Thursday, January 4, 2018

BERUBAH PERSONALITY

Weits jangan kira saya punya kepribadian ganda lho ya. 

Saya merasa semakin tua dewasa, kepribadian saya berubah. Waktu masih muda, saya suka-suka aja ngomong panjang lebar enggak jelas pada siapapun. Buktinya saya mengikuti banyak kegiatan di sekolah, dari kegiatan OSIS sampai klub basket. Saya senang berkumpul dengan teman-teman kala itu.

Begitu mulai bekerja, saya menemukan suasana kantor yang ramai dan kekeluargaan sehingga membuat saya enggak perlu khawatir untuk beradaptasi. Di kampuspun saya mudah berbicara dengan orang lain. 

Namun setelah lulus kuliah, saya jadi kesulitan untuk menjaga tali pertemanan dengan anak kampus. Konsennya hanya pada teman-teman kantor saja. 

Setelah pindah kantor lain lagi ceritanya. Saya menemukan hal baru, rekan kerja cuma seuprit tapi memiliki pengalaman hidup 'wah'. Saya yang tadinya kayak anak kecil bertransformasi total mengikuti situasi. Kebawelan saya langsung direm, enggak mau asal ceplos aja.

Hampir dua tahun bekerja di kantor itu membuat saya jadi dewasa. Banyak sabar dalam menghadapi kejamnya bos ibukota. Hahaha. Setelah menikah saya memilih mundur dari kantor itu. 

Pindah ke kantor baru menambah lagi pengalaman adaptasi saya. Sama-sama memiliki rekan kerja sedikit, tapi cara kerja serta pemikirannya tidak sama. Bosnya mah tetap aja labil. Setelah adaptasi sedikit dengan mempelajari sifat rekan kerja, saya jadi lebih berhati-hati dalam berbicara. Ada yang blak-blakan, ada pula yang baper. Aaaah capek hayati.

Merasa enggak mungkin meneruskan bekerja disana, saya kembali mencari peruntungan dan bertemu dengan pekerjaan sekarang. Tapi sayaaaang, saya ditipu. Eits bukan ditipu secara negatif sih, hanya ada beberapa hal tidak sesuai saja.
  • Saya bekerja di PT. A, waktu training saya ditempatkan di PT. S yang memang berkumpulnya accounting finance PT yang dimiliki BOD tersebut. Di informasi awal saya harusnya ditempatkan di PT. A yang berada di jakarta, tapi karena lain hal saya diminta tetap berada di PT. S. Bingung? pegangan makanya. 
  • Informasi tidak diperbolehkan membawa ponsel pribadi di kantor baru saya ketahui setelah diterima bekerja malam sebelumnya. Meski komputer di fasilitasi internet, tetap saja tidak bisa berkabar ria dengan orang luar kan?! Untungnya saya tahan-tahan saja, menunggu meledak mungkin. Hehehe
  • Beradanya saya di PT. S ini macam anak bawang, saya harus mengikuti jam kerja mereka tapi enggak ikut acara apapun yang dilakukan oleh karyawan PT. S. Say bye-bye deh kalau ada gathering atau acara ulang tahun karyawan. Hahaha. Sudah gitu membuat saya jadi bingung juga mau obrolin apaan sama rekan kerja. 
Perasaan jadi anak bawang membuat saya jadi tertutup. Sampai saya berpikir apa saya ini orang yang termasuk introvert? eh kalian tau kan istilah Introvert, Extrovert dan Ambivert?
 
sumber lunaractivity
Tapi kalau setelah ditelaah lebih jauh dari diri saya, rasanya saya enggak 100% introvert lho. Meski kalau iseng-iseng tes di website-website personality, nilai introvert saya lebih besar. Hahaha apa berarti saya adalah seorang Ambivert?

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca -entah dimana- bahwa setiap orang memiliki sifat introvert dan extrovert, hanya saja tergantung mana yang lebih dominan. 

Untuk orang yang moody kayak saya sepertinya saya ini tipe Ambiverts deh. Iya, yakin deh ambiverts. Soalnya saya seneng-seneng aja di keramaian tapi malas berinteraksi aja kadangkala. Saya juga bisa beradaptasi dengan baik kok, kalau mau ngobrol ya hayooo mau diam juga hayooo. 
 
Bener gak itu sifat ambivert??? 
 
Tolong nilai aku, Mas!


Kalau kamu, tipe yang mana???
 
 
 
 
Thanks,
-anita- 

No comments:

Post a Comment

BELI DI AIRFROV ATAU LIVE SHOPPING JASTIP ???

Sebelum kepergian ke Thailand, suami sempat mengenalkan saya pada aplikasi jasa titip online yaitu AIRFROV. Lumayan bagus sih reviewnya, ma...