Wednesday, November 29, 2017

[ Drama Korea ] Because This Is My First Life

Hi, balik lagi review drama korea terbaru yang baru saja tamat di VIU. 

Awalnya enggak tertarik karena enggak kenal dengan para pemainnya, apalagi pemeran utama cowoknya kurang menarik dengan model rambut belah tengah itu. Haha namun karena iseng ya saya tonton hingga akhirnya penasaran kelanjutannya. Aaah, Korea Selatan kenapa pintar sekali sih buat cerita. 

Jadwal Tayang  : 

09 Oktober - 27 November 2017

Total Episode :

16 Episode

Cast :







Sinopsis  :


Ada 3 pasangan yang diceritain di film ini dan ketiganya memang dalam ruang lingkup pertemanan yang sama.  Ji Ho- Se Hee, So Ji-Sang Goo, dan Ho Rang-Won Seok. 

Pemeran utamanya adalah Ji Ho dan Se Hee. 
Se Hee memiliki perhitungan yang detail dalam hidupnya, sehingga di usianya saat ini sudah memiliki rumah meski harus berhutang KPR dan membuat dirinya semakin pelit dalam keuangan.
Ji Ho adalah asisten penulis drama yang mempunyai keinginan menjadi penulis utama suatu drama. Sayangnya dia harus keluar dari rumah karena Sang adik menikah. Tidak punya pekerjaan dan butuh tempat tinggal membuatnya harus mencari tempat yang murah untuk mengejar mimpinya. Sampailah ia bertemu dengan Se Hee.  

Karena saling membutuhkan akhirnya mereka sepakat melakukan pernikahan palsu yang sepaket dengan kontrak perjanjian sewa-menyewa kamar di rumah Se Hee. Lambat laun Ji Ho jatuh cinta pada Se Hee namun tertekan dengan masa lalu Se Hee serta pikirannya sendiri.

Ho Rang dan So Ji adalah sahabat Ji Ho. Keduanyapun memiliki masalah dalam hubungan asmara mereka. Ho Rang sudah 7 tahun berpacaran dengan Won Seok tapi belum juga dilamar. Ketika Ho Rang dan Won Seok berada dalam tekanan, akhirnya mereka memilih berpisah. So Ji yang tidak menginginkan komitmen karena suatu hal akhirnya terpicut dengan Sang Goo yang menginginkan komitmen. 


Review :

Kalian yang masih ABG mungkin enggak terlalu doyan jalan cerita film ini, karena film ini menceritakan kondisi kehidupan para pria dan wanita berusia matang di Korea Selatan atau bisa saja di Indonesia. 
Semakin tingginya biaya hidup membuat banyak orang berpikir ulang untuk menikah, seperti Won Seok. 

Sebenarnya agak enggak suka dengan jalan pikiran si Ji Ho ini. Polos tapi kok pikirannya berat banget deh, apa karena dia itu ceritanya penulis jadi mesti hati-hati dalam melakukan tindakan? 

Di film ini membahas juga 'kamar 19' yang ada pada suatu buku. Mungkin artinya semacam ruang untuk me time. Tapi disini selalu jadi momok menakutkan bagi si Ji Ho ini. 

Meski cerita tentang kehidupan orang dewasa tapi tidak ada adegan apapun yang menjurus ke pornografi. Adegan kissing aja manis bener deh. 

Film ini enggak sepenuhnya berat kok, ada juga hubungan manis si Sang Goo yang mengejar cintanya So Ji. Atau ulah Se Hee yang perhitungan diawal episode. Dan kalau mau ngumpulin quote film mungkin disini paling banyak, karena banyak banget obrolan yang puitis - yang kadang bikin berat mikir. 


Selamat Menonton !


Thanks,
-anita- 

 
 



 

Monday, November 20, 2017

[ Drama Korea ] While You Were Sleeping

Saya jadi tergila-gila dengan Lee Jong Suk setelah menonton drama korea ' Pinocchio '.  Setelah itu cari film dia yang lain ketemu School 2013 yang enggak saya tonton karena enggak tertarik, tapi nonton Dr. Strange. Aduuuh si ganteng. 

Nah karena saya berlangganan VIU, jadi bisa nonton film terbaru dia yang berjudul While You Were Sleeping. Kali ini Lee Jong Suk bersanding dengan Suzy. Mereka sama-sama terkenal so pasti paling ditunggu nih drama. 




Periode Tayang : 
 27 September - 16 November 2017 

Total Episode :
 16 Episode

Cast :
Dan pemain tambahan di setiap episode. Info para pemain dari sini.

Sinopsis : 
 
Nam Hong Jo (Suzy) selalu dihantui mimpi yang terasa sangat nyata, yaitu kematian dirinya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Jae Chan(Lee Jong Suk)yang merupakan tetangga barunya. Hong Jo penasaran dengan Jae Chan yang muncul di mimpinya, makanya dia terus memberitahu mimpinya namun Jae Chan selalu menyangkal tidak percaya. 

Hingga akhirnya Jae Chan memimpikan kecelakaan yang dialami Hong Jo. Tidak ingin mimpinya menjadi kenyataan, Jae Chan berusaha menghentikan kecelakaan itu yang ternyata menyelamatkan Woo Tak (Jung Hae In). Selamat dari kecelakaan itu membuat Woo Tak memimpikan Jae Chan. 

Hong Jo adalah seorang reporter yang sedang masa hiatus karena ketakutannya meninggal saat tugas, Jae Chan adalah seorang Jaksa yang awalnya disepelekan karena masih awam, sedangkan Woo Tak adalah seorang polisi. Ketiganya menjadi teman karena mimpi-mimpi mereka yang saling terkait. 

Jae Chan melewati setiap kasus yang lumayan pelik, apalagi semuanya berhubungan dengan Lee Yu Beom, seorang jaksa yang kini menjadi Pengacara ternama. Jae Chan memiliki masa lalu buruk dengan Yu Beom.
Dan ternyata ada sebab kenapa mereka memiliki keterkaitan satu sama lain. Kilasan masa lalu yang membuat Jae Chan sadar bahwa Hong Jo adalah anak laki-laki yang ditemuinya saat acara kematian ayahnya. 

Ketika mimpi Hong Jo menjadi kenyataan, dapatkah ia selamat dari kematian? Dapatkah keadilan ditegakkan? Dapatkah Jae Chan memenangkan setiap kasus yang selalu di mimpikan Hong Jo dan Woo Tak?

Film ini menurut saya :

Lee Jong Suk ganteng banget yaaaa #eeh. Hahah meski bibirnya dia kok kering banget sih #pinginbasahin. 

Hahaha review macam apa diatas itu. 

Film ini sih menurut saya drama thiller gitu ya. Setiap kasus yang ditangani Jae Chan bikin kita penasaran sendiri dan bikin greget sama si pengacara songong - Lee Yu Beom-  itu. 

Dari film ini saya jadi tahu kalau jadi Jaksa ternyata sulit juga ya. Mereka mengurus ratusan kasus setiap bulan itu artinya bisa ribuan kasus setiap tahun. 
Kalau melihat bagaimana Yu Beom jadi jaksa jadi mikir apakah para jaksa mengurus semua kasusnya dengan benar? atau cuma yang penting selesai masalah lain belakangan. 
Bisa saja ada kasus yang ujungnya menghancurkan hidup seseorang, entah siapanya terdakwa. Kelalaian Jaksa dalam melakukan autopsi atau membuat surat pernyataan, atau bahkan salah mendakwa. Seperti kata-kata si Yu Beom saat di investigasi oleh Jae Chan. 

" Kamu jahat karena kamu tahu bahwa apa yang kamu lakukan salah sehingga sekarang kamu marah pada kami. Tapi sebenarnya kamu tidak marah pada kami, tapi pada diri kamu sendiri. Kamu benci diri kamu sendiri. Kamu mengira kesalahan kamu akan hilang jika menyalahkan orang lain. Kamu ketakutan. Kamu terus bersembunyi dan menutupi fakta lalu makin merasa bersalah setiap hari. Kamu berada disini bukan karena jawabanmu salah tapi karena kamu memaksakan jawaban salah itu menjadi benar. Kamu Jahat, Yu Beom!" 

Kakaknya lebih kolokan daripada Adiknya
Uhuuy si dede Lee Jong Suk bikin gemes deh. Di film ini dia bisa jadi unyuuu, bisa jadi tegas. Porsinya pas. Apalagi kalau beradegan dengan Suzy, maniiis banget deh mereka. Dan begitu drama ini selesai, Suzy malah putus dengan Lee Min Ho yang sedang wajib militer. Apa kepicut ama dedek gemes Jong Suk ya. Ahaaay. 
  
