Saturday, November 5, 2016

[ PlaceReview ] Menikmati Taman Di Tengah Serpong

Hari gini kalau lihat lahan kosong biasanya pihak terkait berlomba-lomba menjadikan ruko atau gedung yang tentu saja menghasilkan uang besar. Beberapa tahun ke belakang kita dapat melihat banyak sekali pembangunan rumah, apartemen dan ruko di kota Tangerang, terutama di daerah Gading Serpong.
Saya masih ingat sekali betapa sepinya kota Tangerang, perumahan hanya berpusat di daerah Lippo Karawaci, selebihnya dianggap seperti tempat jin buang anak. Pelosok
Lihat saja Alam Sutera yang dulunya kalau dari jalan luar hanya berisi tanah kosong, gak keliatan ternyata didalamnya ada perumahan. Sekarang malah menjadi daerah sentral yang tidak pernah sepi. Mall dan apartemen berdiri tegak disepanjang jalan itu. 

Hingga kita menyadari sudah tidak ada lagi lahan kosong yang bisa dijadikan lapangan dadakan buat para warga, tidak ada lagi hamparan sawah dan tanaman yang bikin segar mata. Semua lahan disulap menjadi bangunan kokoh. Anak-anak sudah tidak bisa lagi menikmati bermain di luar dan menghirup udara segar yang dihasilkan tanaman asli. Masa kecil anak-anak kita seolah digantikan oleh kepintaran gadget, para pengembang aplikasi berlomba-lomba membuat sebuah game untuk memikat hati anak bahkan orang tua. Bahkan kini Mall sudah memfasilitasi ruang bermain bagi anak-anak kita. 
Yaaah saya sedikit merasa miris dengan kondisi sekarang ini.
Dulu saya bisa main gobak sodor, taplak gunung, petak umpet, bola boy. Gadget adalah benda 'wah' dikala itu. Saya bahkan bisa tertawa bersama hanya karena bermain loncat karet. Huff, benar-benar rindu masa itu. 
Saya menginginkan Kael juga seperti masa saya kecil. Menghirup udara bebas, bermain dengan alam. Karena kita hidup didunia yang kejam. Sebagai orang tua kita bukan menjadikan dunia ini mudah untuk keturunan kita tapi menjadikan keturunan kita kuat untuk menghadapi dunia yang kejam ini. Cieee ileeh, filosofi sekali saya ini. 

Sepertinya impian saya dan beberapa ibu yang punya misi visi yang sama didengar. 
Taukah anda kini ada Taman Potret disebelah Mall Tangerang City Cikokol Tangerang? Ya, meski saya belum pernah disana setidaknya sudah ada taman hijau ditengah-tengah intimidasi Apartemen dan Mall. 
Dan kita tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kebon Raya Bogor hanya untuk menikmati rindangnya pohon dan udara segar. Ada Scientia Square Park yang bersedia memanjakan raga dan jiwa kita yang kelelahan dengan aktivitas hidup. 

Scientia Square Park(SQP) terletak bersisian dengan Serpong Digital Centre a.k.a SDC dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kota Tangerang Selatan. Kalian bisa menemukan di GPS atau Waze jika tidak memahami daerah sini. 
Dengan tiket masuk(weekend) seharga empat puluh ribu (40.000) rupiah seorang (untuk anak diatas 2 tahun sudah full tiket), kita bisa menikmati fasilitas SQP ini seharian. Kalau gak mau rugi datang aja pagi. Tenang aja kalau mau makan di sekitar situ banyak tempat makan yang bisa memanjakan lidah kalian. Sttt ada pilihan aman yaitu Mcd. 
Kalau bosen kita bisa jalan-jalan keluar dulu di sekitaran Serpong, kan parkirnya cuma 3ribu  perjam. Hehehe kalau gak kalian bisa manfaatin kehebatannya Uber, Gojek atau Grab. Gak perlu bingung dah tuh soal parkir. Meski gak bisa seenak jidat bawa barang bawaan. Pilihan ada ditangan anda ya. 

Dari pintu masuk utama sudah ada tempat penyewaan line skating. Dengan harga sewa dua puluh ribu (20ribu) kita bisa main untuk sejam. Sttt bawa kaos kaki sendiri ya biar ga beli kaos kaki disana dengan harga 10ribu. Saya kurang tau mekanisme penyewaannya karena suami gak nanya lebih jelas. Dia sebenarnya mau main tapi ragu jadi gak kritis nanyanya. 
Ada juga Wall Climbing, kita bisa coba sendiri atau menggunakan bantuan mereka. Saya kurang tau apakah ini ada biaya tambahan atau tidak. Disampingnya ada tiang-tiang besi macam orang latihan parkour atau memutarkan tubuhnya atau apalah itu. Hahaha gak berguna sekali ya penjelasan saya. Setelah itu kita menemukan arena skateboard. 
Didepan kami langsung dimanjakan oleh hamparan padi yang mulai menguning. Untungnya waktu nanya ke Aurel ini tanaman apa dia masih bisa jawab dengan benar kalau itu Padi. Hahaha terlalu paranoid banget ya saya sama anak-anak jaman sekarang.

