Thursday, December 28, 2017

Becermin Pada Tahun 2017

Tahun 2017 sebentar lagi berakhir dalam hitungan jari, saya sudah enggak sabar menyambut tahun depan. Ada satu keputusan besar yang akan saya ambil kelak, masih dirahasiakan takut pamali. Hihi

Resolusi 2017 yang pernah saya tulis sebelumnya masih banyak yang belum terealisasi, namun tidak membuat saya sedih karena semua itu tergantikan dengan pengalaman baru. 

Beberapa hal dalam kehidupan saya selama tahun 2017 ini :
  • Finansial 
Awal tahun 2017 saya desprate melihat saldo tabungan dan investasi reksadana. Memang sih baru mulai tahun 2016, tapi kok enggak ada kemajuan sama sekali. Eh sekarang puji Tuhan ada kemajuan yang hakiki. 
Memang ya pepatah bilang ' bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian'. Enggak apa tiap bulan sedih enggak bisa hura-hura, yang penting akhir tahun bahagia liat Rekening Koran. 
  • Parenting
Awal melahirkan saya berusaha menjadi Ibu yang sempurna. Menghindari Kael dari ponsel dan tetek bengeknya, enggak jajan sembarangan, dan kalau bisa enggak jadi bahan nyinyiran siapapun. 

Ealah, kenyataannya enggak semudah itu. Kael suka sekali menonton video rekaman dirinya sendiri, sehari-hari diasuh bersama keponakan yang doyan jajan tentu jadi ikut-ikutan, dan tetap aja yang nyinyir pasti ada. Huff. 

Makanya begitu baca satu tagline, entah dimana yang bunyinya 'tidak ada Ibu yang sempurna karena Ibu sempurna itu tidak ada'. Oke, berarti saya harus mengganti prinsip saya daripada stress sendiri. Mending jadi Ibu yang bahagia kan? Kalau Ibu bahagia, tentu anak dan suami juga ikut bahagia. Haha.  

  • BIG Family
Sebelum memiliki anak, saya lebih sering meluangkan waktu bersama teman-teman. Namun dengan lahirnya Kael, kebanyakan weekend mampir ke rumah mertua karena NaiNai dan YeYe kangen sama Kael. 

Dan harapan saya mengajak keluarga besar liburan bersama (keluarga saya dan suami) akhirnya terwujud saat libur natal kemarin. Meski hanya sekedar menginap 3 hari 2 malam di Villa Green Apple Puncak, setidaknya ajang berkumpul tersebut terlaksana dengan baik.

  • Friends
Sewaktu pergantian tahun 2016 menuju tahun 2017, saya dan beberapa teman lainnya masih sempat mengadakan makan malam bersama. Sayangnya tahun 2017 ini kebanyakan sudah sibuk dengan keluarga kecil masing-masing. 

Keterbatasan waktu bertemu dan ngumpul jadi momen berharga sepertinya, makanya kalau sekali ngumpul bisa lama.  

  • Love and Sex
Resiko punya anak sekamar plus seranjang adalah berusaha tetap beraktivitas tanpa mengganggu tidurnya. Hahaha adakah yang memiliki dilema seperti saya? 
Faktor kelelahan setelah bekerja dan membereskan rumah juga kadang bikin nafsu bercinta hilang ya. Gimana dong cara menyiasatinya? Perlukah honeymoon lagi? Lah honeymoon pertama aja beloooom.

  • Me, Myself and I
Haha ini yang masih sering terlupakan. Jadi Ibu itu enggak ada abisnya. Apalagi anak masih kucril gini, masih suka banget nempel. Jadi susah deh punya waktu me time, bener gak ibuk-ibuk? Mau mandi tenang aja susaaaah bener.
***
Semoga tahun depan banyak hal yang saya alami. 
Bertambahnya umur tentu harus bertambah ilmu dong biar makin dewasa.
Goodluck Everyone!
-anita-

Friday, December 22, 2017

I Love U, Mom

Saya mau nulis cerita Mama dari jauh hari sebenarnya tapi malas terus, cuma karena pas banget hari ini Hari Ibu ya jadilah tulisan ini.

Bagi saya, Mama adalah sosok wanita penyayang yang tertutup oleh peringainya yang menyeramkan. Haha. Masa kecil kami bertiga (Ci Hera, saya dan Entis) kenyang deh di pukulin kalau salah satu ada yang nangis. Alasannya sih biar adil. Makanya dulu kami tuh enggak bisa nakal (atau mungkin lupa nakal :p ).

