Sunday, January 29, 2017

Ketika Sincia Bukan Lagi Sekedar Mengharap Angpao

Yang setuju dengan judul saya pasti sekarang udah gede dan tidak lagi mendapat angpao... hahaha yuk toss.

Mari berflashback ulang ke masa saya masih unyu-unyu, sekitar 15 -20 tahun yang lalu mungkin. Ketika saat itu media sosial belom ada, bahkan gadget merupakan barang mewah bagi saya. Bahkan di kala itu saya masih jadi bocah polos yang tidak tahu kejamnya dunia.

Sehari sebelum sincia biasanya saya membantu Mama untuk beres-beres rumah, setelah itu disuruh mandi dan memakai baju serba baru. Dilarang untuk menyapu ketika malam sudah tiba. Meski tidak ada acara keluarga, kami semua menyambut sincia dengan sukacita dan penuh harap esok menerima angpao banyak. 
Pagi-pagi Mama sudah membangunkan kami, mandipun dilakukan secara bergilir. 
Yap ketika kami sudah cantik siap dengan baju baru yang mentereng warnanya, kami langsung berangkat keliling rumah saudara. Pertama adalah saudara dari Papa. Keliling rumah sambil icip-icip kue dan hidangan lainnya menjadi kesan tersendiri, bahkan selama bertahun-tahun kami kadang menantikan hari Sincia demi mencicip hidangan tersebut. Dan paling seneng pas di mobil buka angpao. Hahaha waktu kecil saya bahkan pernah dapet segepok uang seribu-an lho.

Setelah keliling rumah saudara pihak Papa, kami biasanya stay dirumah Meme (nenek) dari pihak Mama. Sebagai rumah tua, tentu saja banyak saudara yang datang. Kami cuma perlu mejeng didepan teras sambil ngobrol dan ngabisin kue, bahkan kadang kami menghadang tukang jajanan yang lewat. Tentu saja bayarnya pake uang hasil angpao sendiri. 

Namun seiring waktu dan banyak saudara-saudara yang sudah tua telah meninggal, pertemuan saudara jauh ini tidak lagi seramai dulu. Sepupu yang dulu akrab entah mengapa sekarang terasa asing. Kalaupun bertemu biasanya hanya sapaan basa basi. 
Dan ketika konflik keluarga dari pihak Mama terjadi, membuat keluarga kami menjauh dari jangkaun saudara Mama. Well, uang memang bisa buat tali persaudaraan putus. 

Dan semakin bertambah umur, angpao tidak lagi menempel ditangan saya. Sejak bekerja sepertinya tetua langsung menganggap pamali memberikan angpao pada kuli macam saya ini. Ditambah ketika status telah berubah menjadi seorang istri, kewajiban memberi angpao sudah membayangi. Kebanyakan angpao diberikan kepada sepupu jauh suami,kalau dari pihak saya hanya sedikit.

Semakin kesini saya memahami makna sincia. Bukan soal angpao yang diterima dan diberi, tapi soal kebersamaan. 
Itulah yang diusahakan oleh keluarga suami setiap malam sincia.
Keluarga dari Pihak Mama Mertua biasanya akan mengadakan makan malam bersama di malam sincia, setiap tahun mereka bergilir menjadi tuan rumah. Jika tuan rumah menyediakan tempat dan makan, para saudara lain yang menjadi tamu kadang membawa makanan lain sebagai penambah hidangan. 
Disini biasanya akan terjadi percakapan seru, kadang para tetua memberi wejangan pada generasi muda macam kami dalam menjalani hidup. Intinya sih mereka meminta kami untuk sering berkumpul saudara seperi ini, selain tetap menjaga tali persaudaraan juga mempertahankan tradisi leluhur.

Nah tahun ini adalah tahun Ayam yang jatuh tepat tanggal 28 Januari 2017, tahun dimana Kael pertama kali dapat angpao sincia. 

Sabtu pagi  setelah mengurus diri sendiri, baru membangunkan suami dan terakhir Kael. Gak perlu full make up, yang penting alis berwarna supaya pas di foto gak polos-polos amat. 
Acara dimulai dengan pemberian Angpao dari Suami pada Kael. Hihi meski gak ngerti tapi dia seneng-seneng aja mainin angpaonya.

























Setelah itu kami bertandang kerumah Mama, selesai numpang sarapan kami memulai ritual tahunan kami yaitu bersujud kepada kedua orangtua. Dimulai dari Ci Hera, saya lalu barulah Entis. Disini Mama biasanya mengucap doa-doa kesuksesan buat kami semua. Sebagai anak yang sudah menikah, kami memberikan angpao kepada mereka. Ya meski segala kebaikan mereka gak akan lunas hanya dengan sebuah angpao. 















Perjalanan berkeliling dilanjutkan menuju Benteng Makasar, rumah Kakak Papa tertua (Tua Pe). Disana ada meja abu kedua orangtua Papa. 
Setelah berkiong hi dengan sepupu yang kebetulan sudah datang disana, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah adik perempuan Papa (Kukuh) yang berada di Kapling, baru terakhir menuju rumah Kakak Kedua Papa (Ji Pe) di sekitar Pasar Anyar. 

Setelah pulang dulu mengambil mobil Suami, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah orangtua Suami di Perum II. Disana Mama Papa juga mampir untuk bersilahturahmi.

Sejak saya menikah, saya menularkan kebiasaan bersujud pada kedua orangtua seperti dirumah. Tentu saja ide itu disambut semangat oleh kedua orangtua suami. 

Sebenarnya saya bukanlah menantu suka cari perhatian ama mertua, kadang saya malah suka males kalau dicari-cari. Tapi tetep aja dicariin, suami ampe selalu nyindir kalau saya ini menantu kesayangan orangtuanya. #menantuidaman. Haduh saya sebenarnya gak mau jadi menantu idaman, soalnya ribet kalau ketemu terus. Hahaha peace Ma-Pa!


Kalian mau jadi menantu kesayangan? Perlakukan mereka seperti orangtuamu sendiri! Kalau mereka ngeselin? diam aja sambil tampilin senyum tipis didepan mereka lalu curhat panjang lebar didepan suami. Ya meski mereka 'rese' tapi saya tau mereka itu sayang ama saya. Jadi sabar-sabar aja ya.

Jam 2 kami baru jalan ke Jakarta, berhubung tempat yang biasa kami kunjungi tidak melakukan open house tahun ini, maka tujuan kami adalah sepupu Papa, cece Afong. Rumahnya di Duri Mas. Kami kena macet sejam di Karang Tengah karena ada kecelakaan bus di lajur kiri yang mengarah pintu exit Puri. 


Jam 5 sore kami baru beranjak pulang karena masih harus bertamu ke rumah Ji Kuh ( Kakak Kedua Mama Mertua) di Grogol. Disini anggota makan malam sincia bertemu lagi. Tahun ini tidak banyak yang bisa berkumpul, kemungkinan punya acara keluarga masing-masing. 




***

Nah acara kumpul Sincia dilanjut hari Minggu. 
Acara ini adalah kumpulnya keluarga (pihak Mama), meski bersitegang tetap saja kami sebagai penerus harus tetap bersalihturahmi. Jangan biarkan amarah orangtua menyerempet ke anak cucu, itu yang dipesankan suami. Oooohh suamiku sayaaaang.
Berhubung acaranya sore, jadi saya dan suami ibadah pagi dan siang dulu. Mampir bentar ke rumah orangtua Desy untuk kiong hi-an.
Saking asyiknya ngobrol sampe telat pulang dari jam yang sudah dijanjikan, buru-buru jemput rombongan dirumah Mama baru jalan ke tempat acara di Pondok Bahar. 


Seharian itu hujan sering mengguyur tanah, kadang lebat kadang juga hanya gerimis kecil. Semoga hujan ini menjadi pertanda bagus di tahun Ayam ini. Ingat ya jangan biarkan hujan ini membuat kita mager bangun pagi, biar semangat cari rejeki. Awas rejekinya dipatok ayam!


