Saturday, October 21, 2017

ROTI NOGAT BSD

Efek dari iseng-iseng kepoin kuliner lewat Instagram dan Blog adalah munculnya hasrat ingin mencoba. Apalagi kalau tahu bahwa tempatnya dapat dijangkau, wah pasti udah masuk waiting list dalam daftar YANG AKAN DICOBA. Sayang hasrat tersebut kadang tidak sejalan dengan waktu yang dimiliki. Haha.

Namun sepertinya kali ini alam semestapun ikut berpihak pada saya ketika mau mencoba Roti NOGAT di Pasar Modern BSD.

Niatnya mau kesana saat imunisasi Kael di rumahvaksin BSD, tapi berhubung imunisasi Dpt+Hib+Polio (4) ditanggung asuransi kantor berarti kami beralih ke Omni Alam Sutera. Demi imunisasi gratis!   
Eh malamnya suami bilang mesti ke kantor dulu karena surat rujukannya ketinggalan dikantor. Eaa I love U Suami ...#saya maafkan kamu kali ini. 

Setelah mengambil surat rujukan dikantor suami, kamipun menuju Pasar Modern BSD yang sudah ramai itu. Bermodalkan informasi bahwa Roti Nogat (dahulu bernama Roti Tiam) terletak di pintu Barat, kami asal masuk parkiran motor yang didepan mata. Eh ternyata didepannya Ruko Roti Nogat. Uhuuuy. 

Antrian sudah sampai di toko sebelah. Saya bertugas cari tempat dilantai 2 dan suami yang antri. Saya awalnya dapat posisi disamping jendela, lumayan agak panas karena kurang kena AC. Eh pas nunggu sambil menyusui, suami chat kalau gak bawa dompet. Dan sayapun gak bawa uang cash. Gubrak. Untung bisa debit. 


Setelah memberanikan diri nitip jagain tempat sama bapak-bapak sebelah, saya pun turun sambil tetap menyusui Kael. Huff perjuangan banget ya. Kalau suami naik keatas berarti antriannya dari awal lagi #rugidong.

Antrian yang mengular di Lantai 1
Papan Menu Yang Simple


Tenang, bisa debit kok
Saya memesan paket Ceria dengan isi roti Meuses 1/4 + nasi Perang isi ayam 1 + Es Moka. Untuk pilihan minuman bisa yang lain kecuali Es Pokat. Sayangnya suami gak baca pesanan saya selanjutnya yaitu Jagung Gurih.



Roti Nogat

Roti Meuses



Nasi Perang a.k.a Nasi Kucing

Ini (kayaknya) Kopi Ceria. Perpaduan Kopi, Jeruk Nipis dan lupa hahaha

Es Moka
Disini kalau sudah selesai order atau sudah duduk manis tidak bisa nambah order selain minuman, mesti antri ulang. Menurut saya sih kurang efisien, karena itu artinya perputaran pelanggan yang sudah dapat meja jadi lambat.
Misalkan pelanggan yang di meja mau nambah karena kurang kenyang, itu artinya dia harus mengantri lagi sekitar 10 menit lebih, belum lagi menunggu pesanannya diantar. Belum lagi ngobrol-ngobrolnya. Sedangkan pengunjung baru terus berdatangan. Tapi mungkin si pemilik mempunyai cara tersendiri sih. 

Meski ukuran roti hanya 1/4 tapi lumayan mengenyangkan. Untuk toping yang diberikan juga tidak pelit. Saya lebih suka toping Nogat, bergabung dengan selai Moka yang bikin nyummy. 

Untuk pelayanan juga ramah banget. Ruko-nya kan kayak gang senggol, jadi kadang bertabrakan dengan staff yang antar pesanan. Mereka pasti permisi atau merespon sapaan kita. 

Sayangnya disini gak bisa lama-lama karena tempatnya kecil sedangkan pengunjung baru berdatangan, gak enak juga kalau lama-lama disini. Pas saya pulangpun antrian saja masih mengular.

Semoga kelak dapat diperbesar tempatnya sehingga bisa menampung banyak pelanggan. 






Thanks,
-anita-

 

No comments:

Post a Comment

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...