Ya namanya juga keturunan cina benteng di kampung, logat dan cara ngomongnya itu terkesan berteriak dan kasar. Siapa disini yang cina benteng atau udah pernah ketemu kaum kami?

Beranjak besar, Mama punya tugas antar jemput kami bertiga di sekolah. Badan besar, alis ditato (dulu era tato alis hits bener di kalangan emak-emak), terus bawa mobil Jimny Katana. Waah udah terkenal deh sosok Mama saya di kalangan sekolah dan rumah. Walau begitu Mama protektif banget sama pergaulan kami di rumah. Lingkungan rumah yang tidak ramah (judi dan obat-obatan) membuat kami dikurung didalam rumah, jadi  mainnya di teras aja tuh.

Saya bahkan masih inget ketika Ci Hera pulang kerumah sore tanpa ijin sebelumnya, bawain makanan. Bukannya disambut malah disambit pake gantungan baju. Aiih,di depan tetangga pula. Makin jiperlah kami anak-anaknya. Padahal itu kejadian ketika Ci Hera sudah SMP mungkin. 

Tapi pas saya udah SMP, jiwa pemberontak saya mulai muncul. Untungnya sih Mama enggak pernah marah. Ya karena mikirnya Mama enggak mempermasalahkan, ya saya terusin deh sering pulang sore. Tapi asli kok saya enggak macam-macam, kebanyakan malah sibuk kegiatan sekolah. Saya juga enggak minta uang macam-macam, dikasih uang bulanan ya pergunakan itu dengan benar. Merasa enggak enak aja kalau minta lagi. Soalnya Mama selalu ngeluh enggak ada duit, enggak taunya diboongin.
Tentu saya juga punya sifat jelek, yaitu suka ngambek kalau permintaannya enggak dikabulin. Saya bisa mogok ngomong lho sama Mama, sampe Mama ngebujuk masa.

Meski sudah tua tapi Mama tetap tangguh. Dia bahkan rela jemput saya naik motor supaya enggak telat masuk mata kuliah Bahasa Inggris, soalnya enggak boleh telat setengah jam. Waaah, bener-bener beruntung banget punya Mama yang tangguh.

Tapi suatu saat pas saya mengalami kecelakaan motor waktu berangkat kerja (untung cuma knalpotnya yang patah), saya juga mendapatkan kabar buruk soal Mama. Beliau mengalami stroke. Waah tiba-tiba netes air mata saya. Udah enggak kepikiran soal kecelakaan saya, tapi kepikiran Mama. Itu kejadian mungkin tahun 2008 kayaknya.

Saya bela-belain nungguin Mama semalam pas di rumah sakit. Enggak masalah kedinginan atau enggak pewe tidurnya, yang penting bisa jaga Mama saat itu. Dan mungkin sejak itu saya jadi selalu mikirin keinginan Mama. 

Meski tidak terlalu parah, tapi kondisi Beliau tidak kembali seperti sebelumnya. Kaki kirinya jadi kaku, aktivitasnya sudah sedikit terhambat. Tapi Mama selalu ingin terlihat tangguh didepan kami. Dia masih menyiapkan segala keperluan keluarga bahkan setuju merawat Kael selama saya kerja. Ini yang bikin saya galau untuk resign. 

Belum lagi masalah dengan saudara-saudaranya. Sakit tubuh dan sakit hati membuatnya kadang marah-marah, membuat saya cuma bisa diam mendengarkan selagi beliau berkeluh kesah. Karena saya tahu, Mama butuh pendengar untuk meluapkan segala emosinya. 

Sampai saat ini saya masih belum bisa membalas segala jasa Mama. Beliau tidak butuh uang. Saya pernah sibuk dengan diri sendiri dan teman, tapi begitu melahirkan saya jadi semakin sadar keberadaan penting Mama dalam hidup saya. Sejak itu saya berusaha menyenangkan hati Mama, meski dalam hal sepele. 

***

Saya mungkin tidak pandai mengungkapkan kata-kata sayang pada Mama, tapi saya berusaha melakukannya dengan tindakan. 

Saya menulis ini bukan sekedar pamer Hari Ibu, tapi saya mau mengingat segala kenangan saya bersama Mama. 

Love U, Mom.


-anita-






 

 

Wednesday, December 13, 2017

Musim Hujan Tiba, Naik Kendaraan Pribadi atau Kendaraan Umum?

