Saturday, June 24, 2017

Akhirnya Berani Juga Papsmear [II]

Tibalah hari Papsmear. 

Karena suami ada piket jaga kantor jadi ketemuan langsung di Bethsaida jam 8 pagi. 
Sebelum jam 8 saya sudah sampai menggunakan jasa Uber,sendirian. Kael saya titip ke Mama karena takut lama. Suasana rumah sakit masih sepi. Efek liburan kayaknya.

Setelah mengurus pendaftaran pasien baru, saya diarahkan untuk naik kelantai 2. Pagi-pagi udah olahraga aja deh, mana tangganya tinggi pula. 
Untuk promo ini sebelum mendaftar ke area perawat, kita harus melakukan pembayaran promo tersebut sebesar 249.900. Bukti pembayaran akan disimpan perawat untuk pendaftaran. Dan saya mendapatkan nomor antrian satuuuuu.

Berhubung Dr. Andriana baru mulai praktek jam 9, saya ditanya mau menunggu atau gimana. Yaah karena ga ada tujuan mending tunggu aja deh. 
Suami datang gak lama kemudian, kami sama-sama menunggu didepan ruangan 221, ruangan praktek dokternya. 
Eh begitu jam 9 tiba, perawat menginformasikan bahwa dokternya sedang ada tindakan dan selesai sekitar jam setengah sepuluh atau tepat jam sepuluh. Ya saya jawab tunggu aja. 

Dan begitu jam 10 kurang, dokternya masuk dengan wajah fresh yang ternyata sempat pulang dulu untuk mandi. 
Dengan ramah dan pembawaan dokternya santai, beliau mulai tanya-tanya saya seperti papsmear yang keberapa? anaknya sudah berapa dan usia berapa? Saya yang tadinya udah was-was lumayan tenang deh.
Saya diarahkan perawat untuk menaiki kursi sakti, disuruh buka celana dan duduk diatas kursi yang sudah dilapisi tissue. Setelah semuanya siap, dokter baru masuk dan mulai melakukan aksinya. 
Hihihi maluuuuuuu...

Rasanya gimana???
Ya gitulah, tidak bisa dikatakan dengan rinci. Rasakan sendiri deh.
Yang saya masih ingat adalah rasanya saat cocor bebek itu masuk kedalam dan mulai memutar. Setelah itu baru cairannya dicolek. Gak sakit sih cuma agak risih aja ya. 
Dokter dengan telaten menginformasikan 'lubang' itu pada suami. Sisanya saya yang risih udah kayak alat peraga aja. Kata dokter dilihat dari luar sih hasilnya oke. Jadi tidak ada tanda-tanda mengarah pada 'kelainan'. 
Proses papsmear sendiri gak lama kok, gak sampai lima menit. 

Setelah proses itu kita masih bisa konsultasi. 
Hasil bisa diambil 10 hari kedepan di bagian laboratorium. Kalau hasilnya oke tidak perlu konsultasi lagi ke dokter, tapi kalau hasilnya tidak bagus atau ada keluhan bisa konsultasi lagi ke dokter. Waaah semoga hasilnya baik-baik saja deh. 


Untuk vaksin serviks sendiri sebenarnya paling dianjurkan tuh saat usia remaja, sekitar umur 9-11 tahun atau paling lambat mungkin umur 21 tahun. Kalau bagi saya yang sudah aktif secara seksual, manfaatnya tidak maksimal, karena hanya melindungi dari strain tertentu HPV yang belum terkena. Sumber disini.

Papsmear sendiri sebagai metode skrining awal kesehatan kita. Jadi penting bagi wanita untuk menjaga kesehatannya sendiri, jangan menunggu tanda-tanda dulu! Pencegahan lain untuk mencegah kanker serviks adalah tidak berganti-ganti pasangan seks, tidak merokok dan belajar hidup sehat ya. 

Kalau bukan kita sendiri yang menjaga, siapa lagi?!












Friday, June 16, 2017

Akhirnya Berani Juga Papsmear (I)

Sebenarnya saat kontrol setelah sebulan melahirkan, Dr.Joel merekomendasikan saya untuk melakukan papsmear bulan berikutnya, namun saya masih berpikir perlu atau tidaknya melakukan papsmear. Apalagi mengingat istilah Papsmear itu baru sekali bagi saya.  

Saat saya bertanya pada salah satu teman yang sudah lebih dahulu melahirkan, dia sendiri belum melakukan papsmear. Jadi saya tenang-tenang saja. 

Setahun berlalu hingga sekarang, melihat mama mertua masih berjuang melawan kankernya dan Jupe harus kehilangan nyawa akibat kanker serviks, tentu membuat saya harus berpikir ulang. 

