Tuesday, October 3, 2017

Praktek Quote Bob Sadino - Bisnis itu dibuka bukan cuma ditanyakan terus

Mei 2017 menjadi langkah awal suami keluar dari zona aman. Dengan budget dan konsep terbatas, dia mencoba menggapai impiannya membuka usaha tempat makan. 

Namun sayangnya hanya berjalan kurang dari lima bulan. Kesulitan mencari pegawai pengganti membuatnya harus membuang angannya. Tanggal 1 Oktober 2017, usaha itu terpaksa ditutup. Dia beberapa kali kedapatan merenung sebelum akhirnya mengambil keputusan. Oh sayang. 

Segala penyesalan mulai mendatangi pikirannya. Kenapa dulu dia begitu ngotot jalanin usaha ini sendiri? kenapa dia nekat mengeluarkan uang sebesar itu untuk awal usaha?  Kalimat itu berulang kali dia ucapkan. Saya hanya bisa mencoba menenangkan segala kegundahan hatinya. Usaha pertama memang tidak mudah. 

Bisnis yang bagus adalah yang Dibuka, bukan ditanyakan terus. - Bob Sadino 

Kurangnya pengalaman dan pengetahuan akan usaha tempat makan mungkin membuat suami gagal dalam usaha pertamanya. Saya yang memang tidak memiliki keturunan wirausaha, dari awal sering pesimis dan menanyakan seberapa yakin suami dalam menjalani usahanya. 

Sebagai karyawan, kami tentu selalu berada di zona aman. Tidak peduli untung atau rugikah perusahaan tempat kami bekerja, yang penting gajian. Kalau kenaikan gaji kecil di tahun berikutnya ya kami tinggal mencari perusahaan baru toh. Tapi lain halnya dengan menjadi wirausaha. Dengan kegagalan ini, saya setidaknya belajar bahwa tidak mudah menjadi wirausaha.

Beberapa hal yang kami hadapi saat membuka usaha pertama kali :
  • Sekarang ini dalam usaha tempat makan, membutuhkan kreatifitas dan modal yang mumpuni untuk menarik perhatian pelanggan. Sudah banyak usaha sejenis yang lebih dulu terkenal, membuat kami harus berpacu untuk mencari ide-ide segar lainnya.
  • Dari usaha ini saya membantu dalam pembukuan, memang diawal butuh modal besar untuk renovasi ruko serta pembelian peralatan dan perlengkapan tempat. Hampir seratus lima puluh juta untuk memulai tempat makan ini, itu juga banyak pembelian yang tidak tercatat dalam pembukuan. Dari awal memang ada kesalahan dalam pembukuan, karena suami masih tidak memisahkan antara pribadi dengan usaha.
  • Mencari Karyawan tidak semudah bayangan. Awal usaha kami telah memiliki karyawan yang sesuai posisi, namun lambat laun ada saja ulah karyawan tersebut sehingga mengundurkan diri atau harus diberhentikan. Terakhir dua orang penting akhirnya menyerah dengan alasan masalah keluarga.
  • Butuh passion yang kuat. Karena dengan membuka usaha sesuai dengan passion rasanya mau semenderita apapun menjalaninya pasti tetap enjoy. Nah suami ini banyak ragunya, orang kritis macam dia memang agak susah karena kebanyakan yang dipikirkan tapi gak take action
Semoga dengan pengalaman ini tidak berdampak traumatis pada suami. Siapa sih yang mau mengalami kegagalan? 

Pengalaman kadangkala mahal, tapi itu berguna untuk membentuk masa depan kita kelak. 



-anita-

No comments:

Post a Comment

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat a...