Setelah cuti melahirkan berakhir, saya memutuskan membawa kendaraan sendiri untuk bekerja, tentu masih dalam bentuk roda dua alias motor. Alasannya agar lebih cepat sampai rumah dan ternyata setelah dikalkulasi lebih hemat rupanya. Beruntung jarak dari rumah ke kantor masih area Tangerang juga, jadi masih bisa ditempuh dengan motor tanpa tepos.

Urusan macet tentu sudah jadi makanan sehari-hari saya di jalan, apalagi tujuan saya melewati beberapa sumber kemacetan seperti area sekolah, belokan tempat angkot ngetem, serta area industri Jatake. 

Nah kalau musim hujan tiba, sudah pasti urusannya tambah lagi. Kalau banjir wah macetnya makin kebangetan deh. Kadang rasanya mau tinggalin tuh motor terus naik angkot aja, kelar masalah. Tapi apadaya, macet dan banjir mesti harus tetap diterjang demi si buah hati.  

Ada masanya saya berpikir apakah lebih baik naik kendaraan umum saja besoknya? Eh, tapi dihitung-hitung lumayan juga ongkosnya. Wah mikirnya udah kayak milih pasangan hidup. #eaaa.

Beberapa pertimbangan yang menjadi kendala bagi dompet saya :
  • BIAYA
Sebagai emak-emak yang mau hemat, tentu ini menjadi pertimbangan yang sangat penting guna keberlangsungan hidup sampai gajian lagi.
Jika saya memilih menggunakan motor, saya hanya akan keluar uang bensin kira-kira 10ribu untuk 2-3 hari (pertamax). 
 = (10.000 x 2 kali isi dalam seminggu)x 4 minggu = 80.000
Nah kalau memilih naik angkot dimana harus 2 kali menggunakan angkot yang berbeda untuk pergi dan pulang, kira-kira biaya yang harus saya keluarkan adalah 20ribu untuk perjalanan pergi dan pulang, setiap hari.
 = 20.000 x 20 hari = 400.000
Sedangkan kalau memilih menggunakan jasa ojek online dimana biasanya saya menggunakan go-pay atau kartu kredit, hitungannya beda lagi. Itupun diluar tips ya.
 = (12.000 x 2 (PP)) x 20 hari = 480.000

  • WAKTU
Ada pepatah bilang waktu adalah uang, jadi harus pergunakan waktu seefektif mungkin. Nah karena Kael dijaga oleh orangtua saya, jadi saya selalu ingin segera mungkin pulang untuk membebastugaskan orangtua yang seharian lelah menjaga Kael. 
Perhitungan waktu ini enggak terlalu beda jauh sih, lebih cepat naik motor sendiri tentu.
> Naik Motor : Perjalanan pergi kurang lebih 30 menit (normal)
               Perjalanan pulang kurang lebih 45 menit (normal)
> Naik Ojek Online : hampir sama dengan naik motor sendiri, tergantung yang bawa motornya.
> Naik Angkot : Lebih lama sekitar 15 menit dari naik motor, tergantung berapa banyak si sopir angkot ngetem. 
  • KENYAMANAN
Kalau membahas kenyamanan tentu bersifat tidak mutlak. Enaknya naik motor sendiri itu kita bisa berhenti untuk 'jajan' dan bisa mengatur mau santai atau cepat. Itu kasusnya kalau jalanan lagi bersahabat.
Nah kalau musim hujan begini kan lain cerita. Kalau lagi moodnya duduk santai yang penting nyampe ya pilih naik angkot, meski harus rela keluar ongkos dan waktu lebih. Belum lagi kalau ketemu angkot yang penuh atau si sopir ngerokok. Atau terjebak macet karena hujan besar dan banjir itu pasti udah jadi tambahan cerita. Intinya nikmati aja... asal ponsel enggak lowbat aja. Haha.
***
Dari tiga pertimbangan itulah yang buat saya suka bingung sendiri. Ya masih bisa dihitung dengan satu jari sih dalam setahun saya memilih naik kendaraan umum, soalnya endingnya pasti kepentok sama ongkos yang keluar. Kan lagi masa penghematan.


Kalau kamu naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum???





 

Sunday, December 10, 2017

RESOLUSI 2018 : Lebih Baik Dari Tahun 2017 Bersama Theragran-M

Siap-siap menyambut tahun 2018!!!

Kita sudah berada di penghujung tahun, mari siap-siap membuat harapan baru agar semangat menghadapi hari sepanjang tahun 2018. Eits, bukan berarti melupakan tahun 2017 begitu saja lho.

