Tuesday, May 23, 2017

[ My1stBaby ] Kepala Benjol

Yang namanya anak kecil pasti ada aja kelakuannya, mau dijagain seketat apapun tetap aja kejadian. Awalnya baik-baik aja eh dalam kedipan mata semua berujung musibah. 

Seperti halnya yang dialami Kael semalam. Lagi enak-enak nyuapin dia makan di atas ranjang eh tau-tau dia gerasak gerusuk ke ujung dan blaaam!!! Saya gak sempat menyelamatkan dia dari musibah karena dalam sekejab saja dia terguling dan kepalanya mencium lantai duluan. Huaaah buru-buru saya tolongin.

Awalnya hanya linangan air mata namun begitu saya angkat langsung pecah tangisnya. Dan perasaan saya langsung amat sangat bersalah begitu melihat benjolan di kepalanya. 
Saya takut kepalanya pecah!!! 
Semenit Setelah Jatuh


Ditengah kekalutan yang bisa saya lakukan adalah menggendong dan menyusuinya hingga tangisnya reda. 
Buru-buru saya google 'kepala benjol setelah jatuh', ' benjol pada kepala anak', 'cara mengobati kepala benjol'.

Begitu saya google, saya menemukan banyak sekali informasi yang mungkin bisa saya bagikan juga. 
Benjolan dikepala biasanya berwarna kebiruan, itu menandakan adanya pendarahan di bagian bawah kulit. 

Beberapa menit setelahnya 

Nah kalau anda berada diposisi seperti ini, bagaimana menangani benjol kepala pada anak :
  • Untuk kasus Kael yang mengalami benjol pada kepala bagian depan tidak perlu dikhawatirkan, namun kalau posisi benjolnya berada dibagian belakang patut di waspadai karena bagian belakang kepala itu sangat penting. 
  • Gosok dibagian lukanya agar darah tidak menggumpal.
  • Kompres dengan air dingin atau batu es untuk menghentikan pendarahan. Bila cederanya ringan, benjolan makin lama akan mengecil dengan sendirinya, sebab setiap perdarahan akan diserap oleh tubuh.
  • Periksa kondisi anak selama 2 x 24 jam.


Jika dalam 2 x 24 jam anak mengalami kondisi dibawah ini, maka harus segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut ya.
  • Menangis terus menerus tidak berhenti
  • Mual dan Muntah
  • Penurunan kesadaran, tidur sulit dibangunkan
  • Demam tinggi
  • Mata tidak fokus


Udah mulai kempes

Untungnya setelah berhenti menangis Kael sudah lebih baik. Sengaja saya mengingatkan kepalanya yang benjol dengan cara membawa tangannya kearah benjolannya. Hihihi.

Sampai pagi ini sih dia sudah kembali normal. Semoga tidak terjadi apa-apa deh. Semakin tingkatkan pengawasan nih ama bocah tengil ini.  
Belum jalan aja udah banyak tingkah. 
Eh 14 bulan belum bisa jalan normal gak sih??? kok kayaknya lama amat ya jalannya?





Emak Mata Elang,


-anita-






Friday, May 19, 2017

[ My1stBaby ] Habis Demam Terbitlah Bercak Merah

Demam memang bukan suatu penyakit, tapi sebuah alert kalau tubuh kita sedang berperang melawan infeksi pada tubuh. 
Biasanya kalau saya demam itu pertanda bahwa tubuh saya lagi drop, gak bisa diajak kerja berat. Obatnya tinggal minum tolak angin terus tidur dah.

Gimana kalau anak yang demam? anak yang masih belum bisa ngomong maunya apa, gimana bisa kasih tahu kita apa yang dirasakannya?Huaah. Gak ada orangtua manapun yang kepingin anaknya sakit bukan?

Dari hari selasa saya sudah merasakan badan Kael hangat, tidak seperti biasanya. Buat jaga-jaga saya sediakan sanmol dirumah Mama.
Begitu terus sampai hari Rabu, badannya masih hangat. Saya juga ga berani mandiin pakai air biasa.

Pulang kerja ngecek suhu badan Kael kok lebih tinggi dari sebelumnya, ya sudah saya bawa pulang dan tetap mandiin air hangat. Nah malemnya mulai rewel, dinenenin ampe tidur eh kebangun lagi.Pas saya cek pakai thermometer ternyata suhu badannya 39 derajat, huaaahhh tinggi ya. Buru-buru masak air panas buat kompres badannya. Kasih sanmol dengan susah payah akhirnya berhasil masuk. Dinenenin lagi sampai tidur, meski gak senyenyak biasanya. 
Tengah malam Kael muntah, entah efek demamnya atau karena nyusu nonstop gak dilepas-lepas. Suami bantu gantiin baju dan saya kasih Kael sanmol lagi. Nenen terus sampai pagi. 

Kamis pagi suhu badannya sudah lumayan turun cuma masih demam. Biasanya kalau Kael lagi sakit gini, dia bakal manja, maunya di gendong terus.
Sepanjang kerja takut terima kabar soal Kael cuma ternyata baik-baik aja sampai pulang kantor. Demamnya sudah hilang, anaknya juga udah sedikit aktif kembali. 
Cuma kok ada bercak-bercak merah sih?? campakkah? Huaaahh.
Saya tanya Mama sih katanya bukan, efek panasnya keluar katanya sih. 

Dirumah langsung google 'bercak merah setelah demam pada anak'. 
Dan langsunglah saya menjudge kalau Kael ini kena ROSEOLA INFANTUM.

Apa itu Roseola Infantum? Baru denger saya.

Dikutip dari situs http://www.alodokter.com/roseola berikut penjelasannya :

Penyebab Roseola


Roseola biasanya disebabkan oleh virus HHV-6 atau virus herpes tipe 6. Penularan virus ini sama seperti kasus-kasus pilek pada umumnya, yaitu secara langsung ketika anak Anda turut menghirup butiran-butiran liur yang dikeluarkan oleh anak penderita roseola yang sedang berada di dekatnya melalui batuk atau bersin dan secara tidak langsung ketika anak Anda memegang benda yang telah terkontaminasi virus HHV-6 atau berbagi penggunaan sesuatu dengan anak penderita roseola, misalnya piring, gelas, dan sendok.

Itulah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kan?

Gejala roseola biasanya muncul setelah virus berinkubasi di dalam tubuh selama 1-2 minggu. Pada tahap awal, bayi atau anak-anak yang terkena roseola akan mengalami demam tinggi, batuk beserta pilek, nyeri tenggorokan, dan tidak nafsu makan. Selain gejala-gejala tersebut, sebagian penderita juga akan mengalami pembengkakan kelenjar di leher, diare ringan, dan pembengkakan pada kelopak mata.

Kael sepertinya mengalami nyeri tenggorokan sehingga beberapa hari ini tidak nafsu makan lalu demam tinggi.

Setelah tiga atau empat hari kemudian, demam biasanya akan mereda dan dilanjutkan dengan munculnya ruam berwarna merah muda yang akan memenuhi bagian punggung, perut, dan dada. Bahkan pada beberapa kasus, ruam-ruam yang tidak terasa gatal atau sakit ini juga muncul di bagian wajah dan kaki. Dalam waktu dua hari biasanya ruam akan berangsur-angsur menghilang. 
Nih kondisi Kael saat bercak merah tersebut muncul pada Kamis malam.  
Pipi





Area Tangan











Menurut beberapa situs yang saya baca, penyakit ini tidak ada vaksin atau obatnya. Karena memang berupa infeksi yang akan hilang dengan sendirinya. 
Upaya yang bisa kita lakukan hanya :

1.Periksa suhu tubuhnya, jika diatas normal buru-buru kasih paracetamol sesuai aturan ya.
2.Jangan sampai mengalami dehidrasi, upayakan anak tetap memperoleh cairan
3.Kompres dengan air hangat. Jangan air dingin ya! Dulu saya pikir pakai air dingin biar badan dingin eh ternyata berbahaya lho.
4.Jika mengalami kejang atau demam lebih dari 3 hari sebaiknya langsung dibawa kedokter.

Kayaknya untuk penyakit Roseola banyak yang mengira campak atau Rubella, karena sama-sama demam dan menimbulkan ruam dikulit. Namun nyatanya berbeda dari jenis virusnya.Berikut perbedaannya :





Doain Kael cepat sembuh ya.



thanks,
-anita-





  










Friday, May 12, 2017

#CuapCuapAlaAW - Adilkah Hukum Indonesia ?


google
Saya tidak mengenal secara langsung beliau,
Saya tidak mengikuti sepak terjang beliau,
dan
Saya bahkan bukan warga yang dipimpin beliau.
Namun yang saya nilai beliau adalah orang baik. 







Sejak kecil keluarga kami memang tidak menaruh perhatian lebih pada politik, kami hanya berusaha menjadi warga negara yang baik, karena kami tahu bahwa posisi kami hanyalah bak segerembolan domba ditengah-tengah serigala. #eh

Bagi kalian yang lahir ditahun 80-an mungkin masih pernah ingat, setiap tahunnya tepat ditanggal 30 September, tidak ada tontonan lain selain film dokumenter G30S/PKI. Rasanya sampai bosan.
Dan mungkin karena masih kecil, saya tidak merasa ada yang 'salah' dengan pemerintahan kita. 