Arena RC 
Dibelakang sawah mini itu ditutupi pohon yang ternyata adalah arena balap RC, sebenarnya dari pintu masuk sudah terdengar suara-suara desingan roda mobil dan mesin. Suami dan Kakak saya sempat menonton dibawah tapi disuruh pindah keatas, mungkin takut kena debu tanahnya ya. 





Pertama kali injek rumput
Di sini juga ada kuda yang bisa kita naikin, lokasinya bersebrangan dengan arena RC. Lahannya luas kok jadi gak bosen kalau mau naik kuda. 

Berjalan lebih jauh masuk lagi kita disuguhkan lapangan hijau dengan meja serta bangku pallet, oh ada juga bantal hijau besar. Aduh jadi pengen piknik dah. Ada tiga kerbau yang sedang duduk santai dipojokkan. Diiket kok. 

Dari situ kita ke kanan,disana ada kolam 3 kolam ikan KOI. 
Kalau kalian takut kehujanan tenang saja di sana sudah ada beberapa saung, jadi gak usah lari tunggang langgang gak jelas kalau sewaktu-waktu air dari langit itu merusak acara kita.

Ada juga Sarang Kupu-Kupu, meski kupu-kupu disini masih tidak terlihat banyak. Disini juga ada informasi mengenai alur hidup dari telor sampai menjadi kupu-kupu. 
Ada Taman Kelinci juga, kita mungkin bisa masuk dan mengelus-elus kelinci tersebut. Ada penjaganya kok. 


Sedikit mendaki kita dihadapkan dengan arena ayunan dan kolam kecil. Sebenarnya agak bingung menjelaskan kolam ini. Disekitar kolam ini dipasang penyempot uap, keliatan seolah-olah embun atau semburat uap air panas. Pas saya upload foto Kael lagi disini juga banyak yang menanyakan apakah itu air hangat atau bukan? Hahaha... waktu kesana ada 3 anak malah main cemplung-cemplungan dikolam itu. Jadi sebenarnya dalamnya kolam itu hanya semata kaki, tapi ada bagian yang sedikit dalam, mungkin sekitar selutut ya, jadi anak-anak itu lompat dan asyik sendiri. Kael juga seneng disini karena main air. Sayangnya posisinya agak ketutup banyak tanaman jadi sedikit lembab, takutnya jadi sarang nyamuk. 

Nah ada ayunan besar yang kita bisa naikin untuk orang dewasa dan anak-anak. Mainnya juga harus antri dan ada penjaga yang bantu ngayunin. Saya langsung merasa mual setelah naik ini. 

Setelah itu kami memilih duduk di lapangan luas yang di kiri kanannya dibuat tangga-tangga. Adeeem dan seger. Gak perlu tikarlah, wong rumputnya bersih. Anak-anak kecil berlarian, ada juga orang-orang dewasa yang meniupkan balon-balon sabun. Ada yang main bola (semoga gak ganggu orang ya). Eh pas saya datang ada yang lagi latihan taekwondo. Liat anak kecilnya lucu-lucu. Saya kepingin deh masukin Kael ke Taekwondo buat jaga diri. 

Disini bawaannya ngantuk. Angin semilir dan posisi yang enak bikin mata pengen merem. Next time kayaknya saya mau ajak Mama Papa piknik disini deh. Biar rileks.
Oh iya kita bisa bawa makanan dari luar lho, disini juga jual cemilan kok. Kalian mau bawa sepeda sendiri? boleeeh.

Enaknya disini ga ada tuh perokok ga tau diri yang merusak kesegaran udara. Kayaknya mereka yang datang ke sini memang benar-benar ingin menikmati alam. Kan suka kesel ya kalau ketemu ama 'mereka' di tempat banyak anak kecil kayak gini. Rugi lah bayar mahal-mahal tapi tetap aja masih menghirup racun itu.


Yuk ajak keluarga anda nikmati keindahan alam di tempat terbatas ini. 



Intip IG mereka di ssqpark



Salam Pecinta Lapangan Hijau,


-anita-
xoxoxo









No comments:

Post a Comment

MENCAIRKAN BPJS KETENAGAKERJAAN 2019

Zaman sekarang tuh segalanya dipermudahkan banget deh rasanya., contohnya saja urusan hal mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS ...