Monday, October 9, 2017

Orchardz Gajah Mada - Pontianak

Pertama kali merencanakan pergi ke Pontianak sudah request untuk tinggal di Hotel saja ketimbang menumpang dirumah saudara mertua. Sempat adu pendapat lalu akhirnya saya mengalah untuk bersedia menginap disalah satu rumah saudara mereka tapi dengan catatan jika dikemudian hari saya tidak cocok maka kami akan pindah ke Hotel. Dan akhirnya sehari sebelumnya diinformasikan bahwa tidak ada tempat di rumah saudara. Uhuuuy. 

Mulailah repot mencari hotel, bahkan kami baru memesan semalam sebelum berangkat karena calon pengantin masih belum memastikan keluarganya mau stay dimana. 

Untung ada Traveloka yang memudahkan pencarian hotel. Dengan bantuan review hotelpun sangat membantu, kami jadi bisa tahu kekurangan dan kelebihan hotel tersebut. 

Akhirnya kamipun memutuskan menginap di Orchardz Gajah Mada.
Dengan harga 1,2juta untuk menginap 4 hari 3 malam di Kamar Superior Double Bed tanpa sarapan. 

Dan ketika berhadapan langsung dengan hotelnya, saya sangat beruntung sudah memesan hotel ini. 

Berada di jalan besar Gajah Mada, terdapat minimarket pujaan, foodcourt serta jajanan khas Pontianak (pagi) di sekitar hotel memudahkan kami kalau sedang kelaparan. 



 
Namun memang ya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Hahaha. Beberapa kekurangan yang saya temui sebagai tamu hotel saat itu, yaitu :
  • Kamar Tidak Kedap Suara. 
Saya memesan kamar dilantai atas dengan harapan bisa mendapat pemandangan pontianak. Namun apa dikata, mungkin instruksi saya kurang pas. Kami memang mendapatkan kamar lantai 6, namun pemandangan yang kami dapatkan adalah halaman kosong dengan banyak mesin AC.
 
Dengan adanya mesin-mesin AC tersebut maka saya harus sabar diri ketika tidur, karena suara mesin-mesin tersebut lumayan mengganggu. Belum lagi suara orang dari luar atau kamar sebelah yang siang itu beberapa kali saya dapatkan sedang latihan saksofon. 
 
  • Area Parkir yang Sempit
Lahan parkir yang sempit membuat area ini selalu sibuk setiap saat. Tempat ini mungkin hanya bisa membuat 20-an kendaraan roda empat. 
 
  • Pancuran Air yang tidak bisa dicabut
Susahnya adalah saat memandikan Kael. Saya harus benar-benar mengatur air agar tidak terlalu deras. 
 
  •  Bantal Kamar yang Pelit
Hahaha kalau ini sih keluhan bagi orang-orang yang hobi memeluk bantal guling atau tidur dengan bantal setinggi-tingginya kayak saya. 

Saya tidak mereview sarapan di hotel ini karena saya tidak memesan kamar dengan sarapan. 

Overall hotel ini cukup memuaskan bagi saya. Kekurangan yang saya temui tidak terlalu mengganggu banget sih, tapi kalau bisa diperbaiki. 

Sekian review pengalaman menginap amatir dari saya. Mungkin dilain waktu lebih baik lagi. #kode
 
 
Thanks,
-anita-

No comments:

Post a Comment

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...