Sebelum kita memulai tahun yang baru, ada baiknya kita berflashback ulang semua hal yang telah kita lalui sepanjang tahun ini, tahun 2017. Seperti banyak orang diluar sana, sayapun setiap awal tahun membuat resolusi atau harapan yang -kalau bisa- dapat terwujud di tahun 2017.


Namun memang manusia boleh berencana tapi Tuhan juga yang menentukan. Meski sudah berusaha, sayangnya beberapa harapan saya hanya tinggal kenangan dalam artian masih belum bisa jalan a.k.a say bye-bye di tahun 2017 ini. Problemnya ya cuma satu, enggak ada waktu. Eh apa itu cuma alasan doang?! Haha.

Tetapi saya tetap harus bersyukur bukan? Apalagi masih bisa menyambut tahun 2018, berarti saya masih punya kesempatan untuk membuat harapan baru. Yes!

Oleh karena itu untuk tahun 2018 nanti, saya ingin menjadi lebih baik lagi dari tahun 2017. Harapan saya enggak mau semuluk tahun lalu - mau liburanlah, mau cantiklah, mau bebas bereksperimenlah. Tahun 2018 akan menjadi tahun perubahan saya menjadi lebih dewasa dan lebih menerima kenyataan bahwa saya sudah berusia 30 tahun. 

Berikut harapan saya di tahun 2018 :
  • Mari Melahap Buku
Dulu tuh saya hobi mengunjungi toko buku, berkeliling mencari buku baru yang tentu saja kebanyakan novel teenlit atau sejenisnya. Saya bahkan bisa begadang demi menuntaskan satu buku itu, alhasil kamar lama di rumah orangtua penuh dengan buku peninggalan saya. Sekarang sih karena keterbatasan waktu, saya lebih sering membaca online.
Dan kini saya mau kembali melahap buku secara fisik. You knowlah, ada kebahagiaan tersendiri ketika melepas sampul plastik lalu mencium aroma kertas buku baru. Ahaay. Benerkan? Tapi sekarang saya mau mengupgrade genre buku yang akan saya baca. Kalau biasanya buku cinta-cintaan,maka saya akan mulai mencoba ke tingkat yang lebih berat. Apakah itu? tunggu kelanjutannya...
  • Kembali Mencintai Diri Sendiri
Resiko memiliki anak berusia hampir dua tahun dan menjadi working mom yang tetap harus sibuk dengan segala tetek bengek urusan rumah tangga adalah kurangnya waktu untuk diri sendiri. Boro-boro mikirin mau pakai lipstik warna apa, mau mandi dengan tenang aja susahnya minta ampun. Perut bergelambirpun bukan hal yang mengkhawatirkan. Yang penting semua beres. 
Makanya di tahun 2018 saya mau kembali mencintai diri saya sendiri, tentu tidak mengorbankan anak dan keluarga ya. Kalau saya masih bisa leha-leha liatin HP demi IG-nya tukang gosip, masa sih saya enggak bisa punya waktu buat mengurus diri saya sendiri?
  • Siap Jadi Wonderwoman
Nah ini yang penting. Perubahan gaya hidup setelah memiliki anak tentu berbeda saat saya masih lajang. Diawal perubahan tentu terjadi pergolakan karena waktu dan tubuh yang saya punya bukan lagi untuk diri seorang, ada suami dan anak yang memerlukan tenaga dan waktu saya. Itu artinya saya harus siap sedia menghadapi apapun seperti kurang tidur menjaga anak, pegal dan lelah membereskan rumah, ataupun karena efek cuaca yang tidak bisa diprediksi.
Butuh suplemen tambahan untuk jaga bocah ini #TheragranM
Saya mungkin salah satu dari sebagian ibu yang jarang sakit, palingan cuma sakit flu batuk atau masuk angin biasa. Tapi ya namanya juga seorang istri dan ibu, sudah kodratnya harus tetap jadi orang paling sehat dalam keluarga atau istilah lain tuh kalau sakit jangan lama-lama!
Ah, andaikan saya masih berusia 25 tahun mungkin stamina saya masih mantap-mantapnya. Lah ini udah kepala tiga, harus sadar diri juga agar tidak terlalu keras pada tubuh sendiri. Ya kan bu-ibu?
Karena umur tuh enggak bisa bohong, tentu saya juga menyadari betapa akhir-akhir badan sering cepat lelah. Dan seperti harapan saya untuk kembali mencintai diri sendiri, tentu lebih penting dimulai dari dalam kan? Enggak lucu udah cantik bahenol tapi gampang lelah dan sering sakit.

