Friday, September 22, 2017

Hal Yang Dirindukan Setelah Punya Anak

Setelah memiliki anak tentu ada tugas baru yang akan dimulai, yang tentunya akan mengambil jatah waktu kita. 

Kalau sebelum punya anak, kita masih bisa pakai waktu diluar jam kerja dengan ngedate bersama suami atau membahagiakan diri sendiri ,maka sekarang mari rencanakan waktu yang kita punya sebaik-baiknya. Tapi ya namanya anak kecil yang masih belum bisa mandiri, sebaik-baiknya rencana yang dibuat tentu ada aja yang tidak sesuai. Ujung-ujungnya waktu habis untuk menemani Kael lagi. 

Itu artinya waktu 'me time' yang saya punya di sisa hari itu telah habis. Yang ada saya juga ikutan tepar di ranjang.
Bukan maksud menyesal atau apa, tapi kadangkala ada hal-hal yang saya rindukan saat belum memiliki anak. Rasa rindunya tentu melebihi kita kangen masa-masa sekolah.Pokoknya beda deh. 
Berikut hal-hal yang saya rindukan saat saya belum memiliki anak :

1. Tidur

Oh saya senang berleha-leha diranjang!
Kalian boleh setuju dengan suami saya kalau menganggap saya seperti kerbau yang kerjaannya cuma tidur. Saya enggak peduli. 
Tidur bisa menjauhkan saya dari mood yang berantakan akibat lapar, kesal atau bosan. Setelah menghabiskan hari dengan bekerja, tentu paling enak merebahkan badan diatas kasur yang empuk. 

Sayangnya setelah memiliki anak, tidur itu jadi kegiatan yang mahal. Bahkan sampai saat ini setiap malam saya tidak pernah tertidur pulas, telinga saya waspada terhadap suara rengekan Kael meminta susu. Oh anakku, lekaslah menyapih. 

 
2. Menonton Bioskop
 
Sebelum punya anak, saya dan suami kadangkala menghabiskan waktu sepulang ngantor dengan menonton bioskop.
Kami bahkan sering mengadakan acara nonton midnight bersama teman lainnya, bisa ditebak dong kalau nonton jam sembilan keatas itu akan sampai rumah jam berapa. Setiap ada film baru, biasanya akan ada obrolan nonton bersama. 
Suasana bioskop itu memang ngangenin. Film bagus dengan kualitas suara mantap, plus sebaskom popcorn dan lemon tea rasanya tidak ada yang mengalahkan. Surga!
Saya bahkan lupa film terakhir apa yang saya tonton karena sudah terlalu lama saya absen di bioskop. Terakhir ke bioskop mungkin beberapa bulan lalu, itupun bukan menonton tapi menunggu suami nonton. Dunia gak adil! 
Mungkin sebagian orangtua berani membawa anak balitanya menonton di bioskop. Kenapa saya bilang berani? karena membawa balita menonton di bioskop itu butuh perjuangan lho. Kita harus tahu hal apa yang bisa membuat anak tidak rewel dan harus tutup mata serta telinga dari orang sekitar.
Saya pernah punya pikiran untuk nekat mengajak Kael menonton di bioskop, tapi niat itu langsung padam begitu saja karena ujung-ujungnya saya takut. Takut mengganggu orang lain dan juga takut gak menikmati film. Hahaha saya masih cemen rupanya. 

Saya pribadi sebelum punya anak sedikit terganggu ketika melihat penonton anak kecil ikut menonton. Gak masalah kalau yang ditayangkan adalah film dengan genre anak-anak, tapi kalau filmnya bergenre dewasa??? Meski itu memang balik ke orangtua masing-masing. Tapi kalau saya belajar menahan hasrat untuk menonton di bioskop, cari cara lain seperti membeli dvd atau download(ilegal :p ),bisa juga menunggu tayang di televisi. 

3. Window Shopping

Memang niatnya enggak belanja, tapikan ada kesenangan tersendiri ya saat lihat-lihat baju baru. Lirik terus cobain eh cocok, duuh rasanya gimana gitu. Belum lagi kebiasaan saya dulu sering mampir ke Gramedia buat melihat buku-buku baru, meski kebanyakan novel. Rasanya senang aja menelusuri rak-rak buku lalu membaca resensi di belakang buku tersebut. Aiihh wangi buku baru memang enggak akan tertandingi deh.

Setelah punya anak rasanya susah sekali. Mau cari celana aja bingung gimana cobainnya, apalagi anak lagi aktif-aktifnya. Makanya sekarang kalau mau beli baju cari sesuai yang dibutuhkan dan tidak membutuhkan waktu untuk mencoba. Efisien dan Efektif! 

4. Berleha-leha


Menghabiskan waktu kosong cuma duduk sambil menonton TV, baca novel atau membuka media sosial itu rasanya enak banget deh. Gak peduli suami lagi sibuk dengan hobi sepeda atau game-nya, yang penting hati saya senang. 

Lah sekarang pegang hape kelamaan, Kael langsung menyabotase hape saya untuk menayangkan video-videonya. Saya tidur-tiduran diranjang aja langsung disergap minta nenen. Cuci piring aja Kael merengek minta digendong. Gimana bisa leha-leha? 

5. Makan dimanapun dan apapun

Siapa disini yang doyan makanan pedas selain saya?Pasti banyak kan! Makanan pedas itu membuat hormon saya lebih baik kayaknya, langsung semangat rasanya setelah makan. Semangat ke WC! Hahaha. Dimanapun dan apapun makanan yang pedas dan bermicin kayaknya bikin saya napsu. Gak peduli tuh tempat makan gak ber-AC, gak peduli juga pelanggan lainnya merokok atau enggak, yang penting makan bleh. 

Tapi setelah memiliki anak tentu harus dipikir ulang!Udah gak bisa sebebas itu saat menentukan akan makan dimana dan apa. Apalagi Kael sudah aktif bergerak, tempat sempit jelas sudah kami blacklist. 
  
***
Meski berat merasakan kerinduan terhadap kelima hal diatas, tapi saya sadar kerinduan itu tidak akan sebanding dengan kerinduan saya pada masa-masa kecil Kael. 

Saat beranjak besar, Kael tentu tidak akan selalu bersama saya. Harinya akan sibuk dengan tugas sekolah dan teman-temannya. Maka dari itu saya mau puas-puasin hari saya menemani Kael. Menikmati setiap momen, meski memang terasa berat karena inginnya tidur terus. Hahaha. 

Kalau kamu, apa yang kamu rindukan?

Emak Kael,

-anita-







No comments:

Post a Comment

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat a...