Jangan lupa tetap menjaga keharmonisan keluarga. Taruh gadget anda dan mulai ciptakan obrolan seru dengan sekeliling kalian ya. Jangan lupakan dunia nyata disamping kiri dan kanan anda.


Gong Xi Fa Cai 2017
xoxoxo


Sazmita's Family





Thursday, January 26, 2017

[ FoodReview ] Nikmatnya Pizza Celana

Siapa yang doyan pizza ngacuuung hayooo!!!

Kalau dulu pertama kali pizza diperkenalkan hanya dengan bentuk dan toping yang itu-itu aja, sampai kita terdoktrin jika ngomongin pizza pasti langsung terpikir Pizza Hut (No Fitsa Hats yee). 
Dan waktupun bergulir cepat, orang-orang mulai berkreasi dengan pizza. Dari kulitnya yang tipis ampe aneka topping yang bikin kita ngeces. Nyummy !

Dan akhirnya saya menemukan pizza celana ini, Panties Pizza
Sebenarnya sih Panties Pizza ini sudah ada sejak taon lalu, cuma saya baru berkesempatan makan ditempat. 
Di Tangerang sendiri sepertinya baru ada di Cimone City Mall. 
Dimana itu Cimone City Mall? Ya sebuah mall tempat yang terletak dekat terminal Cimone, letaknya persis di seberang Ramayana Cimone. Orang Tangerang mah pasti tau yak. Itu tuuuh mall yang sepi. Saya tidak tahu kenapa Mall ini selalu jadi sepi, padahal taon lalu sempat dipugar dan di gembor-gembor akan ramai. Lotte mart pun mengisi bagian paling besar. Saat pembukaan bahkan ramai sekali hingga saya memilih tidak jadi belanja. 
Namun kini Mall ini terasa sepi, hanya ada ruko-ruko lama yang berisi bank dan kantor. Didalam Mall sendiri hanya ada beberapa stand baju, Hoka-Hoka Bento, A&W dan Panties Pizza!

Saya tadinya agak meragukan pizza ini, secara berada di Mall sepi itu. Begitu masuk Lobby utama, saya agak bingung dimana letaknya karena yang lebih terlihat adalah Hokben dan A&W. Ternyata ada disamping Hokben, tidak ada tulisan di atas tempatnya namun jika kita berada didepannya akan terlihat icon Panties Pizza yang menggoda ini. Lebih menggoda daripada belahan pant*t kan?

Panties Pizza's Icon 

Ternyata dugaan saya salah. Meski berada di dalam Mall sepi ini, nyatanya di tempat ini tidak sepi. Saat kami datang beberapa orang sudah menempati tempat yang cozy abis itu. Meja dari kayu serta beberapa tong yang diubah menjadi kursi membuat suasana berbeda. Ada  mural di dinding yang membuat tempat tidak monoton, pencahayaan yang dibuat juga enak, tidak silau dan tidak remang pula. Pas lah!

I Don't Care Too
Kalau liat menu pingin pesen semua deh
Pesanan 5 orang dewasa 

Kami memesan 6 pizza beraneka toping, kakak saya yang memilih. Jika biasanya minuman yang dijual ditempat kayak gini mahal, tapi disini enggak. Harganya standar. Kami memilih membeli 5 air mineral botol dengan tiga gelas batu es. Kalau biasanya batu es akan ditagih, tapi disini enggak. Asyiiik. Kita hanya perlu membawa minuman yang telah kita beli, untuk makanan nanti akan diantarkan. 

Kami tidak menunggu terlalu lama, mungkin sekitar 10-15 menit. Sayang sekali dapurnya tertutup , letaknya berada dibelakang kami dan bentuknya mirip kontainer namun berbahan kayu. Padahal mau ngintip pembuatannya :p.

Pizza disajikan diatas piring anyaman dengan dilapisi kertas yang membungkus pizza tersebut. Setiap kertas di beri nama sesuai isi pizza. Langsung ngeces deh liat penampilan pizza-nya.  
Keju Mozzarela-nya menggiurkan. Isi pizza yang kami pesan juga tidak pelit. Makan pizza ini memang lebih baik saat panas/hangat, karena akan membuat keju mozzarela meleleh dan bumbu serta isi menyatu.



Setiap Pizza dipotong 4 slice, mau dapet pinggir atau tengah sama-sama gak rugi. Kalau anda merasa kurang hanya makan 1 pizza, tenang...tinggal beli lagi. Secara harga yang dipatok juga gak mahal, berada di kisaran 23k sampai 29k. Untuk minuman juga murah. 

Muka sebelum makan



Apa saya akan kembali? Tentu sajaaaaaa. 
Kael aja doyan makan Pizza ini! 
Soal parkir ga usah khawatir, tarif 3k flat seharian. Hahaha. Kalau mau belanja tinggal nyebrang ke Ramayana aja. Hihihi. Makan sederhana kita malam ini. 


Saya gak tau kenapa Pizza ini memilih kata 'celana' sebagai iconnya. Tapi begitu saya searching di om google, ternyata penampilan take away pizza ini memang bungkusnya gambar celana. Saya sih tidak lihat dilapangan, karena terlalu konsentrasi menghabiskan pizza. 


http://www.pantiespizza.com/gallery/


Kalian mau order? 
Coba cek di Go-Food apakah ada Panties Pizza. Kemarin sih saya lihat ada supir Go-Food lagi antri. 


Update Agustus 2017
Saya lupa mulai kapan Cimone City Mall sudah tidak beroperasi, sepertinya awal tahun 2017, dengan alasan mau di renovasi. Jadi untuk tempat makan ini sepertinya close sampai waktu yang belum ditentukan. 
Dan ternyata mereka pindah di Summarecon Digital Centre Gading Serpong, nih bisa intip di IG mereka @pantiespizzatangerang



Salam Pizza,

-anita-
xoxoxo










Monday, January 16, 2017

Pengajuan Paspor Bayi

Sebenarnya paspor saya sudah jadi tanggal 3 Januari 2017, diminta ambil dari 1 sampe 3 sore. Cuma kepikiran ijinnya bikin males duluan. Niatnya sih ambil tanggal 4 paginya.

Trus saya tanya HRD prosedur ijin datang siang tanpa dipotong cuti/gaji, katanya mending ijin setengah hari aja soalnya udah gak diberlakukan lagi ganti jam. Hufff. Ya udah pikirnya sekalian aja buat paspor Kael.

Setelah dua hari gagal bertransaksi online di imigrasi, akhirnya saya sudah booking tanggal 16 Januari untuk pengajuan paspor Kael. Jadi rencananya pagi dateng buat ambil paspor saya dulu, kalau bisa sih pengajuan Kael dulu ya biar dapet nomor kecil. 


***
16 Januari 2017


Jam 7 pagi saya sudah tiba di Imigrasi. Pintu utama bahkan belum dibuka jadi disuruh lewat belakang. Sepi? Ya gaklah. Orang-orang sudah datang dan menunggu. Rencananya saya mau ambil paspor saya baru mengajukan paspor baru untuk Kael.

Untuk pengambilan di Kanim I ini sistemnya bukti permohonan ditumpuk dulu diatas meja. Jadi yang datang duluan dibawah. Trus selama nunggu itu saya ke customer service untuk pengajuan paspor Kael. 
Dokumen yang dibutuhkan :
1. Akta Lahir anak
2. Akta Nikah (salah satu)
3. Kartu Keluarga
4. KTP kedua orangtua
5. Paspor Salah satu orang tua (saya melampirkan paspor suami)
6. Surat Permohonan bermaterai (diisi oleh salah satu orangtua).
Kael dapat nomor antrian 3-024. Kok gak 1 yak? apa Bayi gak di prioritaskan? mau nanya males soalnya nomornya juga kecil kok. Ya wis deh tunggu dengan sabar aja. 


Ruang Menyusui di Kanim I Tangerang
Jam 8 nama saya baru dipanggil untuk diberikan nomor antrian pengambilan paspor. 4-009 itulah nomor saya. 

