Wednesday, March 14, 2018

BATUK SESAK PADA BALITA

Sepanjang perjalanan hidup Kael yang hampir beranjak 2 tahun ini, Kael termasuk anak yang gampang terserang batuk pilek. 


Makanya saya sih udah biasa kalau mertua nyeletuk :'kok sakit terus sih'. Saya berusaha biasa lebih tepatnya, meski dalam hati meringis. Aaah, rasanya saya sendiri selalu merasa gagal jadi ibu bagi Kael.


Sekarang sih udah sedikit terbiasa kalau Kael mulai batuk pilek. Biasanya saya kasih obat racikan dari Dr. Ferdy Limawal yang memang cocok buat Kael dan diuap dengan dosis yang diresepkan. 

Namun kali ini batuknya bukan batuk berdahak seperti biasanya. Batuknya lebih terlihat mengenaskan, bikin dadanya kempas kempis kalau malam. Saya sampai enggak tega. 

Jadi begini kronologisnya :

- Kamis sore setelah dipijat oleh Ibu Pandi (tukang urut langganan Mama), Kael main di sebelah rumah dan nyabut-nyabut daun tetangga sebelah. Anteng bener. Saat itu Mama sudah bilang Kael enggak mau makan. Nah lagi asyik-asyiknya main, gerimis mulai muncul. Bukan gerimis biasa, cuma kayak percikan air makanya saya biarkan tetap main. Nah malamnya mulai demam-demam ringan, enggak saya kasih obat karena masih demam wajar. 

- Jumat pagi badannya masih hangat, saya siapkan Tempra penurun panas di rumah Mama. Nah sorenya ternyata masih demam dan terlihat lemas tapi bodohnya saya masih tetap nekat ikut Mama Papa ke Aeon. Disana Kael enggak mau makan sama sekali, bahkan es krim McD saja ditolak. Tapi Kael masih bisa ngoceh-ngoceh meski enggak mau lepas dari gendongan. Mungkin efek kena angin malam (kami parkir di lantai paling atas yang outdoor) jadi malamnya makin demam. 

- Sabtu : Saya putuskan tidak pergi kemana-mana karena tahu kondisi Kael masih belum sembuh benar. Benar-benar cuma di sekitaran rumah doang mainnya. 

- Minggu : Untungnya di gereja enggak rewel, sempat tertidur pulas juga. Abis itu mampir sebentar di rumah mertua dan dirumah sampai malam. Dirumah mertua dikasih obat cina. Nah malamnya kan cari makan bubur deket rumah, terus pas jalan menuju apotik kena gerimis lagi. Mungkin disitu ya kondisinya makin drop. Kena angin malam plus gerimis, duo mantap.

Minggu malam itu napas Kael sudah mulai sesak dan tidurnya enggak nyenyak. Saya akhirnya kasih obat racikan dokter Ferdy yang lama dan di nebu dengan dosis biasa. 

Senin saya masih kerja, soalnya berharap Kael sudah lebih baik. Ternyata suami kirimin video Kael yang batuk terus menerus saat tidur. Asli kepikiran mau langsung pulang kalau enggak ada kerjaan mendesak mah. 

Sepulangnya dari kantor, saya mengecek keadaan Kael dan memang makin lemes. Duuuh buru-buru saya infoin suami minta pulang cepet untuk ke Omni Alam Sutera. 

Asli ya rumah sakit malam itu ramai banget. Hahaha. Saya sampai pegel gendong Kael. Biasanya sampai sana dia asyik main perosotan, lah ini meski udah dari jauh dia tau ada perosotan di rumah sakit ini, tapi enggak mau main. Saking lemesnya. 

Sampai Omni jam 7 malam, baru bisa ketemu si dokter jam 9 malam. Untung Dokter Ferdy baik, dia mengecek kondisi Kael dengan telaten. Soalnya Kael ini lagi dalam edisi 'cengeng' dan gak mau lepas dari gendongan saya, jadi Dokter Ferdy menganalisa sakitnya dengan teliti. Hasilnya adalah ISPA ringan dan ASMA serta radang tenggorokan, kebetulan Kael memang ada alergi dan mungkin itu yang membuat batuknya sedikit parah. 

Sebenarnya saya sempat khawatir Kael terkena Bronkritis atau Pneumonia, karena dilihat diafragma napasnya. Namun untungnya si dokter menyanggah pendapat saya, katanya masih dalam taraf ISPA ringan. Sehingga hanya diresepkan obat racikan untuk batuk dan sesaknya saja. Plus di nebu.

Ternyata dosis Nebulizer untuk Batuk dan Sesak berbeda. Jadi selama tiga hari berturut-turut saya harus me-nebu Kael dengan dosis sesak. Butuh perjuangan sih, cuma lumayan napasnya sudah tidak sekering dan senaas kemarin. 

Kondisi terakhir sekarang sih sudah jauh lebih baik, meski masih batuk basah. Hanya saja keceriaannya masih belum terbit, senyumnya manisnya andalannya belum ada. 



Cepet sembuh, Nak. 

 

- Emakmu -

No comments:

Post a Comment

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat a...