Sunday, September 10, 2017

Semangat Menyambut Imunisasi Campak dan Rubella

Menjadi orangtua rupanya membuka mata saya lebar-lebar, hidup kita bukan lagi milik kita sendiri. Ada tanggung jawab sosial yang perlu kita emban dalam kehidupan anak. 

Seperti halnya imunisasi. Awal menjadi orangtua saya buta dalam hal imunisasi, saya setuju imunisasi tanpa tahu manfaat dan dampaknya bagi anak. Yang penting mencegah dulu deh. Eh makin lama makin mengerti manfaat imunisasi, selain untuk kekebalan tubuh anak sendiri ternyata juga berdampak bagi orang lain. 

Tidak sedikitkan kasus anak sakit karena tertular saat di Sekolah? 
Mungkin kalau flu atau batuk masih bisa dianggap remeh untuk dipandang, tapi jangan abaikan Campak dan Rubella!
  
Campak (Measles) dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Sebagaimana kebanyakan penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus, hal ini tidak ada obatnya. Walaupun begitu, penyakit ini bisa dicegah, atau setidaknya dikurangi dampak bahayanya bila anak-anak yang rentan terinfeksi tersebut mendapatkan imunisasi MR.
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, bahkan sampai kematian. Gejalanya bisa mulai dari demam, ruam, batuk dan pilek, juga mata merah dan berair.
Sedangkan Rubella pada anak-anak biasanya seakan muncul sebagai penyakit ringan, anak-anak mungkin segera merasa baik kembali. 
Nah, celakanya itu jika penyakit ini menulari ibu hamil pada usia kandungan trimester pertama atau awal kehamilan, karena kalau sampai janinnya terinfeksi, maka kemungkinan Si ibu akan mengalami keguguran. Bila bayi tetap lahir kemudian, maka kemungkian besar bayi tersebut mengalami kecacatan sejak dilahirkan. Inilah yang disebut sebagai Sindroma Rubella Kongenital. Perkembangan selanjutnya dapat berdampak pada perkembangan bayi, antara lain adalah risiko menderita kelainan pada jantung, kebutaan, atau cacat penglihatan, pendengaran, dan terhambatnya perkembangan anak dalam tingkat yang berat, juga bisa mengakibatkan kematian. 
Dengan fakta itu, maka imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit MR ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus, dan inilah yang menjadi peralihan dari vaksin sebelumnya, yaitu MMR (Mumps, Measles, dan Rubella).
Sumber : Kompasiana 

Imunisasi MMR memang sudah ada sebelumnya, namun agak susah didapatkan serta harganya yang lumayan mahal. 

Nah saya itu penggemar blog Mami UbiiTiada hari tanpa membuka blognya.

Ketika saya mencari artikel mengenai pentingnya pengecekan TORCH saat kehamilan, secara enggak sengaja menemukan sebuah artikel yang akhirnya membawa saya ke laman Mami Ubii, eh keterusan karena cara penyampaian setiap tulisannya begitu mengena. Hingga akhirnya saya menemukan jawaban dari rasa penasaran saya mengenai Ubii, anak pertamanya, yang mengidap Congenital Rubella Syndrome (CRS) akibat kehamilan yang terinfeksi Rubella.


Didalam blog surat-ibu-yang-kena-rubella-saat-hamil tersebut, Gesi -panggilan Mami Ubii- meminta kita untuk ikut berjuang dalam melawan Campak dan Rubella, mungkin memang terlihat sepele tapi menyimpan bahaya untuk orang lain lho. Sejak itu saya semangat mencari tahu mengenai program imunisasi MR ini.

Dan ternyata pemerintah mewujudkan tanggung jawabnya dalam hal kesehatan , melalui Kementerian Kesehatan telah mencanangkan kampanye imunisasi Campak(Measles) dan Rubella ini. Yang paling bikin happy adalah imunisasi ini akan GRATIS! Gretong buuu ... emak-emak kalau tau gratisan kan seneng ya. 

