Monday, December 28, 2015

Countdown 2015 - Natal

Siap-siap lambaikan tangan pada tahun 2015 dan siap-siap menyambut kedatangan tahun 2016.
Ada suka, duka, pertemuan , perpisahan , menjalin hubungan, pertemanan,miss komunikasi dan banyak lagi yang kita alami di tahun 2015 ini. Buang jauh-jauh hal yang buruk dan simpan baik-baik semua kenangan yang indah, yang bisa kita bawa di tahun yang akan datang.
Mengucap syukur atas apa yang kita terima selama setahun ini. 

Tahun ini meski banyak miskom, saya dan beberapa teman gereja merencanakan acara tukar kado seperti tahun sebelumnya. Dan kayaknya emang tradisi kita kali ya, cari kadonya pasti barengan dan itu mepet-mepet deh.

Dan acara ini memang lebih terkesan dadakan. Tempat untuk acara aja belom ditentukan. H-1 malam natal, atau lebih tepatnya sore natal. Gereja saya menjadwalkan Ibadah Malam Natal jam 3 sore, meminimalisir bahaya orang-orang tertentu yang ingin mengacau. Jadi jam 6 sore udah selesai ibadah, kita masih nongki-nongki cantik di lobby gereja ampe sepi, biasalah ngomongin mau makan malam dimana, besok gimana ,dll. 

Jadilah kita cari makan di SMS sambil berpencar cari kado, ya namanya juga satu mall, ya pastilah ketemu di satu toko. Saya sendiri kebingungan mau cari kado apaan dan akhirnya karena udah diuber waktu juga ya sudah saya ambil ini dan itu. 

***
Tanggal : 25 Desember 2015 (Jumat)
Jam       : 10.00 wib
Tempat : GBSI Karawaci

Saya sudah datang dari jam 8.30, sempet beli sarapan dulu. Berhubung suami ikut koor jadi dia mesti dateng pagian untuk latihan. Gereja juga masih sepi. Ya udah ngobrol-ngobrol dulu deh.

Natal identik dengan kesederhanaan, mungkin ambil dari gambaran Yesus lahir di palungan bukan di rumah sakit. Tapi taukah kita bahwa di Alkitab sendiri tidak ada perayaan hari Natal atau hari kelahiran Yesus. Dunia melihat bayi Yesus lahir dan itu dijadikan teladan. Tapi teladan sebenarnya adalah saat Yesus sudah memulai kehidupan resminya diumur 30 tahun, setelah dia di baptis dan menerima Roh Kudus, saat itulah Allah baru mengakui Dia sebagai Anak Allah. Nah kita meneladani hal Yesus melayani Allah. Bukan secara tubuh tapi rohani.

Kita makan siang nasi kotak dulu di Gereja, sambil mikirin acaranya dimana. Nah nah kan liat betapa santainya kami. Tadinya ada yang mau ikut juga, tapi berhubung mereka belom cari kado dan hari ini ada acara keluarga, kami musyawarah lagi. Kalau saya sih pribadi menolak, soalnya udah cape cari kado buat hari ini. Terus kalau acara tukar kado dan makannya diundur Sabtu besok kasian yang dari Jakarta mesti bolak-balik. Ya udah deh jadinya fix hari ini tetap jalan.

Karena masih siang, kami rencana nonton IP Man 3 dulu di Living World. Selesai jam 6-an, trus rencananya mau makan all u can eat di Parequ ALam Sutera tapi ternyata udah tutup. T_T.
Langsung puter haluan ke Yuraku, masih all u can eat juga. Sampai sana untung dapet 2 meja kosong, kebanyakan udah di reserve.Dan mulainya para naga kelaparan beraksi. Udah lupa diri semua.
Kita masuk jam 7an sampai selesai jam 8 lewat, perut udah kenyang, muka udah kucel.Tapi jiwa narsisnya tetap ada.

Berhubung Yuraku semakin ramai, kita jadi gak enak buat tukar kado disana. Jadi kita booking satu jam di Diva Karoke. Sampai Diva sempat lupa ama tujuan, setngah jam abis buat nyanyi2. 
Acarapun dimulai, ambil kocokan terus sambil harap-harap cemas saat menerima kado dan membukanya. Cihuuiiiiiii.








Thanks,
-anita-
25.12.15














No comments:

Post a Comment

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...