Friday, June 16, 2017

Akhirnya Berani Juga Papsmear (I)

Sebenarnya saat kontrol setelah sebulan melahirkan, Dr.Joel merekomendasikan saya untuk melakukan papsmear bulan berikutnya, namun saya masih berpikir perlu atau tidaknya melakukan papsmear. Apalagi mengingat istilah Papsmear itu baru sekali bagi saya.  

Saat saya bertanya pada salah satu teman yang sudah lebih dahulu melahirkan, dia sendiri belum melakukan papsmear. Jadi saya tenang-tenang saja. 

Setahun berlalu hingga sekarang, melihat mama mertua masih berjuang melawan kankernya dan Jupe harus kehilangan nyawa akibat kanker serviks, tentu membuat saya harus berpikir ulang. 

Nah salah satu untuk menanggulangi Kanker Serviks, bagi wanita yang sudah aktif secara seksual (menikah atau belum) wajib melakukan pengecekan dahulu sebelum vaksin kanker serviks yang mahal itu.


Apa itu Papsmear?
Pemeriksaan pap smear adalah prosedur pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidak adanya ketidaknormalan yang dapat mengarah kepada kanker serviks pada wanita.

Siapa yang Membutuhkan Pap Smear?

Para ahli merekomendasikan para wanita berusia 21 tahun ke atas untuk melakukan pap smear. Namun, jika Anda telah aktif berhubungan seksual sebelum usia tersebut, sangat disarankan untuk melakukan tes ini.

Sebenarnya risiko Anda terkena kanker serviks tergolong rendah jika Anda belum berhubungan seksual. Meski begitu, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan pap smear karena ada hal lain yang dapat memicu kanker serviks seperti merokok dan faktor keturunan.

Tes ini sebaiknya dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita berusia 21 – 65 tahun. Untuk wanita berusia 30 – 65 tahun yang dinyatakan negatif mengidap HPV, disarankan melakukannya setiap lima tahun. (sumber disini)


Kenapa saya belum papsmear?
Sakitkah? Masa hanya karena alasan 'sakit' dimana saya sudah pernah merasakan periksa kandungan melalui transvaginal serta merasakan cek dalam saat mau melahirkan. 
Sepertinya bukan itu deh yang membuat saya maju mundur sampai saat ini. Mungkin alasan lebih tepat adalah saya ketakutan akan hasil dari papsmear itu sendiri. 
Iya saya paling takut kalau pemeriksaan bagian dalam tubuh, kayaknya segala gaya hidup saya yang asal selama ini sudah mencerminkan bagaimana hasil pemeriksaan itu. Aaah, saya gak kuat dok!

Mencegah lebih baik daripada mengobati. 
Iya saya tahu pepatah itu! Makanya sekarang saya sadar dan berusaha meyakinkan diri saya sendiri untuk berhenti memikirkan hasil terburuknya. 

Sebenarnya dari awal tahun sudah ada promo papsmear gratis dari prodia yang bekerja sama dengan BPJS, sayangnya promo hanya berlaku di bulan April (Kartini Day) dan jam operasionalnya di jam kerja. Jadi batallah rencana saya untuk memanfaatkan promo itu. Selain Prodia, beberapa rumah sakit di Tangerang juga mengeluarkan promo kesehatan wanita cuma sayangnya saya kurang cepat. Efek ketakutan hasilnya membuat saya tarsok-tarsok(Ntar Besok).

Lalu akhirnya saya menemukan promo RS Bethsaida Gading Serpong :


Langsunglah saya minta suami booking untuk melakukan papsmear. 


Semoga ini menjadi awal yang bagus untuk hasil kesehatan saya ya.

Ayo para wanita yang sudah aktif secara seksual, mantapkan hati kalian untuk melakukan pemeriksaan ini. Manfaatkan promo yang ada, lumayan kan menghemat beberapa lembar kertas warna merah. 

Nantikan kelanjutannya ya ...



-anita-








No comments:

Post a Comment

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...