Friday, November 3, 2017

Ketika Memilih Menitipkan Anak Pada Kakek Nenek

Di daerah saya - Karawaci Tangerang - sudah menjadi pemandangan umum ketika mendapati seorang nenek atau kakek kedapatan menjaga cucunya sepanjang hari, biasanya karena si ibu memilih tetap bekerja. Alasannya ada yang membantu suami cari penghasilan tambahan, ada yang karena single parent atau karena pilihannya sendiri agar tetap 'waras'. 

Ketika Kael lahir, terbesit pikiran untuk resign dan fokus mengurus bayi mungil itu. Mengingat Mama Papa saya sudah tua dan sudah sibuk mengurus keponakan (anak Kakak), rasanya kok saya enggak tega menambah kelelahan mereka. Tapi melihat pendapatan suami masih belum bisa menyokong kebutuhan rumah tangga sendirian, membuat saya galau. Masih banyak rencana-rencana di masa depan yang membutuhkan biaya tak sedikit, contohnya saja dana pendidikan. Alhasil keinginan resignpun masih dalam bentuk angan hingga sekarang. 

Saya jelas tidak bisa meminta Mama Papa Mertua untuk mengasuh Kael. Alasannya selain Papa Mertua mempunyai kesibukan menjaga toko, Mama Mertua masih belum sehat dari sakit cancernya. Kalaupun bisa, tetap saja membutuhkan pembantu/suster untuk menjaga Kael sehingga tugas beliau hanya mengawasi. Pertanyaan selanjutnya tentu saja mau tinggal dimana itu suster/pembantu? rumah saya jelas tidak mungkin karena tidak ada tempat dan rasanya 'tidak' mau ada orang asing dirumah sekecil itu. Haha. Belum lagi hari gini cari orang buat jaga anak itu susah dan mahal?!
Dan kalau dipikir-pikir susah juga ya membawa bayi mungil itu ke rumah mertua. Selain sudah tidak ada mobil, repot juga bolak balik tiap hari. Boocooor dompet!

Tapi memang yang namanya orangtua, selalu tahu kegalauan anaknya. Mama bersedia mengasuh Kael dan meminta saya untuk terus bekerja, alasannya karena sayang dengan ijazah. Jadilah sampai saat ini saya tetap bekerja meski sering mendengar keluhan si Mama.

Menurut saya, pilihan menitipkan anak pada kakek nenek memberikan dampak positif dan negatif, seperti :
+ Hemat Biaya Pengasuh
  Eits, saya sadar diri kok untuk memberikan kompensasi kepada Mama meski tidak besar. 
+ Lebih Bisa Dipercaya
  Jarang ada kakek nenek yang berniat buruk pada cucunya, yang ada biasanya malah memanjakan. 
- Beda Gaya Pengasuhan 
  Saya maunya Kael enggak 'jajan' tapi si Nenek berpikir yang penting anaknya anteng. Nah lhooo, perasaan dulu waktu ngurus saya tegas banget ampe sering diomelin. Tapi karena namanya juga memilih menitipkan anak pada mereka, jadi mau gak mau saya terima aja selama itu masih dalam taraf normal.
- Anak lebih manja pada Nenek/Kakek 
  Ini kejadian pada keponakan saya. Tau neneknya akan membela setiap tindakannya jadi kalau ada yang dia mau bakal 'ganggu' neneknya. 
+/- Saya tidak bisa leluasa pulang semaunya
  Entah ini berdampak positif karena artinya saya bisa hemat tidak sering window shopping atau negatif karena saya jadi gak punya waktu untuk me time. Yang pasti saya tidak mau menambah jam kerja mereka untuk mengurus Kael, jadi saya selalu berusaha pulang secepat mungkin. Weekend dan hari libur lainnya menjadi hari bebas mengasuh bagi mereka. Sebisa mungkin saya bebaskan mereka menjaga Kael, meski kami sedang bepergian bersama.   

*** 

Tentu diluar sana banyak yang tidak setuju menitipkan anak pada orangtua dengan alasan mereka sudah terlalu tua. Sayapun selalu galau, selalu kepikiran tidak tega membiarkan mereka menghabiskan masa pensiun mereka dengan menjaga cucu. Namun apa daya, kondisi yang memutuskan.

Bagi mereka yang telah berhasil memilih untuk resign agar dapat mengurus anak dan mereka yang telah mendapati alternatif lain seperti menitipkan anak pada daycare atau pengasuh, tentu saya mengucapkan selamat dan menghormati keputusan mereka. Tidak banyak para kaum ibu bekerja yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan seperti itu kan? So, hargailah kami juga yang memutuskan menitipkan anak pada kakek nenek mereka.
 
 
Emak Penitip Anak,
 
-anita- 


 
 


No comments:

Post a Comment

MENCAIRKAN BPJS KETENAGAKERJAAN 2019

Zaman sekarang tuh segalanya dipermudahkan banget deh rasanya., contohnya saja urusan hal mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS ...