Thursday, May 17, 2018

PINTAR MEMILIH ASURANSI

Tadinya mah boro-boro mikirin, waktu beli aja di tahun 2011 itu karena iseng aja mau beli dan kebetulan teman SMA nawarin. Dan polis itu masih aktif dengan premi 400ribu sebulan tanpa inget manfaat apa saja yang saya dapatkan. Hahaha.

Tiga kali saya klaim nilai uang polis tersebut, totalnya mungkin sekitar 7 juta dan sampai sekarang saya enggak ingat itu duit menguap dimana. Benar-benar tidak kepikiran investasi deh. 

Akhirnya tahun 2018 menjadi titik balik hidup saya. Kesadaran akan investasi mulai ada dan itu artinya saya harus mereview ulang segala pergerakan keuangan saya dan suami pastinya. Kami mau bebas dari kondisi dimana belum akhir bulan tapi dompet udah kembang kempis. Berasa banyak duit padahal cuma bon-bon utang. Apalagi udah ada Kael, tentu kami mau jadi orangtua yang bertanggungjawab. 

Setelah terpending lama akhirnya saya kembali membuka buku polis asuransi kami berdua dan alamaaak itu nilai manfaatnya kok udah enggak sebanding dengan nilai sekarang? Masa iya Uang Pertanggungan atas jiwa suami enggak lebih mahal dari mobil MPV terbaru? Hahaha, bodoh banget ya kami saat mengiyakan tawaran polis tersebut. 

Demi #lifegoals2018 saya akhirnya mengontak kembali teman SMA saya tersebut, dia masih aktif menjadi agen namun suaminya sekarang yang lebih aktif. Suaminya ya teman SMA saya juga. Lumayan kenal baik sampai-sampai kami bisa berbicara blak-blakan. 

Niatnya mau menutup polis asuransi saya yang ternyata lebih ke asuransi kesehatan. Dipikir-pikir enggak butuh karena selain limitnya kecil, toh kesehatan saya sudah di tanggung oleh perusahaan suami.

Berhubung duitnya enggak banyak, alhasil kami harus pintar-pintar cari asuransi jiwa yang sesuai dengan harapan. Jangan sampe tekor dooong!
 
Nah pilihan kami (lebih tepatnya saya, karena suami cuek aja)adalah asuransi jiwa murni. Seperti yang sudah saya bilang, untuk asuransi kesehatan sudah di tanggung oleh perusahaan kantor dengan limit yang lumayan besar untuk kami yang enggak pernah sakit keras (semoga gak terjadi). Dengan premi lebih murah, asuransi jiwa murni bisa memberikan uang pertanggungan yang lebih besar.


Di Commonwealth life, saya mendapat tawaran premi 3,5juta pertahun dengan uang pertanggungan 1 Milyar. Premi naik setiap tahun. Itu untuk usia saya dengan kondisi tidak merokok. 
Kalau dibandingkan dengan polis lama saya yang 4,8juta setahun tentu jauh banget. 

Sebenarnya saya masih penasaran dengan SunLife, banyak yang merekomendasi tapi saya belum sempat menelepon agennya. Jadi keburu ketemuan sama temen saya ini (setelah saya cancel dengan alasan hujan dan malas). Hahaha.

Setelah berdiskusi dan mengatakan sejujurnya keinginan saya biar enggak double biaya asuransi, teman saya ini menganjurkan mengubah polis asuransi kesehatan saya menjadi asuransi penyakit kritis. 

Secara ya enggak ada yang tahu penyakit apa yang bakal menghantam tubuh ini. Mungkin sekarang tidak ada gejala apa-apa, tapi bukankah penyakit jantung adalah penyakit paling mematikan yang bisa membunuh siapa saja dalam hitungan detik? 

Dengan premi tetap saya mendapatkan manfaat penyakit kritis, lumayan UPnya. Hehehe mesti enggak bisa menikmati setidaknya keluarga saya nanti bisa terbantu. 

Nah lain hal dengan asuransi suami. Berhubung dia buka polis pada mantan teman kantornya, saya harus bicara dulu sama beliau. Kata teman saya enggak enak untuk pindah agen dan begitu saya bertemu langsung dengan temannya itu serta meminta skema polis yang saya minta, ternyata enggak sesuai yang saya mau. Alhasil kami harus melupakan perasaan 'enggak enak' untuk menutup polis lama suami. 

Jadilah saya membuka polis baru untuk kebutuhan suami. Asuransi jiwa wholelife dengan premi 7,9juta setahun dan manfaat UP 2M. Lumayan mahal ya. 

Kenapa saya tidak jadi mengambil asuransi jiwa murni (termlife)? karena meski premi lebih murah tapi manfaat akan diterima hanya selama polis aktif dan nilai premipun semakin tinggi dengan bertambahnya usia. Sedangkan asuransi yang saya ambil, meski premi tergolong dua kali lipat tapi ada nilai uang yang bisa diambil untuk membayar premi.  Bingung? saya juga. Hahaha. 

Sungguh tulisan yang membosankan ya?
Tapi ini buat jadi bahan sharing aja, secara masih ada banyak orang diluaran sana yang buta dalam berasuransi. Padahal penting lho. Pintar-pintar mencari asuransi yang dibutuhkan, jangan cuma modal kata orang. Selidiki kebutuhan kamu dan jangan sampe jadi biaya sia-sia. 

Ayo berasuransi!



Thanks,

-Mamih Awe-


 

No comments:

Post a Comment

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...