Wednesday, January 24, 2018

BELI BUKU DI Bukabuku.com

Demi #goals2018 membuat hidup lebih baik dari tahun sebelumnya, tahun ini saya kembali membaca buku. Buku fisik.

 
Sudah bertahun-tahun rasanya saya tidak lagi membeli buku di Gramedia atau toko buku lainnya. Sadar kalau kamar sudah penuh dengan buku plus omelan Mama, alasan saya berhenti membeli buku. Apalagi sudah banyak aplikasi baca online yang memudahkan untuk meneruskan hobi baca saya, cuma memang masih sebatas cerita fiksi atau buku-buku lama.

Sudah bertambah umur dengan status sebagai Orangtua, tentu harus memperkaya diri sendiri supaya melek mengenai masalah orang dewasa. Ceeeileeeh menolak tua nih. Nyatanya masalah yang saya hadapi sekarang bukan lagi masalah cinta-cintaan, tapi juga masalah finansial dan parenting. 

Contoh paling nyata kenapa kita harus update soal parenting adalah cara mendidik anak, zaman sekarang tuh beda dengan cara mendidik orangtua kita dulu. Dimanja salah, digalakin salah juga. 

Masalah finansial sendiri pasti udah berubah. Dulu punya banyak anak banyak rejeki, nah sekarang gimana caranya kita mengatur rejeki itu supaya kehidupan kita aman sampai tua. Udah enggak kekejar deh tuh inflasi kalau cuma sekedar nabung di bawah bantal atau di celengan ayam. 

Nah berhubung Kael masih piyik yang enggak bisa dilepas barang sebentar, jadi susah sekali membawanya buat cari buku. Solusi paling aman tentu Online Shop kan. #pemujaOLS

Saya inget sekali dulu pernah member di Bukabuku.com dan pernah membeli buku lewat situsnya, tapi itu tahun 2012an kalau enggak salah inget. Eh ternyata pas saya balik lagi sign in, data saya masih ada. Meski histori pembelian saya sudah tidak ada. Entah memang hilang atau memang tidak disediakan dari penyedia situs.#bodo

***


Saya memesan dari tanggal 27 Desember 2017, dengan proses pembayaran yang cepat dan praktis dengan kode unik sehingga langsung otomatis mengkonfirmasi pembayaran saya. 

Dan karena menjelang liburan natal dan tahun baru, pesanan saya dijadwalkan akan dikirim tanggal 10 Januari 2018 dengan estimasi tiba tanggal 12-15 Januari 2018. Itu karena saya pilihnya pengiriman JNE biasa.

Beberapa kali saya menerima email pemberitahuan bahwa beberapa buku saya masih belum tersedia, mereka meminta saya memutuskan apakah ingin menunggu, membatalkan atau mengirim buku yang ready dulu. Kalau saya membatalkan, nanti nilai buku tersebut akan menjadi deposit yang dapat dipakai kemudian hari. Tapi karena memang tidak terlalu membutuhkan, saya selalu memilih menunggu. Sabar itu termasuk ibadahkan?

Email terakhir hari Jumat -19 Januari 2018- mengatakan bahwa pesanan saya siap dikirim dengan estimasi 3 hari kerja. Itu artinya sekitar tiba tanggal 22-24 Januari 2018. Pas rabu pagi saya melacak resinya memang statusnya masih di pihak JNE. 

Itu kalau menurut situs. Lah kenyataannya paket saya sudah sampai di pos satpam kantor. Itupun tahu karena saya iseng tanya salah satu teman kantor yang pernah terima barang, katanya satpam enggak akan kasih tahu ada paket. Ya secara mereka enggak kenal semua karyawan ya, jadi maklum aja deh. Dan ternyata paket saya sudah tiba lama, mungkin hampir seminggu katanya (mungkin senin kali ya). Duuh, kok resi saya enggak di update sih bang JNE. 

Packaging


Welcome to Mama, Books!


Tuh lihat buku-buku yang saya beli, enggak novel cabe-cabean lagi. Kebanyakan mengenai cara pengasuhan anak jaman sekarang biar jadi orangtua yang update.
Harga buku di bukabuku.com juga lebih murah daripada belanja langsung di toko fisik, sering ada diskon atau promo lainnya. Eits ...buku yang dijual di sini juga dijamin asli lhoo dan selalu update buku-buku terbaru. Wuiiih mantap gilaaa!!!
Sayangnya kita mesti sabar menunggu paket datang baru bisa membacanya. 

Jadi buku mana dulu yang harus saya baca?



Emak Doyan Baca,


-anita-

Sunday, January 21, 2018

BELI MESIN JAHIT DI TOKOPEDIA

Meski sudah lama punya keinginan untuk membeli mesin jahit tapi selalu maju mundur cantik dan berakhir batal. Alasannya tentu tidak lain tidak bukan adalah takut cuma sekedar wacana belaka doang. Masak pagi aja enggak ada waktu malas apalagi buat menjahit yang butuh proses panjang.

Sudah lama enggak beli pakaian, kemarin lumayan kaget juga pas window shopping menyambut Imlek 2018. Dengan harga baju segitu kok kayaknya ada aja yang kurang menurut saya. Entah modelnya yang 'aneh', bahannya yang enggak suka atau ujung-ujungnya ya harganya yang enggak saya suka. Hahaha.
Dan awal tahun 2018, keinginan itu kembali muncul memenuhi pikiran dan hasrat saya. Demi #goals2018 yang ada di hati saya - hahaha- akhirnya saya kembali melakukan pencarian melalui internet. 

Walau sebenarnya kalau terpaksa, bisa saja belajar menjahit menggunakan Mesin Jahit Singer Hitam Jadul lungsuran Nenek yang masih ada di rumah Mama. Mesinnya sendiri sudah di modifikasi Papa sehingga kini memakai dinamo, bukan lagi manual. TAPIKAN rasanya gimana gitu, pengen aja punya yang baru. Haha.

Setelah bergalau-galau ria menengok beberapa tulisan tentang mesin jahit yang dipakai, akhirnya saya memutuskan membeli mesin jahit Singer Heavy Duty 4423.
" Memilih mesin jahit sama aja seperti memilih barang lainnya. Semua kembali pada diri kita sendiri. Orang lain cocok belum tentu sama kita cocok. "
Setelah memutuskan akan membeli mesin jahit ini, saya sebagai istri yang menjunjung tinggi doa suami langsung dong minta ijin. Meski duitnya mah tetep dari dompet sendiri.

Kenapa saya memilih Heavy Duty Singer 4423? 

Karena oh karena, mesin jahit ini bisa bekerja di semua bahan kain, dari tipis hingga tebal. Berhubung saya memiliki impian membuka usaha butik atau membuat craft yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang , jadi pasti membutuhkan mesin jahit yang mumpuni. 
Tadinya mau merk Janome, tapi belum heavy duty. Dan harganya beda tipis, jadi pilih ini aja deh.

*** 

Selain galau menentukan beli mesin jahit yang mana, ternyata galau lagi masalah beli dimana. Kalau menurut review, kebanyakan orang merekomendasikan datang ke toko mesin jahit yang ada di daerah Glodok sana. Tapi mikir lagi biaya-biaya tambahan beserta waktu yang harus saya keluarkan #emakperhitungan.

Daripada repot mikirin kendaraan, ongkos dan gimana caranya bawa pulang mesin jahit berukuran besar nan berat ini, mending pilih yang praktis-praktis aja. ONLINE SHOP!!!

Akhirnya saya memilih TOKOPEDIA. Tinggal cari produk dan pilih. Diantara banyak pilihan, saya menemukan tawaran ini dari Service Jaya Supply.
Dengan adanya menu 'Diskusi Produk', saya bisa bertanya dulu kepada penjual mengenai produk ini. Sangat terbantu sekali pokoknya, enggak usah repot-repot telepon atau chat tersendiri. 

Setelah deal dengan penjual, saya mulai memproses transaksi ini.



Nah karena saya ini anak akuntansi, jadi soal cash atau kredit juga mesti dipikirkan matang-matang.
Bisa saja saya bayar cash, tapi kalau bisa di kredit tanpa kena biaya kan lebih bagus. Uang yang ada sekarang bisa dipakai untuk hal lain. Lagian untuk pembelian mesin jahit yang bisa dibilang untuk hal produktif, enggak apalah ngutang juga. Hahaha asas macam apa ini ya. 

Oh iya harga mesin jahit Singer Heavy Duty 4423 ini adalah 3,2juta ya. Mahal? Iya emang mahal sih. Haha. 
Awalnya bingung mau beli tanpa bonus atau yang udah paketan gini, tapi karena saya adalah orang yang malas ribet jadilah pilih paketan gini - meski katanya bonus. Eits enggak mau rugi dong, saya minta bonus tambahan berupa cutting mat A2 dan bobbin yang diiyain ama penjualnya. Uhuuuy seneng daku penjual kayak gini!

Toko ini melayani pengiriman melalui Go-Send, dikenakan biaya 20ribu untuk layanan tersebut. See, kalau ongkos kesana sendiri lebih dari itu kan. 

Dan karena saya menggunakan cicilan kartu kredit selama 6 bulan kedepan, total harga yang harus saya bayar adalah 3.278.450 rupiah. Lebih detailnya ada biaya layanan sebesar 48ribuan. Tentu kalau memilih cicilan 12 kali, biayanya lebih besar lagi. Semoga hasilnya bisa balik modal. Haha.

Kita bisa mengecek status pesanan kita setiap saat. Bahkan jika menggunakan layanan Go-Send, akan ada sms dari Gojek berisi link GPS GoJek yang mengantar barang kita. Duuuh, aman bener deh. 
Sekitar jam setengah tujuh, pesanan saya tiba dengan selamat. Barang dibungkus bubble wrap. Enggak sabar buat mengecek keberadaan bonus.


Packaging

Bonus

Dan dengan adanya tulisan ini maka akan ada Label baru di blog saya, SewTalks.

Semoga mesin jahit ini benar-benar dipakai ya.


Salam Calon Penjahit,


-anita- 

Friday, January 19, 2018

[ Drama Korea ] FATHER IS STRANGE

Kalau boleh jujur, saya lebih memilih drama korea yang episodenya enggak lebih dari 20 episode. Soalnya kalau episodenya lebih dari itu berasa nonton sinetron Indonesia jadinya, ceritanya bisa melebar kemana-mana. Haha.
Namun kali ini mata saya selalu tertuju pada drama Korea ' Father is Strange' di menu pilihan VIU, film ini masuk nominasi KBS Drama Awards 2017. Salah satu pemeran utamanya juga saya kenal tahu, Jung So Min.



Agak malas sih awalnya karena filmnya memiliki 52 episode dengan durasi sejam setiap episodenya. Sudah gitu dari covernya aja bisa kelihatan banyak tokoh penting didalam cerita ini #takutmukasamasemua. Tapi rasa ketagihan untuk tetap nonton itu muncul begitu episode satu belum habis. Aah, kenapa penulis drama Korea jago banget sih bikin cerita yang bikin addicted #dipelototinsamapenulisdramaIndonesia.


Periode Tayang : 04 Maret - 27 Agustus 2017

Saya baru nonton tahun 2018 setelah melihat berita bahwa Jung So Min dan Lee Joon berpacaran.

Total Episode : 52 Episode

Cast :

Sumber Drakorkami
Lihat kan para pemain diatas tuh bukan sekedar pemain hiburan doang, tapi memiliki peran penting guna menunjang isi cerita ini.

meski enggak ngerti tulisan kanji-nya, tapi ngertilahlah ya maksudnya. Sumber Aminoapps

Sinopsis :

Pada episode pertama kita akan melihat bagaimana kehidupan keluarga Byun Han Soo dan Na Young Sil yang memiliki 4 orang anak yang telah beranjak dewasa. 

Seperti keluarga pada umumnya, keluarga ini juga memiliki masalah dalam menjalani kehidupan. Byun Joon Young - anak tertua- yang masih berusaha menjadi PNS, Byun Hye Young - anak kedua- pengacara hebat yang anti pernikahan karena gagal move on, Byun Mi Young - akan ketiga - yang tidak memiliki pengalaman bekerja, dan Byun Ra Young - anak bontot - yang boros.

Mereka tinggal dan memiliki Toko ' Cemilan Ayah ' di sebuah gedung, bersama dengan Kim Mal Boon(Ibu Young Sil) dan Keluarga Adiknya (Na Young Sik, Lee Bo Mi dan Na Min Ha).

Namun kehidupan nyaman mereka terganggu begitu kedatangan Ahn Joong Hee, aktor yang ditangani oleh Mi Young. Aktor Ahn mengaku sebagai anak dari Byun Han Soo. Kehadirannya tidak diakui oleh keempat anak lainnya.
Namun ketika semuanya sudah menerima dan menikmati kehidupan baru mereka, kebenaran menyakitkan terungkap. Byun Han Soo didepan mereka bukanlah Han Soo yang asli. 


Review :
 


Saya suka film ini. Titik
Saya suka bagaimana Han Soo dan Young Sil mengajarkan anak-anaknya dengan bijak. Emak cerewet dan Bapak mengayomi kayaknya perfect banget enggak sih? kayak Abah dan Emak dalam keluarga cemara kagak?!
Suka deh cara Young Sil memberi hukuman kepada keempat anaknya saat Hye Young dan Ra Young bertengkar karena masalah tas doang. Disetrap diatap dalam kondisi cuaca dingin. 
Tapi namanya juga anak-anak, ada saja masalah yang mereka lakukan yang membuat Han Soo dan Young Sil kecewa. Hebatnya mereka itu ketika sedang menghadapi masalah, keduanya akan berunding bersama untuk menyatukan pendapat. Keduanya juga saling menguatkan ketika salah satu terpuruk.#transferilmu
Mencari solusi sambil makan itu tepat banget. Perut kenyang hatipun senang
Enggak cuma Tangerang doang selebar daon kelor ternyata, Korea juga. Lihat saja bagaimana Hye Young bertemu kembali dengan mantan terindahnya, Cha Jung Hwan. Yang ternyata Emaknya punya gedung tempat Han Soo dan Young Sil tinggal. Belum lagi Mi Young ketemu Yoo Joo yang dulu pernah membully dirinya saat SMA, yang ternyata adalah calon istri Joon Young. 

Film ini memperlihatkan bagaimana orang Korea memandang sebuah pernikahan, seperti Hye Young yang anti pernikahan karena tidak mau berhadapan dengan mertua. Makanya saat akhirnya dia menikah dengan Jung Hwan dan disuruh tinggal bareng mertuanya, waaah segala cara dibuat supaya mertua enggak mencampuri kehidupan rumah tangganya. Konflik Hye Young dengan kedua mertuanya juga mengajarkan kita banyak hal.
 
Mertua Hye Young dengan konflik mereka sendiri
Masalah wanita hamil yang bekerjapun jadi problema di film ini. Bagaimana Yoo Joo bersikeras tetap bekerja ditengah hamil mudanya demi pengakuan rekan kerjanya juga masalah yang sering kita dengar kan? Kalau terjadi kenapa-napa yang ada cuma penyesalan doang. 
Paling lucu tuh masalah percintaannya Ra Young, bagaimana dia akhirnya berhasil menggaet Park Cheol Soo yang ternyata anak pimpinan Perusahaan besar. 
Tadinya saya sebel banget sama Kim Mal Boon (Ibu Young Sil) soalnya suka 'menjilat' gitu. Tapi begitu Young Sik dan Bo Mi memiliki masalah keuangan untuk menyekolahkan Min Ha, dia jadi berguna banget. Hahaha. 
Apa yang terlintas pertama kali begitu menerima chat ginian dari Emak?
Film ini bagus untuk ditonton bersama keluarga ataupun sendiri. Kayaknya bikin ngarep jadi anggota keluarga mereka, soalnya makanannya enak-enak kelihatan banget mereka saling menyayangi dan melindungi. 
Keisengan para adik ipar
Grup Chat Keluarga yang selalu update
Film ini mulai sedih ketika kebenaran masa lalu Han Soo terbongkar, dimana menyakitkan bagi anak-anaknya. Apalagi bagaimana usaha Hye Young untuk membuka kembali kasus ayahnya, wah itu biar nangis ampe termehek-mehek tetep cantik booo.

Pokoknya nih film wajib ditonton deh. Enggak membosankan dan penuh pelajaran kehidupan banget.

Kalau mau lebih lengkap lagi soal sinopsis film Father is Strange ini, silakan berkunjung ke kdramastory.

Salam Drakor,


-anita-

Monday, January 8, 2018

HAL YANG DILAKUKAN KALA MACET

Monsterday menjadi mencekam kala bersamaan dengan hari pertama sekolah dimulai kembali, seperti hari ini.

Bagi yang melintasi area persekolahan pasti merasakan sekali dampaknya, macet dong. Apalagi tempat drop off sekolah tersebut berada di pinggir jalan seperti yang saya lewati. Arrrgghh. Selain angkot, kamipun harus sabar menghadapi pengendara motor yang memotor atau melaju dari lawan arah. Plis deh. 

Nah hari ini nih pagi yang buruk. Enggak biasanya semacet ini sampai stuck. Selain area sekolah, terdapat gang kecil di sisi kiri dan kanan jalan sehingga banyak juga kendaraan yang keluar dari sana sebagai jalan alternatif - entah darimana. Jadilah entah karena apa, pas saya sampai itu jalan udah kekunci. You know what i mean. 

Panah Hitam jalur seharusnya. Tadi pagi plus jalur merah yang bikin macet
Mungkin hampir setengah jam saya berada di tengah-tengah itu, enggak bisa bergerak sama sekali. Ditengah kebosanan menunggu, akhirnya saya memandangi orang-orang disekeliling saya. 
Berikut hal-hal yang dilakukan kebanyakan orang ketika mengalami kemacetan : 
  • KASIH KABAR
Biasanya para cungpret yang baik, memberikan kabar kepada rekan kerja atau atasan semisalnya datang terlambat karena terkena macet.  Entah itu cuma sekedar chat di WA, BBM atau SMS, atau telepon langsung. Atau bisa juga FB live atau IG Live? Haha anda luarrr biasaaa.
  • FOTO
Entah setelah difoto langsung pasang status galau atau hanya share. Ada manfaatnya juga sih jadi para pengguna jalan yang hendak melintas langsung tahu ada kemacetan. Atau bisa juga jadi bukti kenapa kita terlambat masuk kantor karena no pic = hoax.:p
  • STALKING MEDIA SOCIAL
Daripada bete menunggu kapan macet terurai, mending ngecek feeds IG, FB, Twitter, PATH (masih ada gak sih?), dll. Asal jangan kebablasan aja nanti lupa diri lagi.
  • TIDUR
Jelas ini untuk pengguna angkutan umum atau yang dibonceng ya? kalau pengemudi bisa bahaya ini. Lumayankan lanjutin tidur sebelum sibuk sama kerjaan.
  • DENGERIN MUSIK ATAU NONTON 
Lagi-lagi ini untuk pengguna angkutan umum ya. Daripada bete mending dengerin lagu atau lanjutin nonton yang belum selesai di HP.
  • MENIKMATI
Sabar itu menyenangkan (kalau lagi senggang). Haha. Ini saya banget. Dengan kemacetan, saya jadi bisa memandangi orang lain dan langit yang ceraaaah sekali. Saya bahkan baru memutuskan memberi kabar keterlambatan saya lima menit sebelum akhirnya kemacetan terurai dengan bantuan polisi. Pak Pol, meski terlambat datang tapi terimakasih.  
  • MEROKOK 
I Hate Them!Mungkin merokok bisa membuatmu tetap sadar dan jauh dari bosan, tapi pliss pikirkan orang lain disekitarmu. Efek positifnya situ rasain sendiri, tapi Efek negatifnya ngajak-ngajak!
 
Masa sih udah setua itu masih enggak sadar betapa bahayanya asap rokok bagi manusia. Udah cukup asap knalpot yang kami hirup, jangan tambah asap rokok plus abunya!
 
Saya enggak melarang anda merokok, tapi plis merokok dengan bijak. Ada anak kecil, ibu hamil dan lainnya yang masih ingin hidup sehat. Bijaklah dalam mencari tempat merokok! Jangan egois.

***

Dan kemacetan ini sebenarnya salah kita sendiri, sebagai pengendara kadangkala enggak sabar, apalagi yang hidup jauh dari kata belajar. Belajar untuk menaati rambu-rambu lalu lintas contohnya. Hehehe. 
 
Memencet klakson bertubi-tubi enggak akan bisa mengurai kemacetan, yang ada malah nambah emosi. Belajar tidak melanggar aturan lalu lintas, meski jaraknya hanya selemparan kolor tetapi ada baiknya tetap mengikuti jalur yang sudah ditentukan.
 
Yuk, mari menghindari macet!
 
 
Thanks,
-anita-   

Thursday, January 4, 2018

BERUBAH PERSONALITY

Weits jangan kira saya punya kepribadian ganda lho ya. 

Saya merasa semakin tua dewasa, kepribadian saya berubah. Waktu masih muda, saya suka-suka aja ngomong panjang lebar enggak jelas pada siapapun. Buktinya saya mengikuti banyak kegiatan di sekolah, dari kegiatan OSIS sampai klub basket. Saya senang berkumpul dengan teman-teman kala itu.

Begitu mulai bekerja, saya menemukan suasana kantor yang ramai dan kekeluargaan sehingga membuat saya enggak perlu khawatir untuk beradaptasi. Di kampuspun saya mudah berbicara dengan orang lain. 

Namun setelah lulus kuliah, saya jadi kesulitan untuk menjaga tali pertemanan dengan anak kampus. Konsennya hanya pada teman-teman kantor saja. 

Setelah pindah kantor lain lagi ceritanya. Saya menemukan hal baru, rekan kerja cuma seuprit tapi memiliki pengalaman hidup 'wah'. Saya yang tadinya kayak anak kecil bertransformasi total mengikuti situasi. Kebawelan saya langsung direm, enggak mau asal ceplos aja.

Hampir dua tahun bekerja di kantor itu membuat saya jadi dewasa. Banyak sabar dalam menghadapi kejamnya bos ibukota. Hahaha. Setelah menikah saya memilih mundur dari kantor itu. 

Pindah ke kantor baru menambah lagi pengalaman adaptasi saya. Sama-sama memiliki rekan kerja sedikit, tapi cara kerja serta pemikirannya tidak sama. Bosnya mah tetap aja labil. Setelah adaptasi sedikit dengan mempelajari sifat rekan kerja, saya jadi lebih berhati-hati dalam berbicara. Ada yang blak-blakan, ada pula yang baper. Aaaah capek hayati.

Merasa enggak mungkin meneruskan bekerja disana, saya kembali mencari peruntungan dan bertemu dengan pekerjaan sekarang. Tapi sayaaaang, saya ditipu. Eits bukan ditipu secara negatif sih, hanya ada beberapa hal tidak sesuai saja.
  • Saya bekerja di PT. A, waktu training saya ditempatkan di PT. S yang memang berkumpulnya accounting finance PT yang dimiliki BOD tersebut. Di informasi awal saya harusnya ditempatkan di PT. A yang berada di jakarta, tapi karena lain hal saya diminta tetap berada di PT. S. Bingung? pegangan makanya. 
  • Informasi tidak diperbolehkan membawa ponsel pribadi di kantor baru saya ketahui setelah diterima bekerja malam sebelumnya. Meski komputer di fasilitasi internet, tetap saja tidak bisa berkabar ria dengan orang luar kan?! Untungnya saya tahan-tahan saja, menunggu meledak mungkin. Hehehe
  • Beradanya saya di PT. S ini macam anak bawang, saya harus mengikuti jam kerja mereka tapi enggak ikut acara apapun yang dilakukan oleh karyawan PT. S. Say bye-bye deh kalau ada gathering atau acara ulang tahun karyawan. Hahaha. Sudah gitu membuat saya jadi bingung juga mau obrolin apaan sama rekan kerja. 
Perasaan jadi anak bawang membuat saya jadi tertutup. Sampai saya berpikir apa saya ini orang yang termasuk introvert? eh kalian tau kan istilah Introvert, Extrovert dan Ambivert?
 
sumber lunaractivity
Tapi kalau setelah ditelaah lebih jauh dari diri saya, rasanya saya enggak 100% introvert lho. Meski kalau iseng-iseng tes di website-website personality, nilai introvert saya lebih besar. Hahaha apa berarti saya adalah seorang Ambivert?

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca -entah dimana- bahwa setiap orang memiliki sifat introvert dan extrovert, hanya saja tergantung mana yang lebih dominan. 

Untuk orang yang moody kayak saya sepertinya saya ini tipe Ambiverts deh. Iya, yakin deh ambiverts. Soalnya saya seneng-seneng aja di keramaian tapi malas berinteraksi aja kadangkala. Saya juga bisa beradaptasi dengan baik kok, kalau mau ngobrol ya hayooo mau diam juga hayooo. 
 
Bener gak itu sifat ambivert??? 
 
Tolong nilai aku, Mas!


Kalau kamu, tipe yang mana???
 
 
 
 
Thanks,
-anita- 

PERMAINAN MASA KECIL YANG DIRINDUKAN

Ide tulisan ini muncul ketika listrik mati di kantor dan beberapa orang mengisi kebosanannya dengan bermain Pancasila Lima Dasar, membuat saya kembali merindukan permainan masa kecil lainnya.

Berbeda dengan permainan masa kini yang semua berpusat pada teknologi canggih seperti ponsel dan komputer, masa kecil saya yang menghabiskan waktu di era generasi 90an lebih bewarna dan nyata.

Tidak hanya membutuhkan jari dan otak, tapi permainan masa kecil dulu lebih membutuhkan effort ketimbang permainan masa kini. Seluruh tubuh bergerak, dari kepala sampai kaki. Dan tentu lebih membutuhkan tempat untuk bermain. Yang bikin kangen itu adalah perasaan lelah tapi bahagia. Apasiih. 

Permainan ini saya kenal di masa-masa merah putih, saat masih belum malu-malu dan semasa bodo dengan perbedaan gender. Permainan ini juga mempererat pertemanan lho. Rasanya bebas banget deh kala itu, enggak kayak zaman sekarang yang kelakuannya meresahkan (memang tidak semua sih). 

Beberapa permainan yang bikin masa kecil saya bahagia :
  • Petak Umpet 
Cara mainnya adalah satu orang penjaga akan berhitung sambil menutup matanya dan yang lainnya kocar-kacir mencari tempat persembunyian. Goals dari permainan ini adalah kita yang bersembunyi harus men-tap (apa ya istilah benarnya hahaha)tempat si penjaga tanpa ketahuan. Mungkin banyak modifikasi ya dari permainan ini.

Petak Umpet Zaman Now
Paling malas itu adalah menjadi si penjaga dan area persembunyiannya seluas sekolah.Hahaha. Tapi seru sih kita harus mencari jejak teman-teman kita yang menghilang sambil menjaga kandang.

  • Lompat Karet
Cara mainnya adalah untaian karet gelang yang ujungnya dipegang oleh dua orang lalu dibentangkan sesuai levelnya. Dari level ecek-ecek semata kaki sampai level merdeka dimana si pemegang ujung karet harus mengangkat tangannya hingga tinggi. Itu kalau mainnya lompat tinggi.
 
Lain cerita kalau kita main lompat karet, hampir sama kayak skipping sih. Jadi setiap level ada jumlah lompatannya. Kalau nyangkut berarti kalah dan harus bertukar posisi dengan pemegang tali. 
 
 
Dulu tuh saya bisa lho koprol untuk main lompat tinggi. Lah sekarang kok takut jatuh ya. Hahaha.
 
  •  Boy
Ini bukan soal Catatan si Boy atau si Boy anak jalanan lho ya. Ini permainan masa kecil yang cara mainnya adalah kita harus menyusun kembali benda yang sudah dihancurkan oleh pelempar bola ( biasanya pakai bola kasti) tanpa mengenai bola. Begitu pelempar merubuhkan menara benda tersebut, yang lain harus kabur agar tidak terkena bola, beberapa orang harus bekerja sama menyusun kembali benda tersebut. 
 
Bagi orang yang lagi kesel sama temennya terus pas banget lagi barengan mainnya bisa nih sekalian balas dendam. Hihihi
 
  • Gobak Sodor
Ini permainan membutuhkan kegesitan dan kelenturan. Haha. Siap-siap pada keseleo dan encok.
Biasanya membutuhkan lapangan bulu tangkis karena sudah ada garis-garis yang bisa dijadikan tanda penjagaan. 
Ada 2 tim, satu tim menjadi penjaga dan satu tim lagi harus membobol pertahanan tim lawannya hingga ke finish tanpa tersentuh. Si Penjaga boleh berpindah tempat asal tetap berada di jalur garis.

