Wednesday, October 31, 2018

KETIKA MAMA BUTUH PIKNIK

Mama butuh piknik!

Iya, Mama saya dalam mode stress makanya mulai berefek pada kesehatannya. Sembelit, perut sakit, masuk angin, plus ngomel-ngomel. Tapi kalau dibawa nongkrong ke Mall lupa ama sakitnya.

Jadi sebenarnya Mama tuh ada rencana ikut tour satu hari ke Bandung, makanya minta Papa untuk cuti kerja. Eh enggak taunya cuma ngomong doang, ikut beneran mah kaga. Alhasil mubajir kan cuti Papa, jadilah dia memprovokasi anak-anaknya untuk ikut dia. 

Omongan pertama bilangnya mau ke Sari Ater, pulang hari. 
Saya disuruh ikut dengan alasan biar Kael bisa liat air terjun. Hmmm kok alasannya maksa ya sebenernya, tapi ya sudahlah nyenengin orangtua itu bagus kan.

Eh omongan kedua ngajak nginep di lembang, mau refreshing katanya mah. Ya saya mikirnya kalau nginep mah males, males cari gereja daerah sana. Waktu saya kasih opsi mereka aja yang nginep dan saya pulang hari, Mama galau gitu. Mau iyain tapi ngomong kalau punya saudara di Bandung mah dia mau nginep aja. Laaah ini cara paling dahsyat Mama buat meluluhkan hati anaknya. 

Alhasil semalam akhirnya saya setuju nginep tapi daerah Bandung kota, supaya gampang ke Gereja Berea Sungrak di Bandung. Saya juga mengajak Papa dan Mama Mertua dan mereka setuju. 

Untung ada MOVIC, jadi kami enggak perlu pusing mikirin kendaraan.


Cek di Traveloka dan Agoda, akhirnya booking di Hotel Zodiac daerah Asia Afrika. Dekat benar sama Sudirman Street, pusat kuliner Kota Bandung.


Emang ya kalau liburan dadakan pasti jadi deh. 

Makanya mikir juga, kayaknya emang butuh dana darurat atau dana khusus buat liburan deh. 

Mari kita siapkan dana liburaaaaan! Eeh, harusnya saya diet liburan dulu buat ke Thailand tahun depan. Arrrrggghhh.


Pusing mendadak.


Thanks,


-anita-




 

Tuesday, October 30, 2018

MOVIC - APLIKASI SEWA MOBIL DARI ASTRA

Sudah hampir dua tahun kami tidak lagi memiliki kendaraan pribadi, selain motor dan sepeda. Ternyata efeknya dahsyat lho buat keuangan kami. Soalnya kan enggak perlu bayar pajak tahunan, asuransi kendaraan, biaya service, biaya bahan bakar, biaya parkir dan biaya hura-hura karena keseringan pergi. Hehehe. 

Cuma minusnya ya kalau mau pergi belanja barang atau pergi sekeluarga besar ya repot. 

Kalau belanja bisa nebeng mobil Papa, kalau liburan??? Ya sewa mobil dong.

Hehehe

Selama ini sih belum pernah sewa mobil ke tempat penyewaan khusus ya, soalnya masih dimudahkan bisa meminjam ke teman atau saudara. 

Eh kemarin-kemarin ini dapet info ada aplikasi penyewaan mobil dari astra. Ada promo sewa mobil cuma 100ribu seharian full. 

Apa sih aplikasinya???

Pstt, ini bukan sponsor ya... ini murni pengalaman saya pribadi.

MOVIC

Menurut tulisan di www.seva.id, MOVIC ini diluncurkan pada 24 September 2018. Movic adalah aplikasi dan situs yang menghubungkan pemilik dan penyewa mobil.





Selama bulan September dan Oktober, nikmati promo Sewa Mobil Seharian Cuma 99 Ribu! Anda dapat menyewa mobil seharian hanya bayar maksimal Rp 99.000.
Promo Sewa Mobil Seharian Cuma 99 Ribu! ini berlaku untuk penyewaan jenis mobil standar seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Daihatsu Grand Max, Daihatsu Luxio, atau Toyota Kijang Innova senilai Rp 600.000 dengan maksimal sewa selama tiga hari.

Untuk pemesanan mobil non-standar jika menggunakan promo Sewa Mobil Seharian Cuma 99 Ribu! maka akan mendapatkan diskon sebesar 85% atau maksimal potongan Rp 1.500.000.

