Wednesday, September 13, 2017

Rumah Idaman

Bagi sebagian orang, mungkin arti sebuah rumah hanyalah tempat singgah untuk beristirahat - macam suami saya - setelah terbebas dari segala rutinitas harian. 
Tapi gak demikian dengan saya atau beberapa orang diluar sana. Kami seperti meletakkan separuh jiwa kami di rumah, jadi kalau kelamaan diluar rasanya ingin cepat pulang. Hehehe. 

Saya adalah tipe anak rumahan, sejak kecil memang selalu terbiasa sepulang sekolah ya langsung masuk rumah, apalagi dulu lingkungan sekitar rumah kurang kondusif bagi perkembangan anak-anak. Obat-obatan serta judi udah jadi perbincangan biasa di daerah saya, makanya Mama menutup akses kami untuk bersosial dengan tetangga, tentu gak semua tetangga kami seperti itu. Pokoknya ruang lingkup pertemanan saya di lingkungan sekitar terbatas deh, kenalnya ya cuma orang-orang tertentu yang sudah pasti dikenal orangtua saya. 

Nah kebiasaan itu ternyata mendarah daging hingga saat ini, apalagi setelah punya anak, rasanya setelah pulang kantor kok jadi malas keluar lagi. Meski setiap weekend pasti jarang ada dirumah, tetap aja pikirannya mau dirumah terus. Hahaha. 

Dulu sewaktu pertama kali tahu bahwa orangtua saya memberikan satu rumahnya untuk kami tempati, tidak ada terbesit pikiran untuk ikut campur dalam pembangunan. Apalagi itu rumah tua dan saat itu tidak dilakukan pembongkaran semua, hanya merenovasi beberapa bagian seperti meninggikan lantai, mengubah teras depan menjadi ruang tamu dalam, serta mengganti atap baja. Kepikiran sih mau minta dibuatkan dua lantai, sayangnya dana yang tersedia tidak cukup. Hahaha udah gratis minta lebih. Begitu rumah sudah selesai renovasi hingga sekarang kok saya menyesal gak ikut bawel saat pembangunan ya. Hikss.
Sebenarnya dari tahun lalu saya ada keinginan untuk merenovasi beberapa bagian yang menurut saya itu 'mengganggu', seperti :
1. Jendela Ruang Tamu
Susahnya tinggal dipemukiman adalah posisi rumah dengan tetangga berdekatan, ya memang tidak dekat sekali sih cuma rumah kita masih bisa di kepoin ama tetangga.
Jendela rumah saya itu memang sudah ada sejak rumah ini dibangun, modelnya kayu dan memakai kaca nako warna hitam. Dan ukurannya panjang. Tua bingits kan?
Bagi saya jendela itu ukurannya nanggung, terlalu panjang dan kurang berfaedah. Hahaha. 
 
Inginnya sih punya jendela besar menghadap keluar biar kalau lagi santai bisa duduk-duduk cantik menatap langit. Tapi ide itu gak akan mungkin bisa diterapkan dirumah saya. Ya kali pas lagi selonjoran cantik dikepoin ama tetangga. Coret!
Atau bisa juga saya bongkar itu jendela, saya pasang glassblock banyak sertas lobang angin/ roaster 

2. Jendela Kamar 
Lagi-lagi karena model membuat saya gatal ingin menggantinya.
Inginnya punya jendela sliding besar biar kalau sumpek dikamar bisa buka jendela dan melihat keluar tanpa dikepoin orang. Berhubung posisi kamar saya berada didepan teras dimana area mencuci dan menjemur, jadi harusnya ide ini bisa diterapkan. 
3. Lemari Pakaian

Dulu disudut rumah ada lorong tidak terpakai, jadi saya minta tukangnya menyatukan lorong itu dikamar utama untuk menjadi area menyimpan pakaian. Saya sudah menuangkan ide saya pada Mama, sayangnya pas eksekusi tidak sesuai harapan. Lorongnya memang menyatu dengan kamar, tapi bukan lemari dinding yang saya dapatkan malah lemari pakaian buatan si tukang yang ada. Gemes kan?!
Makanya sekarang saya mau bongkar itu sudut, mempercayakan Papa untuk merealisasikan impian saya. Beberapa minggu lalu sempat survey ke ACE Hardware untuk membeli besi-besi rak, eh Papa bilang bikin aja. Meski sampai sekarang belum ada realisasinya.

4. Dapur
Meski sekarang tidak terlalu aktif di area ini,tapi kan inginnya punya dapur yang ciamik. Cuma yah kok sekarang kolong dapur saya jadi tempat penyimpanan segala barang. Segala botol bekas minuman, plastik serta katalog belanja, serta oven tangkring Mama yang makan tempat. 
Inginnya punya dapur kayak di Feed Instagram atau Pinterest, meski kecil tapi kayaknya kok betah ya didapur. Kalau bisa ada mini bar gitu, biar bisa ngobrol meski sibuk didapur. 

5. Teras

Rumah saya ini tertutup, rumah dipagar tinggi hingga atap karena takut kemalingan lagi macam dulu.
Baca juga ini : RIP - VIXION MY HUBBY

Udah dipagar, ditutup pula pakai fiber putih. Benar-benar diisolasi deh. Hahaha jadi privasi saya terjaga, meski terlihat lebay ya. 
Meski tertutup, teras ini tetap kedapatan cahaya matahari dan angin kok dari luar. 
Saat ini teras saya manfaatkan untuk mencuci dan menjemur, ditambah gudang abal-abalan serta rak sepatu. Kalau dilihat ya berantakan dan bikin gatel mata, cuma masih belum sempat diberesin.

Oleh karena itu kepikiran mau buat gudang kecil disudut teras, ada sisa sekitar semeteran hasil lorong tidak terpakai dulu. Tidak bablas disatukan kekamar, karena ada lubang septitank katanya disitu. 
Setelah gudang saya mau buat area jemur baju menjadi minimalis, membuat rak sepatu yang bisa dipakai untuk kursi santai juga, dan kalau bisa buat mini garden. Hahaha secara ternyata saya tergoda punya taman dirumah, biar mata seger dikit. 

6. Kamar Belakang

Ada dua kamar dirumah kami, satu lagi kamar belakang. Niatnya buat kamar tamu atau calon kamar Kael kelak, tapi sekarang isinya ya barang-barang tidak terpakai. Kalau dibuka bikin ilfeel deh. Makanya saya jarang kesana, ditutup terus. 
Inginnya membersihkan segala sampah, menyiapkan kamar tamu atau kamar Kael. 

***
Sayangnya kenyataan tidak seindah harapan. 

Kalau dipikir-pikir sayang juga harus renovasi semua bagian 'mengganggu' itu, karena saya kepikiran mau buat dua lantai. Jadi sambil menunggu dana renovasi, akhirnya saya mencoba menerima keadaan. 

Didalam keterbatasan, kita tetap harus mensyukuri apa yang kita miliki kan? 

Setelah berpikir panjang, akhirnya saya memilih untuk membuat merapihkan bagian Teras -membuat gudang serta merapihkan bagian cuci dan jemur baju - dan Lemari Pakaian. Hihi kebetulan Mama lagi bangun disebelah, jadi bisa manfaatkan tukangnya buat ngerjain gudang. 

Belum lagi masih ada beberapa furniture idaman yang masih belum saya beli juga T_T .
Duh, banyak pengennya nih.

Mungkin inilah yang membuat saya masih mengurungkan niat berhenti dari pekerjaan. Masih butuh duit!




Thanks,
-anita-



No comments:

Post a Comment

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...