Sumber: Hipwe

  • Pancasila Lima Dasar
Permainan ini membutuhkan wawasan tinggi dan kecepatan, bagi kalian yang lemot pasti kalah terus. Haha
 
Cara mainnya adalah para pemain harus berhompimpa untuk menentukan huruf yang akan menjadi patokan lalu secepat mungkin melontarkan kata dari huruf tersebut. Bisa nama-nama binatang, artis, buah dan lainnya.
 
***
 
Dan tentu saja masih banyak lagi permainan tradisional yang bikin masa kecil saya bahagia. Sebut saja congklak, tapak gunung, gundu, dan monopoli. Meski monopoli sempat hits beberapa tahun ini, tetap saja monopoli yang original lebih seru. Cuma malas beresinnya saja. Haha.
 
Sayangnya zaman sekarang ini selain berkurangnya tempat juga berkembangnya teknologi, menyebabkan permainan era 90an itu terlupakan. Mungkin beberapa daerah yang jauh dari keramaian masih ada yang memainkan itu. Tapi coba deh tanya sama anak-anak zaman sekarang, mau enggak mainnya? Panas-panasan, lari-larian dan berkeringat dan tentu saja capeeek. Hahaha. 

Pantas saja dulu saya itu kurus ya karena memang banyak gerak. Lah sekarang kerjaannya cuma duduk didepan komputer sambil ngemil ini-itu tapi selalu berharap timbangan enggak naik. Hahaha
 
Apakah kalian tahu permainan yang saya sebutkan diatas? Kalau iya, kangen sama yang mana?
Thanks,
-anita-
 

Pengalaman Pertama Mengajak Anak Balita Menonton di Bioskop

Yess!
Setelah hampir dua tahun - sejak Kael lahir - saya absen menonton di bioskop, akhirnya semalam kesampaian juga menonton film di bioskop.


Jadi singkat cerita Mama mertua ulang tahun dan sekeluarga berencana menonton film Jumanji : Welcome To The Jungle, sehingga terpilihlah Cinemaxx Gold di Maxxbox Lippo Village dengan jam tayang pukul 9 malam.

Saya dan suami datang terlebih dahulu untuk menukarkan bukti pembelian online dengan tiket. 

***

Sekilas Mengenai Cinemaxx
 
Pembelian tiket di Cinemaxx bisa dilakukan secara online melalui website Cinemaxxtheater. Ada pilihan menu quick ticket berdasarkan film atau lokasi yang kamu inginkan. Aksesnya mudah dan jelas, jadi kita enggak akan pusing deh. Setelah kita menentukan film dan jam tayang yang diinginkan, kita dapat memilih kursi pula. 

Di Cinemaxx Maxxbox Lippo Village ada dua macam studio, yaitu Cinemaxx Ultra XD dan Cinemaxx GOLD. Berhubung saya belum pernah coba yang Ultra XD, makanya saya cuma bisa bilang mirip theater XXI yang biasa kalau dilihat dari gambarnya. Sedangkan yang GOLD sebanding dengan XXI Premier. Harganya juga mirip-miriplah. 

***

Ini juga kali pertama saya menginjakkan kaki di Maxxbox Lippo Village. Kalau dari luar nampak sekali mewahnya, belum lagi berjejer tempat makan yang ternama semua. Enaknya disini enggak sepadat Supermal Karawaci. Semalam juga enggak mengexplore seluruh sudutnya jadi kurang tahu seluas mana. Interior yang diusung juga memanjakan mata banget, banyak pohon-pohon hijau dan hiasan natal. Kael juga terlihat senang berlari sana-sini selama menunggu film dimulai.

Akhirnya theater dibuka, kirain bakalan sepi karena sewaktu pesan online masih kosong. 

Saya berada di kursi paling atas. Jadi posisi sofa di theater ini adalah 2-4-2 per baris sebanyak 4 row. Saya berada di barisan 4 sebelah kiri, takut Kael rewel. 

Begitu lampu mulai diredupkan, Kael celingak celinguk keatas. Lalu filmpun dimulai, saya mengeluarkan amunisi sebotol air dan sekotak susu coklat. Kael menonton dengan hikmatnya sambil menyedot susunya. Enaknya nonton di GOLD adalah saya enggak perlu memangku Kael karena spacenya masih cukup untuk kami berdua. FYI, untuk anak 3 tahun keatas sudah dihitung satu tiket ya.

