Thursday, January 4, 2018

PERMAINAN MASA KECIL YANG DIRINDUKAN

Ide tulisan ini muncul ketika listrik mati di kantor dan beberapa orang mengisi kebosanannya dengan bermain Pancasila Lima Dasar, membuat saya kembali merindukan permainan masa kecil lainnya.

Berbeda dengan permainan masa kini yang semua berpusat pada teknologi canggih seperti ponsel dan komputer, masa kecil saya yang menghabiskan waktu di era generasi 90an lebih bewarna dan nyata.

Tidak hanya membutuhkan jari dan otak, tapi permainan masa kecil dulu lebih membutuhkan effort ketimbang permainan masa kini. Seluruh tubuh bergerak, dari kepala sampai kaki. Dan tentu lebih membutuhkan tempat untuk bermain. Yang bikin kangen itu adalah perasaan lelah tapi bahagia. Apasiih. 

Permainan ini saya kenal di masa-masa merah putih, saat masih belum malu-malu dan semasa bodo dengan perbedaan gender. Permainan ini juga mempererat pertemanan lho. Rasanya bebas banget deh kala itu, enggak kayak zaman sekarang yang kelakuannya meresahkan (memang tidak semua sih). 

Beberapa permainan yang bikin masa kecil saya bahagia :
  • Petak Umpet 
Cara mainnya adalah satu orang penjaga akan berhitung sambil menutup matanya dan yang lainnya kocar-kacir mencari tempat persembunyian. Goals dari permainan ini adalah kita yang bersembunyi harus men-tap (apa ya istilah benarnya hahaha)tempat si penjaga tanpa ketahuan. Mungkin banyak modifikasi ya dari permainan ini.

Petak Umpet Zaman Now
Paling malas itu adalah menjadi si penjaga dan area persembunyiannya seluas sekolah.Hahaha. Tapi seru sih kita harus mencari jejak teman-teman kita yang menghilang sambil menjaga kandang.

  • Lompat Karet
Cara mainnya adalah untaian karet gelang yang ujungnya dipegang oleh dua orang lalu dibentangkan sesuai levelnya. Dari level ecek-ecek semata kaki sampai level merdeka dimana si pemegang ujung karet harus mengangkat tangannya hingga tinggi. Itu kalau mainnya lompat tinggi.
 
Lain cerita kalau kita main lompat karet, hampir sama kayak skipping sih. Jadi setiap level ada jumlah lompatannya. Kalau nyangkut berarti kalah dan harus bertukar posisi dengan pemegang tali. 
 
 
Dulu tuh saya bisa lho koprol untuk main lompat tinggi. Lah sekarang kok takut jatuh ya. Hahaha.
 
  •  Boy
Ini bukan soal Catatan si Boy atau si Boy anak jalanan lho ya. Ini permainan masa kecil yang cara mainnya adalah kita harus menyusun kembali benda yang sudah dihancurkan oleh pelempar bola ( biasanya pakai bola kasti) tanpa mengenai bola. Begitu pelempar merubuhkan menara benda tersebut, yang lain harus kabur agar tidak terkena bola, beberapa orang harus bekerja sama menyusun kembali benda tersebut. 
 
Bagi orang yang lagi kesel sama temennya terus pas banget lagi barengan mainnya bisa nih sekalian balas dendam. Hihihi
 
  • Gobak Sodor
Ini permainan membutuhkan kegesitan dan kelenturan. Haha. Siap-siap pada keseleo dan encok.
Biasanya membutuhkan lapangan bulu tangkis karena sudah ada garis-garis yang bisa dijadikan tanda penjagaan. 
Ada 2 tim, satu tim menjadi penjaga dan satu tim lagi harus membobol pertahanan tim lawannya hingga ke finish tanpa tersentuh. Si Penjaga boleh berpindah tempat asal tetap berada di jalur garis.

Sumber: Hipwe

  • Pancasila Lima Dasar
Permainan ini membutuhkan wawasan tinggi dan kecepatan, bagi kalian yang lemot pasti kalah terus. Haha
 
Cara mainnya adalah para pemain harus berhompimpa untuk menentukan huruf yang akan menjadi patokan lalu secepat mungkin melontarkan kata dari huruf tersebut. Bisa nama-nama binatang, artis, buah dan lainnya.
 
***
 
Dan tentu saja masih banyak lagi permainan tradisional yang bikin masa kecil saya bahagia. Sebut saja congklak, tapak gunung, gundu, dan monopoli. Meski monopoli sempat hits beberapa tahun ini, tetap saja monopoli yang original lebih seru. Cuma malas beresinnya saja. Haha.
 
Sayangnya zaman sekarang ini selain berkurangnya tempat juga berkembangnya teknologi, menyebabkan permainan era 90an itu terlupakan. Mungkin beberapa daerah yang jauh dari keramaian masih ada yang memainkan itu. Tapi coba deh tanya sama anak-anak zaman sekarang, mau enggak mainnya? Panas-panasan, lari-larian dan berkeringat dan tentu saja capeeek. Hahaha. 

Pantas saja dulu saya itu kurus ya karena memang banyak gerak. Lah sekarang kerjaannya cuma duduk didepan komputer sambil ngemil ini-itu tapi selalu berharap timbangan enggak naik. Hahaha
 
Apakah kalian tahu permainan yang saya sebutkan diatas? Kalau iya, kangen sama yang mana?
Thanks,
-anita-
 

No comments:

Post a Comment

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...