Woo Tak juga jadi idola baru disini. Badan pelokable-nya itu semriwiiing deh. 

Aduh pokoknya drama korea ini layak ditonton deh. Udah pemainnya oke-oke, ceritanya juga bikin ketagihan.  

Selamat menonton!


Thanks,

-anita- 






[ Drama Korea ] Go Back Couple

Mau coba bikin review Drama Korea yang sudah di tonton ah di Viu.

Kali ini saya mau mencoba mereview drama korea berjudul Go Back Couple atau dikenal juga dengan judul Confession Couple/ Confession Spouses. 



Awalnya saya tidak menaruh perhatian pada drama ini, secara pemainnya bukan kesukaan saya. Meski Jang Na Ra merupakan aktris lawas, tapi keawetmudaannya bikin saya iri sehingga saya antipati dengan drama ini. 

Namun semua berubah ketika saya dihadapkan di situasi yang sama. Kehidupan suami istri yang dilanda prahara rumah tangga karena kurangnya komunikasi dan waktu berkumpul. Ketika mereka sudah berada diambang batas kesabaran dengan sikap pasangan, disitulah prahara dimulai. 

Kita pasti pernahlah tanpa berpikir panjang asal cetus 'andai waktu bisa diulang' bla bla bla yang membuat kita berharap masa sekarang yang suram ini tidak pernah terjadi andai kita memilih hal sebaliknya. 

Beginilah alur film menurut saya. Ya meski endingnya tuh fantasy banget. Hahaha.

Cast :
Sumber Cast From Here
Periode Tayang :

 13 Oktober - 18 November 2017

Total Episode :
 12 Episode
Sinopsis :

Sepasang suami istri yang sudah membina rumah tangga selama 14 tahun. Sang suami ( Choi Ban Do) yang bekerja mati-matian sebagai sales obat-obatan sedangkan istri (Ma Jin Jo)hanyalah ibu rumah tangga biasa yang sedang krisis percaya diri. 

Ketika satu masalah muncul dan membuka kembali luka lama keduanya, membuat mereka akhirnya menyerah dan memutuskan bercerai dalam kondisi tertekan. Dan seperti saya bilang sebelumnya. Ketika dihadapkan situasi yang suram, kadangkala rasa penyesalan membuat kita berharap punya mesin waktu untuk mengubah semuanya. 

Andaikan kita menikah dengan orang lain, pasti hidup kita lebih terjamin dan bla bla. Andai kita enggak bertemu 'pasangan' kita saat itu, mungkin kita bla bla bla. Tapi yang kita enggak sadar adalah bersyukur ada orang yang saat ini kita sayang. Oooh Seo Jin yang lucu. 
 

Review : 

Drama ini memang real life banget menurut saya. 

Di film ini menceritakan bagaimana perubahan seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki anak. Jin Jo yang tidak pede lagi memakai baju terbuka atau bagaimana cueknya Jin Jo dalam urusan makanan. Udah bisa makan aja syukur banget ya Mak. 

Soal pekerjaan memang enggak ada matinya, apalagi bagi Ban Do si salaryman. Sebagai kepala keluarga dengan satu pemasukan, dia harus benar-benar berusaha keras dalam menjual obat-obatannya. Melobi para Dokter agar terus membeli produknya, bahkan mau aja dijadiin samsak istri tua salah satu langganannya. Ahaay. Dunia memang kejam ya. Ini nih yang kadang bikin masalah dalam keluarga. Si istri enggak tahu bagaimana suaminya kerja, yang ada pikirannya neting terus.  



 

Hubungan dengan mertua juga dikupas disini. Bagaimana Ban Do mempunyai penyesalan atas kematian mertuanya, Go Eun Sook. Makanya selama mereka kembali ke masa lalu, dia berusaha sering bertemu dengan beliau. Sedih deh waktu Ban Do mengungkapkan penyesalannya sehingga bikin Jin Jo luluh. Intinya manfaatkan waktu yang ada dengan orangtua.

Menikah bukan cuma soal cinta, tapi juga bagaimana kita menerima kekurangan pasangan. Apalagi pernikahan yang sudah lama, percikan api asmara tentu tidak sepanas awal pernikahan. Uhuuy honeymoon lagi.  
 
Menurut saya film ini mau menceritakan bahwa komunikasi antar pasangan sangat penting, apalagi di masa-masa seperti ini. Pekerjaan ataupun hal lainnya kadangkala menyedot waktu dan pikiran kita, sehingga susahnya berkumpul dengan pasangan.  