Nah salah satu untuk menanggulangi Kanker Serviks, bagi wanita yang sudah aktif secara seksual (menikah atau belum) wajib melakukan pengecekan dahulu sebelum vaksin kanker serviks yang mahal itu.


Apa itu Papsmear?
Pemeriksaan pap smear adalah prosedur pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidak adanya ketidaknormalan yang dapat mengarah kepada kanker serviks pada wanita.

Siapa yang Membutuhkan Pap Smear?

Para ahli merekomendasikan para wanita berusia 21 tahun ke atas untuk melakukan pap smear. Namun, jika Anda telah aktif berhubungan seksual sebelum usia tersebut, sangat disarankan untuk melakukan tes ini.

Sebenarnya risiko Anda terkena kanker serviks tergolong rendah jika Anda belum berhubungan seksual. Meski begitu, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan pap smear karena ada hal lain yang dapat memicu kanker serviks seperti merokok dan faktor keturunan.

Tes ini sebaiknya dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita berusia 21 – 65 tahun. Untuk wanita berusia 30 – 65 tahun yang dinyatakan negatif mengidap HPV, disarankan melakukannya setiap lima tahun. (sumber disini)


Kenapa saya belum papsmear?
Sakitkah? Masa hanya karena alasan 'sakit' dimana saya sudah pernah merasakan periksa kandungan melalui transvaginal serta merasakan cek dalam saat mau melahirkan. 
Sepertinya bukan itu deh yang membuat saya maju mundur sampai saat ini. Mungkin alasan lebih tepat adalah saya ketakutan akan hasil dari papsmear itu sendiri. 
Iya saya paling takut kalau pemeriksaan bagian dalam tubuh, kayaknya segala gaya hidup saya yang asal selama ini sudah mencerminkan bagaimana hasil pemeriksaan itu. Aaah, saya gak kuat dok!

Mencegah lebih baik daripada mengobati. 
Iya saya tahu pepatah itu! Makanya sekarang saya sadar dan berusaha meyakinkan diri saya sendiri untuk berhenti memikirkan hasil terburuknya. 

Sebenarnya dari awal tahun sudah ada promo papsmear gratis dari prodia yang bekerja sama dengan BPJS, sayangnya promo hanya berlaku di bulan April (Kartini Day) dan jam operasionalnya di jam kerja. Jadi batallah rencana saya untuk memanfaatkan promo itu. Selain Prodia, beberapa rumah sakit di Tangerang juga mengeluarkan promo kesehatan wanita cuma sayangnya saya kurang cepat. Efek ketakutan hasilnya membuat saya tarsok-tarsok(Ntar Besok).

Lalu akhirnya saya menemukan promo RS Bethsaida Gading Serpong :


Langsunglah saya minta suami booking untuk melakukan papsmear. 


Semoga ini menjadi awal yang bagus untuk hasil kesehatan saya ya.

Ayo para wanita yang sudah aktif secara seksual, mantapkan hati kalian untuk melakukan pemeriksaan ini. Manfaatkan promo yang ada, lumayan kan menghemat beberapa lembar kertas warna merah. 

Nantikan kelanjutannya ya ...



-anita-








Saturday, June 10, 2017

[ My1stBaby ] Rekap Imunisasi Kael (I)

Dulu kalau orang ngomongin mahalnya imunisasi selalu mikir 'ah masa sih' atau ' itu vaksinnya di RS kali, coba kalau di klinik atau puskesmas mungkin lebih murah' dan bla bla bla.
Nyatanya pas kejadian ama diri sendiri baru ngerasa kalau imunisasi itu emang muahaaaaall. Hahaha so buat yang masih belum punya anak mending siapin dana untuk imunisasi anaknya kelak ya.

Apa sih imunisasi itu? 
Imunisasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya suatu penyakit dengan cara memberikan mikroorganisme bibit penyakit berbahaya yang telah dilemahkan (vaksin) kedalam tubuh sehingga merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap jenis antigen itu dimasa yang akan datang. 

PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DAN BALITA.

Inilah beberapa alasan Kenapa imunisasi dasar penting untuk diberikan?
  1. Imunisasi diberikan agar bayi siap dengan lingkungan baru (luar kandungan) karena tidak ada lagi kekebalan tubuh alami yang di dapatkan dari ibu seperti saat masih dalam kandungan.
  2. Apabila tidak dilakukan vaksinasi dan kemudian terkena kuman yang menular, kemungkinan tubuhnya belum kuat melawan penyakit tersebut.

