Wednesday, December 13, 2017

Musim Hujan Tiba, Naik Kendaraan Pribadi atau Kendaraan Umum?

Setelah cuti melahirkan berakhir, saya memutuskan membawa kendaraan sendiri untuk bekerja, tentu masih dalam bentuk roda dua alias motor. Alasannya agar lebih cepat sampai rumah dan ternyata setelah dikalkulasi lebih hemat rupanya. Beruntung jarak dari rumah ke kantor masih area Tangerang juga, jadi masih bisa ditempuh dengan motor tanpa tepos.

Urusan macet tentu sudah jadi makanan sehari-hari saya di jalan, apalagi tujuan saya melewati beberapa sumber kemacetan seperti area sekolah, belokan tempat angkot ngetem, serta area industri Jatake. 

Nah kalau musim hujan tiba, sudah pasti urusannya tambah lagi. Kalau banjir wah macetnya makin kebangetan deh. Kadang rasanya mau tinggalin tuh motor terus naik angkot aja, kelar masalah. Tapi apadaya, macet dan banjir mesti harus tetap diterjang demi si buah hati.  

Ada masanya saya berpikir apakah lebih baik naik kendaraan umum saja besoknya? Eh, tapi dihitung-hitung lumayan juga ongkosnya. Wah mikirnya udah kayak milih pasangan hidup. #eaaa.

Beberapa pertimbangan yang menjadi kendala bagi dompet saya :
  • BIAYA
Sebagai emak-emak yang mau hemat, tentu ini menjadi pertimbangan yang sangat penting guna keberlangsungan hidup sampai gajian lagi.
Jika saya memilih menggunakan motor, saya hanya akan keluar uang bensin kira-kira 10ribu untuk 2-3 hari (pertamax). 
 = (10.000 x 2 kali isi dalam seminggu)x 4 minggu = 80.000
Nah kalau memilih naik angkot dimana harus 2 kali menggunakan angkot yang berbeda untuk pergi dan pulang, kira-kira biaya yang harus saya keluarkan adalah 20ribu untuk perjalanan pergi dan pulang, setiap hari.
 = 20.000 x 20 hari = 400.000
Sedangkan kalau memilih menggunakan jasa ojek online dimana biasanya saya menggunakan go-pay atau kartu kredit, hitungannya beda lagi. Itupun diluar tips ya.
 = (12.000 x 2 (PP)) x 20 hari = 480.000

  • WAKTU
Ada pepatah bilang waktu adalah uang, jadi harus pergunakan waktu seefektif mungkin. Nah karena Kael dijaga oleh orangtua saya, jadi saya selalu ingin segera mungkin pulang untuk membebastugaskan orangtua yang seharian lelah menjaga Kael. 
Perhitungan waktu ini enggak terlalu beda jauh sih, lebih cepat naik motor sendiri tentu.
> Naik Motor : Perjalanan pergi kurang lebih 30 menit (normal)
               Perjalanan pulang kurang lebih 45 menit (normal)
> Naik Ojek Online : hampir sama dengan naik motor sendiri, tergantung yang bawa motornya.
> Naik Angkot : Lebih lama sekitar 15 menit dari naik motor, tergantung berapa banyak si sopir angkot ngetem. 
  • KENYAMANAN
Kalau membahas kenyamanan tentu bersifat tidak mutlak. Enaknya naik motor sendiri itu kita bisa berhenti untuk 'jajan' dan bisa mengatur mau santai atau cepat. Itu kasusnya kalau jalanan lagi bersahabat.
Nah kalau musim hujan begini kan lain cerita. Kalau lagi moodnya duduk santai yang penting nyampe ya pilih naik angkot, meski harus rela keluar ongkos dan waktu lebih. Belum lagi kalau ketemu angkot yang penuh atau si sopir ngerokok. Atau terjebak macet karena hujan besar dan banjir itu pasti udah jadi tambahan cerita. Intinya nikmati aja... asal ponsel enggak lowbat aja. Haha.
***
Dari tiga pertimbangan itulah yang buat saya suka bingung sendiri. Ya masih bisa dihitung dengan satu jari sih dalam setahun saya memilih naik kendaraan umum, soalnya endingnya pasti kepentok sama ongkos yang keluar. Kan lagi masa penghematan.


Kalau kamu naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum???





 

No comments:

Post a Comment

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...