Jam setengah 9 nomor Kael dipanggil untuk dilayani di counter 4. Lah ketemu si bapak lagi. Mulailah kerempongan kami untuk menciptakan foto paspor Kael. Dimulai didudukkan, digendong saya sampe akhirnya digendong suami. Huplah. Setelah take berulang-ulang akhirnya pasrah deh ama yang terakhir. Kata si bapak jangankan 5 taon kedepan, umur 2 taon juga udah sering ditanyain kebenaran fotonya ama pihak imigrasi. 
Nah saat selesai foto, saya  mendengar nomor urut saya dipanggil. Si bapak mempersilakan saya keluar duluan, pas sampe loket malah lupa bawa KTP. Balik lagi deh ke counter, eh suami juga udah selesai. Kata dia gak diapa-apain, sidik jari juga enggak. Dia juga bingung apa wawancaranya terpisah? saya bilang aja enggak, ini udah selesai. 

Saya kembali ke loket pengambilan,mengecek kembali nama dan tanggal lahir yang tertera di paspor baru. Saya diminta foto kopi paspor lama dan paspor baru dalam satu halaman lalu menandatangani form pengambilan. Untuk paspor lama saya minta untuk di simpan jika membutuhkan histori perjalanan sebelumnya (siapa tau mau ke Amrik).

Untuk paspor Kael diinformasikan dapat diambil hari Jumat, karena sistem mereka lagi off sekarang. Oke, itu tugas suami.








Saturday, January 14, 2017

[ My1stBaby ] - Imunisasi Campak yang terlambat

Imunisasi campak biasanya dilakukan ketika bayi menginjak usia 9 bulan, dan Kael seharusnya di campakkan vaksin campak tanggal 20 Desember 2016 lalu, namun apa daya batuk pilek bunyi ngok ngok menghadang niat kami.

Kami bahkan harus berobat pada dua dokter yang sama-sama di rekomendasikan oleh teman, yaitu :

1. Dr. Najib Alvani. 
Buka praktek dirumahnya di BSD, silakan search sendiri yak alamatnya. Jam praktek dari jam 6 sore, namun saat saya kesana baru standyby jam setengah 7 lewat. Tempatnya nyaman dan ada area bermain dihalamannya. Namun karena komplek perumahan yang didepannya ada lapangan sehingga semilir angin lumayan kencang disini.Dan off course ada nyamuk. 
Dokternya lumayan ramah sama anak, tapi ama emak bapaknya enggak T_T. Ngomongnya kayak nyindir gitu. Hikss saya baper ama dia. 
Dia ngomongnya : Fren, kasian kamu punya orangtua gak rawat ampe sakit gini. 
Deeeeenggg... saya cuma nyengir tapi hati tertusuk. 
Saat Kael batuk emang saya gak langsung bawa ke dokter, karena pingin home treatment aja. Tapi lama kelamaan Kael batuknya mulai bikin sesak jadi gak tega. Ya wis ke dokter deh.
Dikasih obat puyer ama vitamin . Kael ini termasuk kecil diumurnya yang menginjak 9 bulan, makanya dikasih vitamin biar doyan makan.

2. Dr. Ferdy Limawal
Seminggu kemudian sembuh sebentar eh batuk lagi. Hmmm mana bentar lagi akhir taon, jadi mending cek deh kebetulan saya udah libur kantor. Dokter ini praktek pagi di Omni Alam Sutera, kalau siang ampe sore dia buka praktek di dekat All Fresh Alam Sutera. 
Kami coba di Omni, dokternya datang telat. Untung disana ada mini playground, Kael main sebentar sisanya minta digendong. 
Saya sreg dengan dokter ini. Dia juga aware dengan kondisi Kael, diberi arahan sampe dijelasin obat-obat buat nebu-nya. Dokternya dari makasar jadi ya logatnya begitu deh tapi baik kok. 
Disini Kael di berikan puyer batuk pilek dan puyer untuk sesak. 