Namun hari mencekam itu akhirnya datang. 
Setelah sebelumnya diberitakan adanya pemberontakan atas pemerintahan Soeharto -yang telah memimpin Indonesia selama 32 tahun- di Jakarta, akhirnya tanggal 12 Mei 1998 kerusuhan tidak dapat dielakkan. 

Negara yang tadinya 'damai' kini seperti letusan gunung berapi.
Meski kerusuhan terjadi di Jakarta, nyatanya dampak 'letusan' itu sampai juga ke Tangerang. Sekolah diliburkan, kami diisolasi dirumah. Televisi menayangkan berita kerusuhan disudut-sudut Jakarta dan sekitar. Para laki-laki dewasa di pemukiman kami berjaga didepan Gang, bersiap dengan sejata bambu runcing. Bunyi kentungan di tiang listrik menjadi tanda bahwa kami diminta menghadapi hal terburuk, yaitu kabur. Malam menjadi hal yang menakutkan, karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. 
Itu terjadi sampai beberapa hari kedepan. Katanya sempat ada 'oknum' yang mau merusuh di daerah kami namun berhasil digagalkan. Mall Lippo yang dulu sangat berjaya menjadi korban keganasan manusia yang gelap mata. Beruntung daerah kami aman sampai semua berangsur-angsur membaik. Soeharto berhasil dilengserkan. Namun itu membutuhkan pengorbanan nyawa banyak orang, entah yang memang layak dibunuh atau  malah jadi korban. 12 Mei mungkin tanggal yang tidak bisa dilupakan begitu saja bagi kita yang merasakan kekejaman 'politik' saat itu.

Setiap membaca atau membahas masalah kerusuhan, pastilah saya merinding, membayangkan suasana yang sempat didokumentasikan kala itu. Kami, kaum perempuan minoritas, lebih banyak menjadi korban para 'oknum' yang memanfaatkan kondisi saat itu. Entah apakah mereka masih bisa disebut sebagai manusia karena masih sempat-sempatnya memikirkan hawa nafsu disaat suasana sedang rusuh seperti itu! 
Teriakan kebencian pada kaum kami terdengar lantang! Untung saya mulai mendapat informasi mengenai situasi kerusuhan setelah beranjak dewasa, setidaknya akal sehat saya sudah lebih baik menerima semua ini. Bayangkan bagaimana jika kita berada di tengah-tengah bajingan itu? bisa gila mungkin. 

Hmmm, kayaknya membahas kejadian '98 sudah cukup. Bagi kalian yang penasaran, silakan cari tahu sendiri di google

Sejak saat itu mungkin saya langsung mendoktrin diri saya bahwa tidak ada yang benar didalam Politik. Siapa lawan dan siapa kawan tidak jelas, hitam putih bersatu menjadi abu-abu yang bisa mengelabui kita. Bahkan berita di media bukanlah suatu kebenaran hakiki. 

Ada 'orang' yang sedang memainkan politik di Indonesia. Ya saya rasa di seluruh dunia juga. Buktinya kenapa Donald Trump yang mukanya 'mesum' gitu bisa terpilih jadi Presiden Amerika Serikat? Masa sih cuma gara-gara AS masih belum bisa menerima wanita sebagai presiden mereka? ini AS lho yang katanya negara demokrasi. 

Namun doktrin itu mulai memudar begitu Jokowi menjabat sebagai Presiden RI ke-7 dan Ahok naik menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta -yang kayaknya gak pernah benar. Meski saya bukan warga Jakarta, tapi saya merasa adanya perubahan pada Jakarta, walau hanya lewat berita. 
Dulu saya pernah merasakan efek banjir di Kebon Jeruk, dari TA ke kebon jeruk aja bisa 2 jam dan sialnya saya gak kebagian bangku di Bus. Jakarta yang punya mitos bajir lima tahunan kini sudah hilang. Tapi tetap aja sih bikin saya malas kerja di Jakarta. 

Sayangnya Jakarta memang aneh. Disaat sudah ada pahlawan -menurut saya- eh begitu mau PILKADA, mau cari pengganti yang katanya 'seiman' dengan mereka. Weleh weleh ... apa sih yang kurang dari Pak Ahok? Kalau menurut saya sih udah cocok banget deh buat orang Jakarta yang susah diatur, yah kecuali cara ngomongnya yang kadang suka seenak jidat. Tapi bagi saya orang yang menjabat jadi pemimpin itu harus yang tegas biar bawahan nurut... sayangnya ternyata masih ada sifat rasis yang merajalela di Jakarta ini. Pihak-pihak tertentu berusaha menjatuhkan Ahok, memakai kekurangan Ahok yang adalah kaum minoritas untuk memuluskan aksi mereka. 

