Monday, March 26, 2018

[ FILM KOREA ] HOPE

Saya rasa enggak ada satu orangpun di dunia ini mau menjadi korban, apalagi menjadi korban tindak pelecehan seksual.
Trauma dalam hal psikis serta ketakutan akan reaksi negatif orang sekitar menjadi bayang-bayang gelap dalam hidup mereka. Orang dewasa saja bisa mengalami depresi, apalagi jika korbannya adalah gadis cilik berusia 8 tahun.
Kali ini saya mau mereview film Korea berjudul HOPE .
Film ini diangkat dari kisah nyata dalam kasus pemerkosaan Mayoung yang terjadi pada tahun 2008 yang memunculkan kemarahan publik atas keputusan pengadilan yang dianggap tidak adil. 
Pokoknya film ini berhasil membuat kita berurai air mata seperti film Miracle in Cell no.7 yang dibuat pada tahun yang sama, 2013. 
 
Predator ada dimanapun


Kehidupan So Won bukanlah berasal dari keluarga kaya raya. Ayahnya hanyalah seorang buruh dan Ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa yang sekarang sedang hamil. Berjuang dalam himpitan ekonomi, membuat So Won menjadi anak yang ceria, mandiri dan humble

Hingga suatu pagi yang hujan, So Won harus berangkat sekolah sendiri. Ditengah perjalanan dia dihadang seorang pria tua yang minta bantuan. Dan memang ya tenaga pria lagi gelap mata itu pasti kuat sekali, akhirnya scene langsung menampilkan So Won yang sudah terkapar. Gak perlu dibuat reka ulanglah ya, kita semua udah tahu apa yang terjadi.

Orangtua mana yang bakal mengira akan begini kejadiannya ketika melepas anaknya pergi sekolah tadi pagi? Semua masih terasa benar sampai kamu dihadapkan pada kenyataan, bahwa anak kamu berada di ranjang Rumah Sakit dan harus dioperasi besar. 

Berhasil selamat dari operasi, So Won harus hidup dengan anus buatan seumur hidupnya. Enggak kebayang ya perasaan orangtuanya. Si Ibu lebih mengandalkan emosi, makanya dia menolak bantuan sunflower center - sebuah komunitas peduli korban serta keluarga pelecehan seksual. 

So Won yang sudah sadar harus mengenali pelaku agar keadilan dapat di proses. Bergulat pada kondisi jiwa So Won yang masih rapuh, si Ayah akhirnya setuju polisi menginterogasi anaknya. 

Begitu foto pelaku ditunjukkan, So Won dapat langsung mengenalinya dan merasa tertekan.

Pelaku akhirnya berhasil di tangkap dan So Won menjalani pemulihan. Saat dipindahkan ke kamar rawat, saya rasa karena alasan ekonomi si Ibu meminta kamar berisi 6 ranjang. Disaat itu si Ayah menerima telepon bahwa pelaku sudah ditangkap. Saking penasarannya si Ayah mendatangi kantor polisi yang sudah diserbu wartawan. Alhasil wartawan melihatnya sehingga berita semakin tersebar. 

Dan berita itu menjadi pembicaraan di rumah sakit, termasuk dikamar rawat So Won. Ayah yang sudah tiba di rumah sakit langsung membawa So Won keluar, sialnya wartawan datang sehingga Ayahnya langsung membopong So Won kabur.


Media mengejar mereka hingga membuat So Won bertanya :'apa dia berbuat salah?'
Jleeb. Mata mulai berair saudara-saudaraaaa. 

Sialnya akibat digendong oleh ayahnya untuk kabur dari media, bekas jahitan Hope bermasalah. Si Ayah berusaha membersihkan luka itu tetapi ternyata membuat Hope mengingat kembali kejadian buruk itu. 



Stress dengan kondisi Hope, Si Ibu hampir keguguran dan akhirnya dirawat. Ayahnya baru tahu soal kehamilan kedua istrinya itu.