Karena Kael ini sering batuk pilek jadi kami kepikiran untuk membeli alat nebu sendiri, biasanya kan minjem cuma repot jadinya. Ya udah beli di Alkes, ruko dekat flyover Cipondoh dengan harga 580ribu dapet Omron C28. Yiipiii kalau diluaran bisa 800ribu. 

Nah akhirnya Kael sembuh, udah bisa aktif lagi dan sekarang hobinya merangkak. Maka itu saya putuskan untuk imunisasi dia secepatnya. 
Niatnya tanggal 7 Januari di RS. Sari Asih Karawaci...tapi alamak itu antriannya gak tahaaan. Itu aja baru antrian pendaftaran. Biasa di Carolus antrian pendaftaran sepi liat ini langsung jleeeb. Langsung deh ngibrit keluar meski nomor antrian pendaftaran udah ditangan.

Keinginan ini terwujud di tanggal 14 Januari. Saya memang sudah penasaran ama rumahvaksin, dan ternyata di BSD dan Ciledug ada. Kami memilih BSD karena suami tau jalan, secara dia kerja di BSD. 
Di rumahvaksin BSD ini buka jam 9 sampai jam 1 siang saja untuk hari Sabtu dan Minggu. Silakan cek jadwal disini.

Tempatnya di rumah dan homey banget. Pelayanannya juga ramah. Ada satu ruangan untuk tempat bermain anak selama menunggu. 



Dokter (saya lupa nanya) yang menangani juga ramah. Gak ada judge soal kecilnya Kael diusia hampir 10 bulan. Kami berkonsultasi soal tumbuh kembang Kael sambil dia mempersiapkan vaksin. Dia bekerja sendiri, minta bantuan kita untuk pegangin kaki anak saat disuntik saja. 
Dan yang paling penting adalah biaya konsultasinya gretoooong. Meski gratis tapi ga murahan. Hihihi saya suka nih kalau kayak gini. Jadi kita cuma dikenai biaya vaksin dan biaya adm sebesar 10ribu. Harga vaksin bisa kalian cek di website ya.
Untuk vaksin campak Kael dikenakan biaya 200.000 dan adm 10.000 jadi saya cuma bayar 210.000 ...huyuuui menghemat biaya dokter dan adm rumah sakit. Lumayan nih buk ibuk yang biaya vaksinasi anaknya gak ditanggung oleh asuransi/perusahaan. 
Gak bawa cash? tenant, disini ada mesin EDC. Tapi saya kurang tau ya apakah kartu kredit berlaku atau gak. Hihihi.










LOKASI & INFO rumah vaksin bsd







Monday, January 9, 2017

Resolusi 2017 : Harapan Baru

Setelah melewati banyak babak kehidupan selama 365 hari di tahun 2016, akhirnya masih diberi kesempatan untuk membuat harapan baru guna memotivasi hidup selama setahun kedepan.

Kalau kata tagline Pertamina disaat  menyambut Hari Raya Lebaran :'dimulai dari nol ya'. Rasanya kok selalu pas untuk menyambut pergantian tahun. 
Pertanda semua misi kita di tahun sebelumnya sudah waktunya berganti dengan baru, sekalian di cek ulang apakah semua misi di tahun itu sudah berhasil dilakukan atau malah failed.

Manusia bisa berkehendak namun Tuhan juga yang menentukan. Bukan berarti kita gak boleh optimis lho. Karena Tuhan memberikan kita otak untuk berpikir dan tubuh untuk bekerja, maka kita harus menggunakannya dengan bijak toh. Sisanya tinggal berserah pada Tuhan.  