Beberapa saat kemudian Kael mulai terlihat bosan, dia menonton sambil memainkan meja lipat di sisi kiri sofa. Saya coba menyusui tapi cuma sebentar saja setelah itu Kael mencoba menonton lagi. Mungkin sudah bosan, lelah dan waktunya tidur ya jadi Kael minta nenen lagi dan tertidur tak lama kemudian, mungkin di tengah film. Sewaktu saya tutup dengan selimut, Kael malah menolak. Alhasil saya hanya menutup sebagian kepala dan wajahnya agar suara dan cahaya dari layar tidak mengganggu tidurnya. 

Horeee... aman. Sayapun bisa melanjutkan acara nonton dengan lancar jaya dan jadi ketagihan ya. Apa bisa selanjutnya saya mengajak Kael menonton bioskop lagi? 

Berdasarkan pengalaman pertama ini saya bisa memberikan saran bagi orangtua yang ingin mengajak anaknya menonton di bioskop. Tentu saran ini untuk orangtua yang anaknya sudah beranjak balita, bukan baby lagi. Karena tantangannya bukan lagi sekedar menjaga telinga si anak, tapi menahan kekacauan terjadi. Haha.  
So begini sarannya:
  • Beritahu anak sebelum masuk theater bahwa kita akan menonton, tidak boleh berisik atau mengganggu orang lain. Kalau anaknya masih balita mungkin agak susah, tapi tetap dicoba karena anak akan tersugesti dengan kata-kata kita.
  • Persiapkan cemilan. Untuk mengatasi kebosanan, bisa kita sediakan susu UHT atau cemilan lainnya yang yakin anak suka.
  • Persiapkan pakaian yang pas. Jangan sampai anak kedinginan atau kepanasan. Semalam itu di cinemaxx, ACnya tidak terlalu dingin jadi Kael enggak mau diselimutin. Padahal saya sudah bawa selimut dan jaket.
  • Cari jadwal yang pas. Dengan mengenal sifat dan jadwal anak, kita tahu kapan anak banyak bergerak dan kapan anak tidur. Kayak semalem, saya setuju ikut nonton karena dipikir jam segitu waktunya Kael tidur. Jadi sebelum film dimulai, saya biarkan dia lari-larian supaya lelah dan gampang tertidur begitu film dimulai. It's works! 
  • Jangan memaksakan diri. Sudah tahu anaknya enggak bisa diem, eh tetap memaksa mengajaknya nonton. Ya sudahlah pasti bakal rusuh dan ujung-ujungnya keluar studio. Sayangkan uangnya. Lebih baik tunggu sampai anak siap dibawa ke bioskop atau kalau emang kepingin banget nonton bisa titipkan dahulu anaknya pada orang terpecaya. Atau lebih baik lagi tunggu sampai ada DVD dan downloadannya. Hehehe. #JanganMuna
Duh, saya kok jadi ketagihan ya buat menonton film selanjutnya di bioskop. Kangen makan popcorn dan minum lemon tea serta suara menggelegarnya bioskop. Aaaah Kael mau nonton lagi enggak? Bisakan semanis semalam?Hihihi.

Btw, postingan ini merangkap sedikit spoiler aja deh. Eh atau udah pada nonton semua?! Hehe kayaknya saya termasuk orang yang telat nonton film ini ya.

Tapi nih film menurut saya sih baguus. Sebagus film pertamanya yang diperankan oleh Alm. Robin Williams. Saya selalu suka film Jumanji 1995, meski beberapa kali ditayangkan di TV. Tetep seru.

P.S : SPOILER!!!
 
Bagi kalian yang masih ingat ending film Jumanji 1995 pasti langsung 'ngeh' deh dengan awal film Jumanji 2017 ini. Iyap, itu Jumanji 1995 yang terdampar di pantai ditemukan tahun 1996 dan termainkan oleh Alex ditahun tersebut yang membuatnya masuk kedalam permainan. Uniknya Jumanji yang asalmulanya adalah boardgame, ternyata mengikuti perkembangan jaman sehingga berubah menjadi permainan Nintendo. Dan ... voilaaa anak-anak milenial mana tahu sih konsol Nintendo jaman dulu kayak gimana. Rasa penasaran membuat mereka akhirnya ikut masuk kedalam permainan Jumanji.

Seperti halnya pemain dalam game, mereka hanya memiliki 3 nyawa. Setelah beradaptasi dengan cara main game Jumanji ini, mereka akhirnya sepakat harus membantu Jumanji melepaskan kutukan. Empat anak milenial tersebut akhirnya bertemu dengan Alex dan saling bekerja sama untuk menuntaskan game sehingga mereka dapat kembali pulang ke dunia nyata.

***

Pokoknya seru nih film. Tapi bukan cuma aksi menegangkan saja yang bisa kita lihat, tapi pelajaran hiduppun dapat kita petik. Seperti si Bethany yang tadinya cuma memikirkan hidupnya sendiri dan segala aktivitas media sosialnya macam kids jaman now, Martha dan Spencer yang pemalu, serta hubungan pertemanan Spencer dan Anthony yang berubah. So enggak rugi nonton Jumanji 2017 ini.




Thanks,
-anita- 






 

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...