Friday, February 10, 2017

Sidak Biaya Hidup Keluarga

Tahun 2017 telah berjalan sebulan lebih, sedikit terlambat sepertinya udah me-review ulang apa yang sudah saya dapatkan selama tahun 2016. 

Ingatan saya mundur setahun yang lalu,ketika akhirnya saya memutuskan waktunya untuk berinvestasi, meski terdengar sudah terlambat ketika mengingat pernikahan kami telah beranjak dua tahun. Hahaha rasanya begitu mengingatnya merasa bodoh, kok gak dari dulu sih?!

Begitu melihat biaya pendidikan anak yang begitu tinggi. Bayangkan sekarang biaya SPP anak TK yang masih kucril seharga SPP saya waktu SMA. Apa wajar dengan nilai tersebut,padahal perbedaannya hanya dalam waktu 13 tahun? Belum uang pangkalnya dan segala tetek bengek lainnya. Rasanya langsung pusing!

Wes wes langsunglah saya sidak berapa tabungan saya selama ini? Hiikss bener-bener mengenaskan. Tabungan biasa ala kadarnya, Rekening BCA cuma buat numpang gaji masuk doang, Rekening Niaga bikin meringis, Tabungan berjangka masih jalan setahun lebih lagi, Reksadana? Huff sudahlah tidak perlu dipajang, bikin malu aja. Hahaha gimana masa depan keluarga kami ini????

Sampai saya berpikir,apa cuma saya yang parno soal urusan keuangan keluarga? Apa cuma saya yang ubannya makin banyak gara-gara mikirin ini tabungan keluarga kok cuma secuil doang? Hahaha. setelah blogwalking berminggu-minggu ternyata banyak sekali yang senasib seperti saya. Bagaimana mereka berjuang untuk bangkit membuat saya semangat juga. 

Apa saja yang perlu saya benahi? Darimana memulainya?
Sebelum itu terjawab, sebaiknya mari kita simpulkan dahulu pengeluaran rutin yang HARUS ada dalam sebuah keluarga, yaitu :

1. ASURANSI
Tahun 2011 saya pertama kali membuat asuransi unit link dengan biaya 400ribu sebulan dan masih berjalan sampai sekarang, meski sudah beberapa kali saya mencairkan nilai investasinya. Saya dulu tidak mengerti unitlink itu apa, yang penting kesehatan terjamin dan investasipun ada. 
Semakin kesini semakin ngerti. Rugi juga sih sebenarnya, karena jatah asuransi kesehatan yang ditanggung kayaknya udah gak sepadan ama nilai sekarang. Dihitung-hitung nilai balik investasinyapun kecil. Tapi mau tutup juga sayang karena sudah berjalan 5 tahun. 

Saat suami berniat mencari asuransi, akhirnya saya kasih tau mending ambil asuransi jiwa saja. Secara untuk asuransi kesehatan sudah ditanggung oleh perusahaannya, lumayan saya juga ikut kebagian. Asuransi Jiwa penting sekali dimiliki bagi orangtua, apalagi yang menjadi penghasil uang dalam keluarga. Jika ada sesuatu yang amit-amit jabang bayi, setidaknya yang ditinggalkan tidak langsung miskin mendadak. 

Dan BPJS juga sebaiknya ada, meski sampai sekarang saya belom pernah mencoba memakainya untuk apapun, seenggaknya jika sakit bisa memakai  BPJS. 

Untuk asuransi kesehatan untungnya saya tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Tapi jika suatu saat suami tidak lagi bekerja di perusahannya, sepertinya saya harus mencari asuransi kesehatan murni. Meski sampai saat ini saya belum menemukan yang cocok , dalam arti harga murah dengan manfaat banyak. Hahaha pelit mode on. Jadi Asuransi itu penting ya kawan-kawan!


2. KEBUTUHAN RUMAH TANGGA
Mari kita absen para sabun mandi, shampo, detergen, odol dan jangan lupakan tissue. Mereka membuat peranan penting dalam membengkaknya biaya kebutuhan rumah tangga tiap bulan.
Jangan lupa juga masukan biaya Air dan listrik ya... mereka juga punya andil besar dalam hidup kita. Lihat saja iklan salah satu merk pipa PVC yang mencerminkan masalah ketika tidak ada air didalam hidup kita? Apa kabar juga tagihan listrik yang semakin lama semakin naik tapi beberapa kali masih ada pemadaman listrik bergilir. 

Punya anak tentu saja biaya kebutuhan rumah tangga juga semakin menambah. Berhubung Kael masih baby jadi pengeluarannya juga gak banyak. Cuma susu formula dan pospak yang mesti dibeli. Sampai saat ini Kael masih minum ASI dengan ditolong susu formula Chil Mill, untuk sufor gak sampai menghabiskan 1 dus 800gr dalam sebulan. Dia minum susu kalau mau tidur saja, selain itu mah dilepeh. Untuk pospak, pintar-pintar kita cari produk yang murah tapi bagus. Hahaha apakah itu? ya pilih-pilih aja sendiri sesuai anaknya ya. Rajin-rajin cari info di supermarket atau website.

Untuk biaya ini saya biasanya sudah sediakan budget agak besar, karena sudah merangkap dengan biaya sayur mayur serta isi kulkas lainnya. 
Saya sedikit merasa beruntung memanfaatkan kebaikan orangtua yang rumahnya gak ampe 5km jauhnya dari rumah saya. Saya bisa nebeng biaya gas dan air galon. Hahaha. Gak perlu bayar sewa rumah lagi. Benar-benar beruntung kan saya ini. Jangan pada iri yooo. Setiap orang punya rejeki masing-masing. Setidaknya sampai beberapa waktu kedepan untuk urusan sewa rumah, gas dan air galon say bye-bye!

Cara saya menekan biaya ini biasanya membeli banyak saat harga murah (kecuali sayur dan bahan lainnya yang tidak bisa disimpan lama) atau belilah secukupnya. Untuk daging biasanya saya beli di pasar dan saya simpan di frezeer, sebelumnya biasanya saya potong dan pisahkan dalam plastik zip untuk sekali pakai.


3. ENTERTAINMENT
Wuih, ini penting dan kadangkala suka melebihi budget. Secara hiburan itu subjektif ya, jadi gak bisa diukur dalam rupiah. Tergantung suasana hati juga, kalau lagi happy ya duduk diatas ranjang aja udah senang. Lah kalau lagi mumet atau bosen dirumah?? katakan halo deh pada Mall. 

Tapi mau gak mau demi keberlangsungan hidup di masa depan, saya harus memfilter kembali biaya ini. Perlukah saya membeli baju atau sepatu baru? Saat memilih tempat makan, perlu atau cuma inginkah saya memilih tempat itu? Hahaha sok bijak banget ya saya, meski dalam prakteknya untuk urusan makan sih saya joorr terus. 
Saya ini orangnya pemilih berat untuk urusan barang, tapi langsung lumer jika berhubungan dengan makanan. Kebahagiaan saya ada di perut kayaknya. Hihihi. 


Nah dari ketiga biaya yang pasti keluar itulah, kita dapat mengetahui biaya yang paling dominan membuat dompet menjerit yang mana, ya pasti biaya entertain yak. 
Untuk kasus saya, pengeluaran pribadi ditanggung sendiri ya. Jadi soal pulsa dan lain-lain ya urusan masing-masing. 

Maka mulai 2017 saya akan belajar berpikir jernih. Selalu camkan kata 'BUTUH' atau 'INGIN' didalam pikiran kita untuk menekan biaya ini. Semoga berefektif bagi saya.

Kalau efektif kan lumayan, biaya bulanan setidaknya dapat dialokasikan ke investasi. Dari hasil investasi itu mudah-mudahan impian saya jalan-jalan atau punya mobil terkabul...hip hipp horee.

Kadang saya kepo mau nanya soal biaya hidup teman-teman saya dan berapa tabungan yang mereka miliki. Apa mereka punya ketakutan seperti saya? malah kadang saya suka gembor-gembor suruh mereka berinvestasi sejak sekarang. Hahaha. Udah kayak duta reksa dana aja. Ilmu masih cetek aja sok ngajarin. Tapi hidup memang membagi pengalaman bukan? 


Ayo sidak lagi biaya hidup kalian. Apa lebih tinggi pasak daripada tiang? Jangan sampai kata menyesal menghantui anda. 
Kalian tau ilmu fisika bahwa gaya suatu benda dipengaruhi oleh berat? Nah jika hidup kalian terasa berat coba dicek ulang mungkin kita udah kebanyakan gaya. Hahaha ini quote saya ambil pada sebuah komik bertema slice of life online 'LUCUNYA HIDUP INI'.





Emak Kepo,

xoxoxo
-anita-








No comments:

Post a Comment

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat a...