Promo ini juga berlaku untuk semua jenis fasilitas Movic (Car Only dan Car with Driver) dengan semua cara pembayaran. Promo Sewa Mobil Seharian Cuma 99 Ribu! ini terbatas dan hanya berlaku untuk satu kali transaksi selama periode promo, dari 20 September 2018 hingga 31 Oktober 2018.

WOW banget kan.

Ini sih suami ya yang ngurus, jadi saya buat tulisan ini berdasarkan informasi suami. Hehehe kalau salah ya omelin aja dia. 

Daripada kepanjangan, ini saya kasih tahu cara nikmati MOVIC.
1. Download dan Install aplikasi MOVIC di handphone kamu
2. Registrasi dengan nomor handphone dan email. Kamu akan menerima email pengaktifan akun.
3. Foto selfie sambil memegang KTP kamu ya (Ingat, jangan punya orang lain dan jangan blurr)
4. Foto KTP dan SIM yang masih berlaku (lagi-lagi ingat ya punya kamu sendiri)
5. Tunggu H+1 
Kejadian pada saya, malamnya diatas jam 9an saya melakukan proses pendaftaran besok paginya udah bisa transaksi. Prosesnya cepat.
Dan Aplikasi MOVIC ini sudah berjalan dibeberapa kota seperti Jabodetabek, Bali, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Bandung, Pontianak, Semarang, dan Medan. Jadi kalau kamu mau liburan ke kota-kota diatas bisa tuh pakai movic, lebih terpecaya dan harganya pasti.


Kamu bisa pilih mau tanggal berapa, kota yang mana dan mobil apa yang kamu butuhkan. Semua ada di aplikasi ini. Nanti kamu akan diarahkan pada pemilik mobil. Kamu juga bisa pilih mau pakai supir atau lepas kunci. Tentu keduanya berbeda harga ya. 
Pokoknya terserah kamu! wong kamu yang bayar juga. Hehehe.

Eits tapi ingat ya kita sebagai penyewa mobil pasti memberikan jaminan. Kalau suami kemarin dealnya dengan Smart Rent Car di Alam Sutera, motor suami ditahan disana selama penyewaan. Ada tanda terimanya kok.

Jadi jangan ragu pakai MOVIC, besutan astra ini terjamin dan mudah banget pengaplikasiannya. 
Sekarang kalau mau sewa mobil enggak perlu repot-repot telepon sana sini deh, tinggal search aja!
  

Salam,


-anita-







 
 

Wednesday, October 3, 2018

SUKA BUKAN BERARTI HARUS MEMILIKI

Hayo disini siapa yang suka dengan binatang?

Binatang yang saya maksud itu hewan yang biasa dijadikan peliharaan ya, bak tambahan anggota keluarga yang disayang-sayang di rumah.

Anjing, Kucing, Burung (jenis apapun) dan apalah yang biasa kalian panggil My pets. Ya tapi yang umum aja yeee, janganlah kita bayangin hewan peliharaan orang Dubai yang luarbiasa nyeleneh. 

Saya suka anjing, dibanding kucing tentu saja. 

Karena bagi saya anjing lebih mudah dicintai ketimbang kucing yang maunya disayang doang. Hahaha jangan dibully ya para catlovers. 

Sumber dari Brilio.net
Sewaktu masih kecil, keluarga sempat punya seekor anjing kampung di rumah. Entah gimana ceritanya itu anjing bisa kami pelihara, namanya Bili or Billy(enggak ada ejaan yang tepat karena hanya sekedar panggilan). 

Ya rawatnya biasa aja, kasih makan sesuai kami makan dan ajak main. Enggak sampai di vaksin segala sih. Sayangnya dia mati karena diracun (katanya).

Lalu berlanjut pas saya sudah lulus kuliah, bosen enggak ada kerjaan sepulang kantor kok rasanya enak ya kalau ada hewan peliharaan. Jadilah saya mengadopsi seekor anjing dari temen suami (masih pacaran) kala itu. Anjingnya enggak spesial, hanya anjing biasa tapi saya seneng. Udah punya duit sendiri tentu udah bisa beliin cemilan yang ada di petshop dong. Pernah vaksin sekali tapi abis itu enggak lagi. Namanya Sisy
Terus adik nawarin anak anjing lagi dari temen kantornya, diambil dong. Namanya Blacky, sesuai bulunya.

Kalau Blacky termasuk anjing yang penurut, lain hal dengan Sisy si agresif. Sisy selalu berusaha keluar gerbang dan berhasil tekdung dengan anjing liar. Wah makin ramai deh begitu Sisy melahirkan 3 anak anjing. 