Manfaat imunisasi dasar lainnya

1. Untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

2. Untuk mencegah penyakit-penyakit menular yang berbahaya

3. Untuk menjaga anak tetap sehat

4. Untuk mencegah kecacatan dan kematian.

5. Untuk menjaga dan Membantu perkembangan anak secara optimal. Dan lain-lain
(sumber disini)

Kael memakai jadwal imunisasi rekomendasi IDAI tahun 2014, dimana sudah tercetak didalam buku kesehatannya. 

Jadwal Imunisasi 2014

Namun dalam website resmi IDAI sudah ada jadwal imunisasi terbaru 2017. 

Jadwal Imunisasi 2017
Berhubung Kael dari awal memakai jadwal imunisasi tahun 2014, maka saya lanjutkan saja sesuai jadwal tersebut.

Ini saya rekap imunisasi yang sudah dilakukan Kael agar jadi pengingat juga.
1. Baru Lahir     : Hepatitis B (1) dan Polio (0)
2. Usia 1 Bulan   : Hepatitis B (2)
3. Usia 2 Bulan   : Polio (1)  + BCG  + DTP (1) + Hib (1) +   
                    Rotavirus (1)
4. Usia 4 Bulan   : Polio (2) + DTP (2)+ Hib (2) + Rotavirus (2)
5. Usia 6 Bulan   : Hepatitis B (3) + Polio (3) + DTP (3) + Hib (3)+
                    Rotavirus (3) 
6. Usia 9 Bulan   : Campak
7. Usia 12 Bulan  : PCV (1)
8. Usia 14 Bulan  : PCV (2)

Tadinya tidak punya rencana untuk PCV , apalagi baca-baca harganya yang lumayan mahal. Toh dokter di Carolus kayaknya gak bilang apa-apa sejak jadwal pertama PCV terlewat. 
Eh akhirnya pas umur setahun mau imunisasi Cacar Air (Varisella) ,dokternya menyarankan imunisasi PCV dahulu. Hahaha akhirnya terwujud juga ya meski pas liat tagihan nyeseeeekk aku Nak.
Makanya Kael imunisasi PCV setelah lewat 1 tahun, biar cuma 2 kali cuss doang. Hihihi bener-bener pelit ya. Mungkin kalau mau lebih pelit lagi suntiknya pas diatas 2 tahun biar sekali doang. Cuma kalau ditengah jalan kena sakit duluan amit-amit deeh.


Beruntung kantor suami menanggung beban imunisasi dasar jadi lumayan terbantu deh sebelum ini. Namun sekarang untuk imunisasi tambahan kami harus pintar-pintar cari tempat imunisasi soalnya kan pakai uang pribadi. Untung mengenal Rumah Vaksinasi BSD sebelumnya , dimana kita tidak dikenakan charge biaya konsultasi dokter dan biaya imunisasinyapun lebih murah ketimbang di rumah sakit. 

Sebagai contoh perbandingan imunisasi PCV Kael kemarin :
PCV (1) dilakukan di RS Omni dikenakan charge dokter 350.000 + admin 50.000 + Imunisasi 850.000 ... saya gak sanggup totalinnya T_T.
Nah untuk biaya dokter saya bingung sebenarnya, karena beberapa bulan sebelumnya sempat kesana untuk periksa Kael yang batuk pilek cuma 200-250ribuan deh tapi kok sekarang 350ribu?apa karena pakai asuransi kantor?atau emang udah naik biaya dokternya ya? (per April 2017)
Nah untuk di PCV (2) dilakukan di Rumah vaksinasi BSD, hanya dikenakan charge adm 10ribu dan biaya imunisasi 750.000 .... luaaarrr biasa. 
Meski harus menempuh perjalanan agak jauh (Tangerang kota - BSD) tapi sebanding deh ama selisih uangnya. Hahaha #emakperhitungan

Jadi bagi kalian yang mau imunisasi anak atau dewasa coba deh hubungi rumahvaksinasi terdekat, siapa tau bisa menghemat biaya dokter. Disini meski gak ada biaya dokter tapi ada dokter yang bisa diajak konsultasi tumbuh kembang anak. Apalagi kalau bayarnya pakai uang pribadi kan lumayan hemaaaat.

Kenapa saya tidak mencari klinik terdekat? 
Mungkin karena saya sudah terlanjut jatuh hati ama Rumahvaksinasi ini. Teman saya kalau vaksinasi di Klinik dekat rumahnya, ada biaya dokternya dan kalau mau imunisasi tambahan yang jarang orang pakai mesti booking dulu baru tersedia. Jadi daripada repot cari-cari lagi ya sudahlah. 






Salam Emak Pro Imunisasi,


-anita-




LOKASI & INFO RUMAH VAKSIN BSD















CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...