Namun namanya juga manusia, pastilah ada titik lemahnya juga. Berhadapan dengan cuaca buruk, makanan yang tidak dikontrol, kurangnya istirahat serta pikiran yang mumet tentu ujung-ujungnya membuat kita sakit.  Eits jangan salah lho, dari pikiran juga bisa jadi sumber penyakit. Apalagi kalau kita kekurangan vitamin dan mineral, daya tahan tubuh tentu akan menurun dan bisa berefek timbulnya penyakit. 

Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, vitamin dan mineral, kita memang butuh asupan tambahan selain dari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Semua itu bisa kita dapatkan hanya dalam satu tablet salut gula Theragran-M. Selain mencukupi semua kebutuhan nutrisi tubuh kita, Theragran-M juga vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Enggak ada kan yang suka sakit kelamaan?!

Penasaran kenapa Theragran-M merupakan suplemen sempurna untuk kita-kita yang penganut paham kalau sakit jangan kelamaan? Karena kandungan yang terdapat pada satu kapsul, sudah terdapat :
Kandungan di dalam Theragran-M
  • Magnesium, berperan dalam proses mineralisasi tulang, metabolisme tubuh dan bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 
  • Zinc,berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh,mempercepat penyembuhan luka serta membantu regulasi sel tubuh maupun sistem saraf.
  • Vitamin A (Retinol),dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh manusia untuk menjaga fungsi normal sistem penglihatan, pertumbuhan dan perkembangan sel dan organ tubuh, memelihara sistem reproduksi, serta menjaga daya tahan tubuh.
  • Vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6 dan B12) berperan sebagai koenzim dalam proses metabolisme serta memiliki fungsi penting dalam sistem saraf.
  • Vitamin C, berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi, anti-oksidan yang mampu menangkal radikal bebas serta meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Vitamin C juga membantu pertumbuhan dan pemulihan tubuh.
  • Vitamin D, memiliki fungsi utama yaitu untuk mengembalikan kadar kalsium dan fosfat tubuh ke level normal, serta menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Vitamin E, vitamin larut lemak yang berperan penting sebagai anti oksidan dari serangan radikal bebas.
  • Zat Besi berperan dalam membawa oksigen ke seluruh organ tubuh sehingga berperan dalam pembentukan energi didalam sel tubuh serta pembuatan hemoglobin (darah).  
  • Tembaga berperan dalam proses metabolisme, menjaga kesehatan kardiovaskular, tulang, saraf otot, dan pembuluh darah, serta penyerapan zat besi. 
  • Mangan adalah mineral alami dalam tubuh yang jumlahnya kecil. Mangan juga merupakan zat antioksidan kuat yang mampu mengeluarkan radikal bebas dari dalam tubuh, menjaga kesehatan tulang, membantu penyerapan vitamin dan membantu fungsi hati.
  • Iodium merupakan komponen penting pada hormon tiroid yang berperan dalam regulasi pertumbuhan serta aktivitas sel Iodium.
Lengkap banget ya kan? Saya saja sampai takjub karena ternyata untuk melengkapi asupan vitamin dan mineral diatas itu kita harus makan dengan beraneka ragam sumber makanan dan Theragran-M sudah jadi kapsul. Membantu banget kan bagi kita yang mau tahu beres saja. Hehe. 
Dengan sempurnanya kandungan tersebut, maka Theragran-M terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta menjadi vitamin yang bagus untuk masa pemulihan setelah sakit.

Baru denger soal vitamin ini? Jangan salah lho. Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun, tepatnya sejak tahun 1979. Wuih itu saya bahkan belom lahir. Dan multivitamin ini diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk, perusahaan farmasi yang sudah terkenal dengan produk kesayangan ibu-ibu macam saya seperti Counterpain dan Tempra. Jadi enggak perlu khawatir mengenai keabsahan produk Theragran-M ini.
 
Resolusi 2018 saya tentu membutuhkan tubuh yang prima meski usia semakin bertambah. Sekarang saya tidak perlu takut gampang jatuh sakit, karena ada Theragran-M vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Perlu selalu sedia nih di kotak obat!


Siap jadi Wonderwoman







Disclaimer:
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M . #TheragranM#My2018Resolution



 


KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...