Untuk pelaksanaannya dimulai bulan Agustus-September 2017 untuk Pulau Jawa dan tahun 2018 untuk di luar Pulau Jawa. Di Pulau Jawa sendiri, untuk anak-anak usia sekolah maksimal 15 tahun akan diadakan di Sekolah pada bulan Agustus, lalu dilanjut bulan September untuk anak berusia 9 bulan keatas atau anak usia sekolah yang belum/tidak bersekolah di Posyandu/Puskesmas/Fasilitas Kesehatan lainnya. 

Jadi untuk yang berada di luar Pulau Jawa, harap bersabar dan kalau bisa dapat membantu sosialisasi imunisasi ini. 
Karena menjelang imunisasi MR berlangsung, banyak sekali kasus-kasus yang membuat orangtua ketar-ketir kalau imunisasi ini berbahaya. Apalagi untuk kaum anti vaksin.
Saya sampai bingung sendiri untuk orang yang anti vaksin. Apa hanya dengan alasan tidak jelas kehalalan vaksin tersebut sehingga tidak mempedulikan kesehatan anak serta orang lain? Jelas-jelas MUI sudah memperbolehkan vaksin tersebut karena mempunyai tujuan untuk melindungi. Jadi please segera sadar dong. 

Balik lagi ke pengalaman saya dalam mengikuti program ini. Setelah menunggu dengan harap-harap cemas dari bulan Agustus, akhirnya Kael berhasil disuntik MR di Posyandu. Uhuuuy!!!

Gimana ceritanya? Kok di Posyandu sih? Gak takut tuh suntikannya bekas atau vaksinnya palsu?!

Haha begini nih orang yang masih memandang sebelah mata terhadap Posyandu, Mama saya dulu juga gitu. 
Pas saya meminta beliau tanya informasi mengenai jadwal imunisasi di Posyandu belakang rumah, Mama sempet menolak mentah-mentah dengan alasan si A pernah bermasalah lho habis imunisasi disana atau emang berapa sih kalau imunisasi di dokter?nanti Mama ganti deh. Beruntung tetangga banyak anak seumuran Kael dan sudah maraknya iklan kampanye imunisasi ini di Televisi, jadi Mama akhirnya yang semangat menunggu jadwal imunisasi ini. Lagipula saat saya tanya imunisasi MR di rumahvaksin, katanya belum tersedia karena program pemerintah jadinya baru di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Aurel - keponakan saya - sudah terlebih dahulu ikut imunisasi di bulan Agustus, dari pihak sekolah sudah memberitahu lewat buku agenda sekolah. Katanya sih Aurel gak nangis pas disuntik, mungkin karena kami sudah sering bilang kalau disuntik itu kayak digigit semut. 
Nah kalau si Kael kan masih belum bisa di cuci otaknya. Gimana dong? Ya let it go aja deh. 

Sempat salah cek jadwal Posyandu, harusnya setiap hari Kamis minggu kedua setiap bulan, eh Mama datang tanggal 7 September ya salahlah. 
Terus Sabtu pagi tanggal 9 September,  berhubung belum punya ide mau kemana ya udah main-main dirumah Mama dulu. Eh denger-denger Posyandu buka dan ada imunisasi, wah langsung buru-buru jalan deh. Bersama tetangga lainnya saya kesana, tentu bocah-bocahnya naik mobil-mobilan. 
Jangan harap Posyandu sebagus rumah sakit ya! 
Setelah daftar, saya masuk dan bersiap memangku Kael. Memang sih gak selembut dokter anak, tapi mbak posyandu yang bertugas menyuntik melakukannya dengan cepat. Awalnya Kael cuma memperhatikan dengan selidik, sampai akhirnya si mbak menekan lengannya dan cuuus, barulah tangisnya meledak.Demi sehat Nak. 
Masih beruntung dapet wafer dan secup air begitu selesai. Haha.

Tidak ada indikasi demam setelah itu dan Kaelpun suka memutar ulang video imunisasinya. 

So, jangan egois untuk kesehatan. Karena di dunia ini kita tidak tinggal sendirian, ada orang lain yang perlu kita jaga kesehatannya pula.


Emak Pendukung Imunisasi,

-anita-


No comments:

Post a Comment

MENCAIRKAN BPJS KETENAGAKERJAAN 2019

Zaman sekarang tuh segalanya dipermudahkan banget deh rasanya., contohnya saja urusan hal mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS ...