Wednesday, October 4, 2017

Naik Motor Meski Musim Hujan Tiba

Kalau bulan yang berakhiran -ber pasti itu tandanya udah memasuki musim kawin hujan. Siap-siap berbecek ria!

Meski hujan baru muncul intens di bulan Oktober, tapi tetap aja membawa dampak bagi kita yang beraktivitas diluar rumah. Hujan di pagi hari contohnya, efeknya sungguh berkepanjangan. Mau bangun aja rasanya berat, eh ini mesti berangkat kantor. Tau sendiri kan ya berangkat kerja dengan kondisi hujan itu merupakan tantangan besar banget, apalagi bagi pengendara motor kayak saya. 

Ketika mau berangkat ke kantor tapi gerimis, hati saya sungguh dilema. Mau naik kendaraan umum atau tetap membawa motor sendiri. Kalau naik kendaraan umum itu artinya saya harus berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan , enaknya saya enggak perlu capek membawa motor ditengah kemacetan. Rem-gas-rem-gas.
Tapi ujung-ujungnya saya tetap membawa motor sendiri, selain lebih efisien, keterbatasan waktu juga menjadi alasan saya. Tapi kalau boleh memilih sih mending saya tetap di dalam rumah. Hihihi.

Dengan membawa motor sendiri,itu artinya saya harus berhadapan langsung dengan kemacetan. Memang lebih murah dan lebih cepat sampai, tapi itu penuh perjuangan lho. Apalagi saya menuju kawasan industri di Tangerang, sudah pasti banyak motor dan mobil besar yang ikut melintas. Tidak jarang kalau hujan, beberapa titik seperti daerah Taman Cibodas, Jati serta jalan masuk kawasan Gajah Tunggal menjadi area kemacetan dan banjir. Perlu kesabaran dan kehati-hatian deh, karena banyak sekali pengguna jalan (khususnya motor dan angkot) yang tidak sabaran.Apa saya termasuk? Semoga enggak. 

Berikut tips dari saya untuk para bikers di jalanan sana agar tetap dapat berkendara dengan aman meski hujan :
  • Selalu siap sedia dengan jas hujan
    Tidak ada yang dapat menebak cuaca saat ini, nanti atau besok. Jika kita sudah memutuskan berkendara dengan sepeda motor, itu artinya kita sudah mempersiapkan jas hujan, apalagi saat musim penghujan seperti sekarang.
Usahakan jas hujan yang di pakai tidak berjenis ponco/one piece, memang lebih praktis karena tinggal hap, tapi nyatanya tidak aman untuk si pemakai atau orang lain. Dulu saya memang senang pakai ini, praktis dan pasti air hujannya tidak menyerap melalui resleting, tapi astaga kalau hujan angin itu repot banget. Kita harus berusaha supaya ujung mantel enggak berkibar-kibar atau lebih parahnya nyangkut. Sereeem. So, usahain yang jaket dan celana ya guys.
Usahakan juga jas hujan yang dipakai berwarna terang karena saat hujan kadangkala jarak pandang pengendara tidak terlalu jauh apalagi ketika malam tiba, warna terang dapat membantu pengendara lain menyadari keberadaan kita. 
  • Pakai alas kaki yang aman 
       Hayo siapa disini yang masih sering pakai sandal jepit saat naik motor? Saya enggak tuh. 
Dengan memakai sandal jepit, itu artinya peluang kita terkena batu kerikil keinjek orang semakin besar. Lagipula apa enggak licin ya pakai sandal jepit saat becek-becekan? Bisa aja kan saat mengerem, tali sandalnya malah mengganggu. Apalagi buat pengendara yang memilih telanjang kaki ketimbang pakai sepatu, alasannya sih sepatunya takut basah. Lah lebih sayang sepatu daripada kaki??
Saya selalu menyiapkan sepatu cadangan, baik di rumah ataupun di kantor. Jadi alas kaki yang saya pakai saat berkendara memang khusus untuk dijalanan, ya sepatu yang udah buluk. Meski buluk tapi bisa melindungi saya dari benda-benda tajam di sepanjang jalan, kaki-kaki pengendara lain kalau lagi kurang beruntung, dan lagi tentunya melindungi kaki saya dari debu. Uhuuy. 
  • Jaga jarak aman 
   Hujan membuat jalanan licin, bahkan tergenang air. Itu artinya membuat laju kendaraan sedikit lebih lamban dari biasanya. Untuk berjaga-jaga dari tabrakan beruntun akibat kelalaian pengguna kendaraan lain, baiknya kita menjaga jarak aman kita. Apalagi melihat motor didepan kita jalannya enggak bener, beeh mending pindah deh. Gak jarangkan sering terjadi tabrakan beruntun karena masalah rem mendadak. 
  • Pastikan kendaraan kita layak untuk berkendara saat hujan
    Cek kondisi ban, baik itu tekanan angin ataupun ulir ban. Itu bisa menghindari kita dari kejadian yang tidak diinginkan seperti jatuh karena ban licin.  
Cek juga lampu utama dan rem. Dan yang paling utama adalah ketersediaan bahan bakar. Hujan bisa menyebabkan kemacetan, enggak mau sudah jatuh tertimpa tangga kan? Jangan sampai dorong motor sambil hujan-hujanan, itu namanya Masa Kecil Kurang Lama. 
  • Tetap Waspada dan Sabar
   Hujan menyebabkan sebagian orang lupa akan aturan. Pokoknya inginnya cepat sampai, urusan lawan arus masa bodo. Sering kan kita kedapatan motor ambil jalur lain supaya enggak ikutan macet sama kita. Atau jangan-jangan kamu juga gitu guys? Ayo dong belajar sabar. Kamu menyerobot hak orang lain bukan menyelesaikan kemacetan lho, malah menambah kemacetan. 
Kalau memang mau cepat sampai, ya usahakan dong berangkat lebih awal. Lawan kemageran (ke-mager-an) kamu waktu bangun.

   Waspada juga sangat diperlukan saat hujan kayak gini. Lubang di jalan kadang tersamarkan dengan genangan air, bagi yang sudah hapal setiap inchi jalan yang dilewati sih pasti sudah menghindari area tersebut, lah kalau baru? Jadi tetap waspada, hindari genangan air karena tidak tahu apa yang ada didalam itu. Jebakan betmenkah? atau malah comberan lagi.Hihihi. Stay cool aja meski di klaksonin orang karena kita jalannya pelan di area batu-batuan atau rawan lubang. Emang kalau kita jatuh dia mau bantuin?!

*** 
Mari kita ciptakan aman dan nyaman berkendara.
Berkendara dengan baik guna melindungi kita ataupun oranglain dari kecelakaan lalu lintas. Enggak mau kan terjadi penyesalan diakhir cerita?!


Lady Biker,
-anita-


   


No comments:

Post a Comment

MENCAIRKAN BPJS KETENAGAKERJAAN 2019

Zaman sekarang tuh segalanya dipermudahkan banget deh rasanya., contohnya saja urusan hal mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS ...