Wednesday, August 2, 2017

Mari Melek Soal Keuangan Masa Depan

Ternyata sudah lima bulan lewat sejak saya memposting tulisan mengenai keadaan keuangan rumah tangga saya. Masih newbie jika boleh dibilang. Tapi kalau dipikir-pikir saya lumayan berusaha juga selama lima bulan ini, artinya dalam masa peralihan dari orang yang boros kini belajar jadi orang pelit hemat. Huuff ... jalan masih panjang saudara-saudara. 

Selama lima bulan tentu bukan berarti saya langsung berubah total jadi berhemat, nyatanya masih aja suka kebobolan, terutama soal jajan. Duuuh, saya ini orangnya tukang jajan banget. Kalau pagi bisa mampir ke tukang kue buat ngeborong snack kue basah yang kalau ditotalin lumayan bisa buat uang bensin tiga hari. 
Ya tau sendiri nasib jadi karyawan yang duduk dibelakang meja, kalau lagi waktu senggang kan mulutnya pengen kerja yak. 

Nah karena saya tau kelemahan saya itu urusan jajan, maka kebiasaan itu mau saya 'rem'. Gak ada yang salah kok sebenarnya jajan, kan buat perut juga, kalau gak makan nanti lapar terus gak konsen kerja. Hayooo gimana dong? 
Ya emang gak ada yang salah - bagi sebagian orang - tapi bagi saya itu salah. Wong saya juga beli sarapan pagi kok, malah kadang tuh jajanan sebenarnya akibat lapar mata aja. Dimakan karena ada, kadang suka sisa terus dibawa pulang. Sayangkan uangnya. 

Akhirnya saya memutuskan mencari jalan terbaik untuk menyelamatkan uang saya dari kebiasaan-kebiasaan tak berfaedah. #uhuuy
Sesaat sebelum gajian, biasanya saya akan membuat perencanaan keuangan amatiran di excel.
Nyatanya memang benar, kalau mau menyisihkan uang untuk tabungan atau investasi lebih bagus itu diawal, jangan nunggu sisa. 

Setelah di otak atik berkali-kali akhirnya saya menemukan rumus perhitungan pengeluaran bulanan yang mungkin bisa dicontek. 
1. Perpuluhan 10%
sumber http://www.bibleinfo.com/id/topics/perpuluhan










2.  Hutang 15%
Hutang disini adalah hutang konsumtif dan produktif. Jadi pintar-pintar kita saja ya. Usahakan porsinya tidak lebih dari 30%. 
Maka bijaklah dalam berhutang. Disini hutang saya isinya cuma autodebit prudential , belanja online (beli popok), biaya uber, atau kalau lagi kepengen hedon baru ambil porsi disini. 

3. Investasi 20%

Ditulisan saya sebelumnya saya sempat desprate karena reksadana sempat mandek atau jalan ditempat. Oleh karena itu saya mau rajin lagi ngisi pundi-pundi uang disini buat pendidikan Kael dan liburan. Hohoho semoga taon depan bisa ke Bangkok!!!

4. Dana Darurat 10%
Hayo siapa diantara kalian yang masih belum punya dana darurat?? Saya dulu juga seperti kalian kok, sadarnya ya baru-baru sekarang ini setelah banyak membaca postingan soal keuangan. Nyatanya setiap orang membutuhkan dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan untuk yang jomlo single, 6 kali untuk yang sudah menikah dan 9 kali dari pengeluaran bulanan untuk yang sudah menikah dan punya anak. Semakin banyak tanggungan maka semakin besar dana darurat yang disiapkan. 
Dana darurat ini sebaiknya disimpan dalam bentuk instrumen yang mudah dicairkan kapan saja ya.

5. Biaya Hidup 40%

Biaya ini termasuk biaya makan (jajan), uang bensin (motor), kasih mama (jasa jagain Kael), persembahan hari Tuhan dan kebutuhan Rumah Tangga. Kadang suka kepake uangnya gara-gara selalu sedia di dompet. 
Makanya untuk uang jajan dan ongkos saya selalu pisahkan dikantung celana sebesar 40ribu/hari. Jadi saya gak bongkar-bongkar dompet selama pergi-pulang kantor. Hihihi kalau ada sisanya saya simpan di lemari kantor, lumayan kalau akhir bulan masih ada cadangan.

6. Biaya Entertain 5%
Kekecilan ya cuma 5%? atau saya buletin jadi 500.000 sebulan. Wuiih mungkin ga sih zaman sekarang bisa tetep hedon dengan uang segitu???? sebulan lhoo bukan sekali pake?!
Untungnya sih sejak punya Kael, saya gak punya hasrat buat mampir-mampir sepulang kerja, pengennya langsung pulang. Sudah begitu saya memang orangnya bukan tipe pecinta make-up dan shopping. Saya ini kebahagiaannya ada di perut, jadi duitnya kebanyakan habis di makan. 
Dan sejak punya anak tentu tujuan hura-huranya bukan ngikutin kemauan kita doang, tapi harus lihat kondisi anak juga. Jadi sekarang lebih banyak nongkrong di Timezone ketimbang XXI T_T atau Gramedia.
***
Seperti itulah porsi pengeluaran bulanan saya.
Kali ini saya juga minta suami bergabung untuk memulai keuangan sehat keluarga kami. Setelah tiga tahun berjalan sendiri-sendiri, kini kami bergandeng tangan demi masa depan keluarga kami. Hahaha kayaknya malah telat ya, harusnya dari awal menikah. Tapi lebih baik terlambat bukan daripada tidak sama sekali.

Memang awalnya terasa berat karena selalu aja kepikiran 'aduh urusan nanti ajalah ... ini kan uang kita juga, masa capek-capek kerja gak ngerasain duitnya sih'.
Tapi balik lagi kita harus berpikir logis. Kita gak tau kedepannya gimana, apalagi biaya hidup dan pendidikan itu sekarang serba mahal. Daripada menyesal belakangan, lebih baik mempersiapkan dana dari sekarnag. 
Thanks,
-anita-

No comments:

Post a Comment

BELI DI AIRFROV ATAU LIVE SHOPPING JASTIP ???

Sebelum kepergian ke Thailand, suami sempat mengenalkan saya pada aplikasi jasa titip online yaitu AIRFROV. Lumayan bagus sih reviewnya, ma...