Maka dari itu di tahun 2017 ini saya akan mencoba membuat harapan baru, yang siapa tau dapat terwujud di tahun ini juga. 
Setidaknya harapan ini memotivasi saya untuk terus berusaha lebih baik dari tahun sebelumnya.
Apakah itu????
1. Bebas secara finansial
   Hahaha kayaknya selama kita masih bernapas dan napak di dunia ini, masalah finansial akan selalu membayangi hidup kita ya?
Dulu hanya dengan gaji 2juta masih defisit, entah kenapa gaji udah diatas 5juta juga rasanya masih defisit. Hahaha itu tandanya tingkat gaya hidup saya yang berubah. Hiiks, menyesal kemudian dah.
Maka dari itu saya mau berusaha agar bisa terbebas dari defisit keuangan. Biar ada sisa untuk pendidikan anak kelak, liburan sekali dua kali tahun ini, atau kalau bisa mulai nyicil rumah. Hahaha begini nih kalau keenakan dikasih fasilitas rumah oleh orangtua. 
Apa yang saya lakukan : rajin-rajin isi tabungan reksa dana, pertahankan tabungan berjangka yang masih setahun lebih lagi. Cari instrumen investasi lain yang mudah dilakukan (kayak nabung 20ribu sehari maybe :p)


2. Bebas bereksperimen
   Rencana pas merid terus tinggal pisah ama orangtua, pengen bebikinan kue lah, bajulah. Dari belom hamil ampe udah lahiran tetap aja cuma omdo (omong doang). Alasannya dari gak punya oven, blender ampe mixer. Hihihi ya namanya juga moody yak. 
Makanya saya mau tahun ini saya punya waktu untuk bereksperimen. Termasuk bongkar rumah yang udah dua tahun lebih ini kami tempatin. Selalu ngiler kalau liat foto di IG soal penataan rumah yang ciamik, apalagi kalau di pinterest. Huaah pengen semua deh. Tapi langsung ditampar oleh keadaan rumah yang seuprit.
Solusinya : Siapin duit yang banyak buat benerin beberapa ruang dirumah yang bagi saya udah bikin gatel mata. 

3. LIBURAAAAAAN
   Saya tuh belum hanymun. Hikss sedih rasanya. Dulu berandai-andai kayanya enak ya jadi backpacker, keliling nikmati hidup. Tapi lagi-lagi ditampar ama waktu dan uang. Hulalala. 
Kalau nyuri-nyuri pergi pas liburan siih bukan liburan, toh ujung-ujungnya cuma bandung puncak doang. Gak saaah. Pengennya tuh liburan naik pesawat atau naik kereta, bukan mobil. 
Maka dari itu udah merencanakan kalau Kael udah bisa jalan, kita akan liburan keluarga. Mudah-mudahan jadi rutinitas tahunan. Waktunya? ya sebagai karyawan kantoran mau gak mau liburannya pas lebaran. Mahal? ya mau gak mau. 
Apa yang saya lakukan? kumpulin duit, siapin paspor dan liatin kalender. 

4. Cantik?
   Saya pernah posting tulisan saya kalau saya ingin berubah jadi cantik kan? Nah tahun ini harus lebih agresif lagi. Ya gak perlu sampe berubah total sih, yang penting gak demek aja dilihatnya.

5. Project 2nd Kael
   Hahaha asli sebenernya masih belom kepikiran sih. Cuma ya saya mah biarkan menunggu jawaban Tuhan saja. Kalau taon kemarin saya dan suami 'jaga' dengan manual, Tahun ini di bablasin aja. Toh dulu pas buat Kael juga gak dijaga-jaga tapi dapetnya lama, makanya kali ini begitu lagi. Kalau dikasih kesempatan ya bersyukur, gak dikasih juga bersyukur. Intinya bersyukur. Hahaha.

6. Full Time Mother
   Well, ini juga masih perlu dikaji ulang karena melihat melambungnya biaya pendidikan dan gaya hidup, maka harus benar-benar dipikirkan. Nah kalau Harapan ke-5 terwujud kayaknya ke-6 ini juga ikut terwujud. Kasian Mama kalau disuruh ngendon dirumah terus ngurus cucu satu lagi. 

Dan harapan diatas tentu saja harus kerjasama dengan suami sebagai satu tim. 
Mesti hemat-hemat di tahun Ayam ini. 
Mari semakin giat bekerja, bangun lebih pagi jangan sampai rejeki kita keburu dipatok Ayam. Hihihi.



Salam Pejuang 2017,

-anita-




CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...