Hope menjadi pendiam ketika Ayah datang, dia menutup dirinya sendiri dengan selimut putih dan tidak menjawab kata-kata ayahnya. Ayahnya tahu Hope jadi trauma melihatnya.



Disaat inilah sebenarnya dukungan para sahabat dan orang terdekat sangat berarti, bukan orang-orang yang sok peduli atau cuma basa basi. 

Pengadilan berlangsung tidak kondusif, pelaku berlaku tenang dan memberikan alibi telah kehilangan rompi yang menjadi bukti kejahatan serta beralasan kerja sampai malam. Pengadilan ditunda sambil mencari bukti pendukung lainnya. 

Disisi lain, si Ibu dan temannya mencari ide agar dapat mengembalikan keceriaan anaknya. Dengan bantuan pemimpin Sunflower Center, mereka menyewa kostum kesukaan anaknya, Kokomong. 




Demi anak tersayang si ayah berniat nyewa kostum di tengah meski mahal. Untung abang kostumnya baik sehingga dikasih pinjem semaunya. Memakai kostum akhirnya si Ayah bisa berdekatan dengan anaknya.

Setelah dinyatakan sembuh, Hope diperbolehkan pulang. Ternyata semua orang terdekat mereka berusaha membantu. 

Support dari teman sekolah Hope
Berkat dukungan sekitarnya dan kerja keras Ayahnya akhirnya Hope bisa kembali hidup seperti sedia kala. Dan yang paling utama adalah Hope bisa menerima kehadiran ayahnya kembali.


Sayangnya mimpi buruk mereka belum berakhir. Hope harus bersaksi di pengadilan agar hukum bisa ditegakkan karena pelaku mengirimkan petisi bahwa dia tidak ingat mengenai kejadian akibat mabuk. 


Emang dasar penjahat kelamin ya! Udah salah malah minta kesepakatan supaya bebas. Dia kira uang bisa mengembalikan apa yang terjadi? 



Sahabat si Ayah meminta si Ayah menganggap apa yang terjadi hanya kecelakaan agar keluarga mereka bisa melanjutkan hidup. Tapi ya namanya juga keluarga korban, ada rasa enggak rela pelaku bebas begitu saja. Makanya dia masih berusaha mencari keadilan. 
 
Sayangnya hukum memang tidak akan bisa terasa sepadan bagi yang dirugikan, apalagi yang dirugikan adalah masa depan si korban. Ketika putusan hakim hanya memberikan hukuman penjara 12 tahun saja, semua tidak rela. Si Ayah yang hendak memukul pelaku langsung ditahan Hope, mungkin Hope sudah terlalu lelah melihat keluarga mereka tersiksa. 

Mereka akhirnya memilih merelakan semua kejadian itu untuk masa depan yang lebih baik. Happy ending sih... intinya bersyukur.

*** 

Enggak kebayang gimana rasanya hidup menjadi korban. Udahlah stress mikirin nasib eh masih jadi korban nyinyir. Enggak heran ya banyak orang memilih jalan singkat dengan bunuh diri daripada hidup tidak nyaman sama sekali.

Film ini mengajarkan kita bahwa enggak seharusnya kita malah nyinyir masalah si korban, tapi seharusnya bantu dia melawan rasa terpuruknya. Bukan dengan ' jangan main sama dia, dia itu korban bla bla bla'' liat tuh kasian ya, makanya jangan bla bla bla'. 

Stop bullying! 
Kalau emang enggak bisa bantu seenggaknya berhenti ngomong yang enggak guna. 
Mereka butuh kita untuk kembali hidup. 


Dan buat loe-loe yang otaknya cabul! Please deketin diri loe ama Tuhan. Jangan mau hidup loe diatur ama nafsu belaka. Kalau emang hidup loe udah rusak dan gak berniat berubah, tolong jangan rusak hidup orang lain!


Bukan Baju yang Salah tapi Otak loe yang Konslet!



Thanks,

-anita-



 

No comments:

Post a Comment

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...