ada  didunia ini?!).Pagi tadi saya mengingatkannya kembali dan dia bilang iya, saya kira dia langsung kesana ternyata masih belum kapok ama kejadian kemarin, dia baru kesana setelah makan siang. Untungnya dokternya ada dan dapet surat rujukan untuk test urine dan dokter kandungan ... tapi sekali lagi benar-benar suami saya ceroboh. Dia cerita amplop surat rujukan tsb jatuh ke westafel saat dia cuci tangan. Arrgggg (kata dia sih basah dikit dan gak sampe rusak). Semoga memang begitu kenyataannya. 

Saya janjian ama suami di dekat gang asobirin. 
Kami tiba di st.carolus sekitar jam 7an, kami ke ruang asuransi dulu dan pihak RS konfirmasi dg pihak asuransi. Skip skip akhirnya saya datang ke bagian laboratorium, gak lama dipanggil kami masuk ke ruangan. Kejadiannya cepat sekali...gak ampe 5 menit kali. Si suster ngambil darah saya sebanyak 2 tabung. Dalam sekali tusukan mengalirlah darah saya ... kayaknya udah pro deh. Lalu saya diminta mengisi setengah air pipis saya di wadah tertutup. Emang kebetulan mau pipis, jadi buru2 masuk kamar mandi yg disediakan di ruangan tsb dan memberikan wadah itu pada pihak lab. Selesaaaiii dehhh.

Sebenarnya yang lama adalah proses pembayarannya, kebetulan lagi rame. Setelah di crosscheck ke pihak asuransi, gak semua ditanggung.
Yang ditanggung adalah :
- darah rutin
- gol darah
- HBSAG
- urin lengkap
Total yang ditanggung cuma 285.000
Sedangkan untuk test ToRch dan anti HIV yang totalnya 1.330.000 tidak ditanggung ... hiksss gak apa deh yang penting si Kael sehat. 
Kami di rumah sakit gak ampe sejam, buktinya aja bayar parkir cuma seribuuu... murah kan parkir di rumah sakit ini.

Hasilnya diambil besok sekalian kontrol kandungan.
Cihuyyy gak sabar mau ketemu Kael. Semoga hasil test ini juga bagus.



- anita -
















No comments:

Post a Comment

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat a...