Pakailah waktu anda sebaik mungkin untuk orang-orang yang anda sayangi. Karena didalam kenyataan, enggak bakal ada bangun-bangun balik ke masa lalu. 


Thanks,

-anita- 

Tuesday, November 14, 2017

Pelarian Ibu Hobi Nonton Drama Korea

Dari dulu saya suka nonton. 
Pulang sekolah bingung mau ngapain ya nonton pelariannya. 
Entah itu nonton film india, barat, vampire china, FTV ataupun sinetron. Tapi lebih dominan suka drama korea sih, karena ceritanya kadang lebih bisa diterima daripada sinetron Indonesia (sori to say). Apalagi dulu lagi era dorama jepang dan drama korea, yah saya pantengin tuh TV setiap jadwal main. Semakin banyak kesibukan (ahaay)semakin malas nontonnya, karena enggak tentu kapan bisa nonton lagi. Tau sendiri ya film seri seperti itu bikin ketagihan!

Seringkali pas lihat iklan di TV menayangkan drama baru, bikin saya penasaran. Akhirnya punya ide buat cari DVD sewaan, lumayan enggak perlu nunggu jadwal main di TV. Jeleknya ya kadang bikin kita nekat begadang demi menjawab rasa penasaran ending film sebelumnya. Satu episode lagi deh abis itu bobo...gitu terus sampe akhirnya mata sepet.

Setelah kuliah sambil kerja tambah sedikit waktu luang buat nonton film seri seperti itu. Kalau yang benar-benar menarik dari segi pemain dan cerita aja baru cari waktu untuk marathon nonton. 
Nah setelah lulus kuliah kan berarti aktivitas cuma ngantor doang, ditambah temen kantor yang sewain dvd korea. Jadi demam drakor lagi deh. Gak masalah deh mata sepet dikantor, ada kopi sachetan yang setia menemani. 

Eh pas sudah punya anak,boro-boro mau marathon nonton drakor. Buat tidur nyenyak aja suatu kesempatan yang langka hingga saat ini. Waktu me time cuma bisa dilakukan di kantor, itupun pas senggang. 

Dan saya kan doyan blogwalking jadi silent reader(hehehe)terus baca blog milik mbak anninast soal hobi nontonnya. Mbak anninast ini me-review aplikasi VIU yang buat saya tertarik. 

Kenapa tertarik???
Karena pilihan filmnya banyak. Ada drama korea, dorama Jepang, Film Thailand serta Film Indonesia.
Memang saat ini lebih banyak pilihan drama korea, bahkan ada yang sedang tayang di Korea sana lho. 

Dan yang lebih menarik adalah kita bisa nonton tanpa harus berlangganan. Uhuuy kan. Mau lebih uhuy lagi??? cobain berlangganan gratis selama 30 hari dengan mendaftar. 

Bedanya apa? 
  • Kalau kamu engak berlangganan, kamu masih bisa menonton film original VIU serta film yang sudah lama selesai tayang di negaranya. Namun tidak semua film drama kamu bisa tonton, karena waktu berlangganan gratis saya habis, saya enggak bisa nonton Goblin episode 6 keatas.
  • Kalau kamu berlangganan, kamu bisa akses semua film yang premium. Yang artinya film tersebut sedang tayang di negara asalnya atau memang film bagus, memang tidak semua langsung memiliki subtitle bahasa Indonesia seperti drama korea ' Because This is My First Life' episode 10. Tapi lumayan banget kan update duluan.

Nah setelah masa percobaan gratis saya berakhir, saya ketagihan nonton film lewat aplikasi VIU. Karena drama korea tontonan saya belum tamat. Haha

Untuk berlangganan juga mudah banget, tinggal masuk ke menu 'atur cara berlangganan' nanti kita pilih menu 'berlangganan'. Untuk saat ini biaya yang dikenakan adalah sebesar 30ribu/bulan atau 60ribu/3 bulan. Kamu tinggal masukin nomor ponsel yang akan dipotong pulsa untuk membayar biaya langganan. Dan Voilaaa ... kamu bisa nonton sepuasnya.



P.S tapi inget ya untuk menonton atau mengunduh tetap memerlukan kuota internet hape masing-masing ya. 