Menjelang mau menikah, bimbang. Enggak mungkin membawa semua anjing itu ke rumah yang notabene enggak setiap saat di rumah, apalagi Mama udah bilang enggak mau ngurus. Untung sepupu mau adopsi. Wah drama banget deh pas mau nganterin mereka, kayak mereka tuh tahu bakalan dibawa pergi. Hiksss, tapi apa daya, kedepannya saya enggak mampu menjaga mereka.

Sejak itu saya sadar kalau  saya belum mampu merawat hewan peliharaan lagi, apapun itu. Eh pas suami juga begitu ternyata, dia pernah punya sugar glider eh ujung-ujungnya dijual. Hahaha.

Makanya sampai sekarang saya menolak ide suami untuk merawat hewan peliharaan, meskipun itu cuma ikan hias. Aaaah, saya enggak mau ada rasa 'beban' untuk menjaga makhluk hidup selain anak. Lelah booookk. Belum lagi kalau mau pergi kemana-mana, ada tanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan mereka selama saya tinggal kan??? Dan enggak ada orang yang bisa dititipkan. Aaaaah, beban lagi.

Applause buat pecinta binatang yang mampu berkonsisten untuk mau bertanggung jawab pada hewan peliharaannya. Butuh tenaga dan modal lho untuk merawat hewan-hewan itu, selain cinta tentu saja. 

Buat orang-orang disana yang mau punya hewan peliharaan, tolong pikirkan baik-baik sebelum memiliki hewan peliharaan. Apakah kamu termasuk 'mampu' menjaga makhluk hidup?  Butuh komitmen untuk memiliki hewan peliharaan, bukan sekedar untuk gaya hidup saja. Jadikan hewan-hewan itu keluargamu.


Dan suka bukan berarti harus memiliki kan?




MENCOBA MENTOLERIR RASA

Sepanjang ingatan saya, rasa makanan yang selalu saya coba singkirkan adalah Keju, Susu Putih dan Madu.
 
Entah karena rasanya yang terlalu aneh (bagi saya) atau karena pernah mencoba dan tidak suka lalu menolak mencobanya lagi.

Iya saya mah gitu orangnya. 

Saya bukan orang yang senang mencoba sesuatu yang baru atau mengulang mencoba sesuatu yang dirasa 'pernah' enggak suka.

Saya enggak bisa mentolelir baunya susu putih, pernah mencoba suggest diri sendiri tapi begitu aromanya mendekat langsung yucks. Makanya dulu waktu Mama pernah langganan susu sapi murni, rasanya selalu berharap tukang susunya lupa. Tapi nyatanya tetep saya harus menelan cairan beraroma 'khas' itu dengan penuh siksaan. Enggak lama sih, mungkin si Mama sadar anak tengahnya ini tersiksa. Haha. Sekarang sih agak mendingan sih, tapi tetep aja menolak berurusan dengan aroma khas itu. Hehehe kecuali untuk masakan dan kopiiii.


Rasa keju itu asin tapi bikin eneg. Ya gak sih? atau cuma lidah saya aja yang kampungan?!Hahaha terserah deh. 
Keju diolah untuk masakan sih masih oke. Tapi kalau keju buat di cemil??? Hmmm kalian aja, saya mah enggak mau. 


Dan terakhir madu!
Dari kecil Mama enggak pernah memperkenalkan madu, entah karena harganya yang mahal atau emang enggak tahu madu yang bagus. Ya kenal madu setelah saya beranjak dewasa, itupun madu yang sering diiklankan. Rasanya? Lengket dan manis yang 'aneh'. 

Iya iya...udah dibilang saya mah enggak suka rasa yang aneh-aneh. 
Saya cuma tau manis ya manis, asem ya asem, atau pahit ya pahit. Enggak ada tuh manis tapi pahit. Hehehe. 

Tapi sekarang, semenjak udah punya anak apalagi udah mulai petakilan kayak sekarang. Makan apa aja ayok dah, udah bersyukur bisa makan dengan tenang.

Dan orangtua itu peranannya sebagai contoh bagi anak kan? 
Saya enggak mau Kael tumbuh katrok ama rasa. Makanya sekarang saya lagi berusaha untuk mentolerir rasa yang pernah ada aneh.

Dan mari kita mengeksplor rasa!


Thanks,

-anita-

 

 

ADAPTASI

Setelah empat tahun empat bulan bekerja di perusahaan terakhir, akhirnya saya menyerah juga untuk double job sebagai pekerja plus merawat a...