Aduduuuh saya kok malah lebih mikirin nasib Jakarta ketimbang Banten yang dikuasai Dinasti Korupsi. Jelas-jelas PILKADA kemarin saya lebih antusias mengikuti debat Cagub tetangga ketimbang daerah sendiri. Hahaha ngenes ya. 

19 April melalui perhitungan cepat tim independen, Ahok dan Djarot dinyatakan kalah. Banyak orang yang menyesalkan hasil ini, terutama pendukung Ahok. Saya merasa ada srigala berbulu domba yang secara omongan akan membela Ahok namun nyatanya malah membela lawan. Benarkan kalau politik itu abu-abu?!

Kekalahan itu nyatanya masih belum membuat puas 'orang' itu. 
Memakai dakwaan 'penista agama', Ahok kembali diserang bertubi-tubi melalui banyak sidang. Saya rasa sebenarnya Pak Ahokpun sudah lelah, saya yang melihatnya saya sudah mau angkat tangan. Namun sepertinya kebenaran harus tetap ditegakkan! 

Sayangnya 9 Mei 2017 mungkin menjadi hari yang terburuk bagi pengagum Ahok. Kala mendengar keputusan hakim mungkin seperti kata 'putus' dari pujangga hati ya. Ahok dinyatakan bersalah dan dijatuhi  hukuman 2 tahun penjara. Whaaaat??!!!

Langsung ramailah jejaring sosial.
Berbagai hastag macam saveahok, RIPjustice dan KamiAhok mewarnai media sosial hingga menarik perhatian masyarakat luar. Sumpah serapah tertuju pada hakim yang memutuskan hukuman tersebut. Prihatin juga buat kondisi mental hakim tersebut, tapi harusnya sudah biasa ya? hihihi.

Hingga hari ini banyak masyarakat membuat aksi damai dengan berkumpul dan menyerukan keinginan mereka agar Ahok bebas sambil menyalakan lilin perdamaian. Terbukti banyak orang yang mencintai Ahok. 

Sudah banyak bukan kasus yang membuat hukum seperti pisau,bisa tajam kebawah yang maksudnya tajam kepada rakyat kecil dan bisa tumpul keatas yang maksudnya tumpul bagi orang 'terkenal'. Hukum korupsi lebih ringan ketimbang hukum seorang nenek pencuri yang kelaparan. 
Bagi kita kaum awam mungkin terlihat tidak adil.Namun hukum tetaplah hukum. 

Presiden Jokowi sendiri tidak berniat campur tangan akan masalah Ahok, dia membiarkan hukum berjalan semestinya. Ya memang harusnya seperti itu, jangan karena Ahok pernah bersanding sebagai wakil gubernur bersama Jokowi lantas bisa dianakemaskan. #PresidenHebat
Janganlah melemparkan keluhan pada Presiden. Masa apa-apa curhat ke Presiden langsung sih? kemana anak buahnya?

Entahlah apa yang ada di pikiran 'orang' itu untuk negara ini? 
Seperti permainan catur, 'orang' itu begitu hebat menjalankan para bidak caturnya agar dapat melindas pihak yang menghalangi langkahnya. Dan beberapa orang berpendapat bahwa sebenarnya tujuan 'orang' itu adalah menjatuhkan JOKOWI. Karena JOKOWI ingin memajukan Indonesia di segala bidang dan menghilangkan Korupsi di negara tercinta kita ini. Sehingga banyak 'orang' yang ingin menjatuhkan beliau. 


Yang pasti janganlah bersedih dan memaki hukum Indonesia! 
Mari bangkit dan buktikan Ahok bukan hanya satu di Indonesia. Jadilah Ahok-Ahok selanjutnya yang berani memberantas korupsi di Indonesia. 
Hargai hukum kita.
Selipkan doa untuk bangsa ini didalam doamu. Karena biar bagaimanapun Tuhan yang turut adil atas negara ini.
Dan jadilah orang pintar ... pintar membedakan mana yang benar dan mana yang salah. 


Jangan sampai kejadian '98 terulang kembali!Jangan!!!




Salam Emak Cinta Kerja Ahok,

-anita-





P.S 
Tulisan ini semata-mata hanya dari sudut pandang saya pribadi dan untuk pengingat saya pribadi bahwa ada hari dimana keadilan Indonesia dianggap tercoreng dimata manusia. 
Jika ada kata-kata yang tidak berkenan mohon maafkan.













CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...