 

Monday, November 13, 2017

Anak Susah Makan Dibawa ke Sinshe

Urusan makan si kecil memang selalu menjadi masalah bagi orangtua. 

Diumur Kael yang mau beranjak dua tahun, berat badannya masih betah di angka 9kg. Padahal kalau melihat acuan KMS, harusnya sudah diatas 10kg. Makanya setiap ke dokter selalu waswas bakal di nyinyirin soal berat badannya Kael. Saya pasrah dok. 

Kecilnya saya juga katanya pernah bermasalah. Saya enggak boleh makan nasi karena bisa kembung, berlangsung beberapa tahun kemudian. Beranjak besar, saya termasuk orang yang suka pilih-pilih makanan. Setelah dewasa malah bisa makan banyak tanpa harus memikirkan berat badan. Sebelum menikah, berat badan saya selalu mentok di angka 46kg dengan tinggi 160cm. Lah pas melahirkan malah mentok enggak mau turun dari angka 60kg. Kembalikan tubuh saya! 

Kecilnya suami beda lagi. Katanya termasuk anak yang cungkring, susah makan pula dan nyusunya juga susah. Pas ketemu di SMA juga masih cungkring. Lah sekarang kok malah subur. Suami bilang efek dikasih makan banyak pas pacaran dulu sama Mama saya.  

Saya selalu berpikir apa Kael ini memang keturunan cungkring dan susah makan? 

Kael susah sekali makan, bukan akhir-akhir ini saja tapi sudah lama rasanya. Dulu masih mau disuapin meski dikit, nah sekarang disuapin malah tutup mulut dan kabur. Kalaupun mau makan, dia nyomot sendiri tapi sebutir-sebutir. Cuma bisa tahan emosi kalau ngurusin makan Kael doang. 

Mertua beberapa kali bilang coba diperiksa sinshe, saya cuma diam aja karena malas sebenarnya. Dibawa kedokter dikasih vitamin aja susah banget minumnya, entah saya yang malas atau repot nyekokin Kael. 

Dan karena suami sudah terdoktrin oleh mertua, mereka berencana 'menculik' Kael untuk dibawa ke sinshe. 

Dari minggu suami bilang mau nekat bawa Kael ke Gang Gloria sama Papa Mertua, tanpa saya. Sayapun mempersiapkan amunisi. 
Senin pagi saya berangkat kerja sebelum Kael bangun. Nyampe kantor terima chat dari suami, kalau Kael nangis minta gendong bolak balik nyari saya. Hahaha entah gimana nasib mereka bawa Kael.

Menuju Statiun Duri ( Gak kebagian duduk dan Gak dikasih duduk karena bukan Ibu Bawa Anak :p )
Jam 9 kirim foto sudah berada didalam kereta menuju stasiun Duri. Setelah makan siang suami baru memberi kabar kalau sudah jalan pulang ke stasiun. Kael beberapa kali rewel dan tidak mau makan - mereka sempat ke Es Kopi Tak Kie untuk makan siang - tapi minum es kopi gak mau berhenti sampe ditegur sama Enci Nasi Campur. Haha

Suami cerita kejadian di Sinshe malamnya. Katanya saat mau diperiksa urat nadinya, Kael menolak dan mencoba kabur. Nah suami inisiatif mengeluarkan ponsel untuk membuat Kael tenang. Eh diomelin ama Sinshe (wanita) katanya jangan kasih anak main HP. Haha sukurriiiin.

Kata sinshe-nya memang ada anak yang susah makan, jadi kita sebagai orangtua mesti sabar nyodorin makanan terus. Sepulang dari sinshe dibawain obat puyer racikan dan obat sirup, keduanya berfungsi sebagai penambah nafus makan.


Untuk sinshe bayarnya pakai angpao (amplop),sedangkan obat ditebus lagi seharga 150ribuan. Untuk obat sirup dua kali sehari dan obat puyer yang baunya aneh itu tiga kali sehari. Yang sulit itu nyekokin obat puyernya. T_T


Apakah berhasil menyelesaikan masalah susah makan Kael??? Nantikan kelanjutannya.




Thanks,
-anita-



Friday, November 3, 2017

Ketika Memilih Menitipkan Anak Pada Kakek Nenek

Di daerah saya - Karawaci Tangerang - sudah menjadi pemandangan umum ketika mendapati seorang nenek atau kakek kedapatan menjaga cucunya sepanjang hari, biasanya karena si ibu memilih tetap bekerja. Alasannya ada yang membantu suami cari penghasilan tambahan, ada yang karena single parent atau karena pilihannya sendiri agar tetap 'waras'. 

Ketika Kael lahir, terbesit pikiran untuk resign dan fokus mengurus bayi mungil itu. Mengingat Mama Papa saya sudah tua dan sudah sibuk mengurus keponakan (anak Kakak), rasanya kok saya enggak tega menambah kelelahan mereka. Tapi melihat pendapatan suami masih belum bisa menyokong kebutuhan rumah tangga sendirian, membuat saya galau. Masih banyak rencana-rencana di masa depan yang membutuhkan biaya tak sedikit, contohnya saja dana pendidikan. Alhasil keinginan resignpun masih dalam bentuk angan hingga sekarang. 

Saya jelas tidak bisa meminta Mama Papa Mertua untuk mengasuh Kael. Alasannya selain Papa Mertua mempunyai kesibukan menjaga toko, Mama Mertua masih belum sehat dari sakit cancernya. Kalaupun bisa, tetap saja membutuhkan pembantu/suster untuk menjaga Kael sehingga tugas beliau hanya mengawasi. Pertanyaan selanjutnya tentu saja mau tinggal dimana itu suster/pembantu? rumah saya jelas tidak mungkin karena tidak ada tempat dan rasanya 'tidak' mau ada orang asing dirumah sekecil itu. Haha. Belum lagi hari gini cari orang buat jaga anak itu susah dan mahal?!
Dan kalau dipikir-pikir susah juga ya membawa bayi mungil itu ke rumah mertua. Selain sudah tidak ada mobil, repot juga bolak balik tiap hari. Boocooor dompet!

Tapi memang yang namanya orangtua, selalu tahu kegalauan anaknya. Mama bersedia mengasuh Kael dan meminta saya untuk terus bekerja, alasannya karena sayang dengan ijazah. Jadilah sampai saat ini saya tetap bekerja meski sering mendengar keluhan si Mama.

Menurut saya, pilihan menitipkan anak pada kakek nenek memberikan dampak positif dan negatif, seperti :
+ Hemat Biaya Pengasuh
  Eits, saya sadar diri kok untuk memberikan kompensasi kepada Mama meski tidak besar. 
+ Lebih Bisa Dipercaya
  Jarang ada kakek nenek yang berniat buruk pada cucunya, yang ada biasanya malah memanjakan. 
- Beda Gaya Pengasuhan 
  Saya maunya Kael enggak 'jajan' tapi si Nenek berpikir yang penting anaknya anteng. Nah lhooo, perasaan dulu waktu ngurus saya tegas banget ampe sering diomelin. Tapi karena namanya juga memilih menitipkan anak pada mereka, jadi mau gak mau saya terima aja selama itu masih dalam taraf normal.
- Anak lebih manja pada Nenek/Kakek 
  Ini kejadian pada keponakan saya. Tau neneknya akan membela setiap tindakannya jadi kalau ada yang dia mau bakal 'ganggu' neneknya. 
+/- Saya tidak bisa leluasa pulang semaunya
  Entah ini berdampak positif karena artinya saya bisa hemat tidak sering window shopping atau negatif karena saya jadi gak punya waktu untuk me time. Yang pasti saya tidak mau menambah jam kerja mereka untuk mengurus Kael, jadi saya selalu berusaha pulang secepat mungkin. Weekend dan hari libur lainnya menjadi hari bebas mengasuh bagi mereka. Sebisa mungkin saya bebaskan mereka menjaga Kael, meski kami sedang bepergian bersama.   

*** 

Tentu diluar sana banyak yang tidak setuju menitipkan anak pada orangtua dengan alasan mereka sudah terlalu tua. Sayapun selalu galau, selalu kepikiran tidak tega membiarkan mereka menghabiskan masa pensiun mereka dengan menjaga cucu. Namun apa daya, kondisi yang memutuskan.

Bagi mereka yang telah berhasil memilih untuk resign agar dapat mengurus anak dan mereka yang telah mendapati alternatif lain seperti menitipkan anak pada daycare atau pengasuh, tentu saya mengucapkan selamat dan menghormati keputusan mereka. Tidak banyak para kaum ibu bekerja yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan seperti itu kan? So, hargailah kami juga yang memutuskan menitipkan anak pada kakek nenek mereka.
 
 
Emak Penitip Anak,
 
-anita- 


 
 


CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...