Wednesday, December 5, 2018

PENGALAMAN MEMAKAI MENSTRUAL CUP


Sejak hampir setahun lalu saya sudah mulai aware soal menstrual cup, tapi masih kepentok sama harga dan keberanian. 


Sebenarnya banyak sekali bermacam merek menstrual cup yang dijual di e-commerce, contohnya saja Tokopedia. Sebut saja LUNAR, LENA, DIVA, RUBY, ORGANICUP, dan bahkan tanpa merek dagang. Harganya bervariasi, dari mahal karena di import langsung atau murahnya yang sampai mikir 'ini aman enggak ya?'. 

Dan saat udah sepakat mau beli ORGANICUP di salah satu toko online, masih juga kepentok sama keberanian. Ini yakin mau beli? Kalau enggak cocok gimana? Aaaah masih jiper saya.

Eh ternyata emang kalau jodoh tak akan kemana, seperti postingan saya sebelumnya tentang promo Black Friday di website SUSTAINATION. Bagai gayung bersambut, sayapun memberanikan diri membeli Menstrual Cup dari Organicup. 

Seminggu setelah konfirmasi pembayaran, barang saya terima dengan baik (Jumat). Tanpa plastik ataupun bahan yang bisa jadi sampah, sesuai dengan tujuan mereka : berzerowaste.

Dan kayaknya emang Mestakung ya ... semesta mendukung sekali.
Jadwal menstruasi saya mundur, sampai saya kira hamil lho tapi pas TP negatif. Hahaha. Di PHP-in lagi kan!

Baca juga : BELUM MAU KOK MALAH HARAP-HARAP CEMAS?

Pulang kantor langsung buka, steril dengan merendam pada air mendidih selama 3-5 menit lalu coba deh. Untung Kael juga lagi bisa ditinggal main sendiri. 

Oke.

Tarik Napas.




Posisinya saya jongkok ya, agak sedikit nungging. Ingat cuci tangan sebelum memasukkan MC ini. Pertama sih agak risih ya karena memasukkan sesuatu yang 'enggak biasa' kedalam tubuh.

Saya beberapa kali keluar masuk karena masih belum 'kenal'.

Eh tau kan wanita punya tiga lobang pada kelaminnya? satu untuk buang air kecil posisinya di depan, satu untuk lobang vagina posisinya di tengah dan satu lagi untuk buang air besar posisinya di belakang. Jadi kita masukin MC ini di lobang tengah. Ya menurut situ???

Pas udah masuk terus coba beraktifitas seperti biasa, duduk lalu jongkok dan coba cek. Lah kok stemnya hilang???? masukkah?? Waduh.

Buru-buru ngibrit ke kamar mandi lagi, jongkok dan raba-raba. Kok enggak ada???Coba ngeden, eh ketemu ujung stemnya. Ngeden lagi makin keluar stemnya dan berhasil saya keluarkan seutuhnya. Langsung bersihin dan simpen.

Abis itu DM IGnya Sustaination tanya-tanya kegundahan saya. Hahaha. Katrok banget deh. Untungnya dijawab dengan ramah dan super detail informasinya. 

Eh enggak taunya malamnya saya menstruasi, bener-bener mestakung abis kan? Pas bener langsung bisa dipakai.

Jadi yang benar memang stemnya akan masuk kedalam, makanya jadi tidak terasa apa-apa. Saya bahkan bisa tidur nyenyak dalam posisi apapun. Kan biasanya kalau pakai pembalut takut geser-gesek, lah ini saya bisa jongkok dan beraktifitas seperti biasa. 

Malamnya bisa bobo nyenyak sampai jam enam pagi kok mulai enggak enak, pas ke kamar mandi cek sudah tembus sedikit di bagian depan celana dalam. Lanjut tidur lagi sampai jam 8. Kali ini bener-bener enggak enak, ternyata sudah tembus lumayan banyak tapi enggak sampai nembus ke baju luar. 

Karena Sabtu mau ke mall, jadi saya mau belajar lepas pakai duduk di kloset. Harus sedikit menuduk dan nungging sih kalau saya baru berhasil. Saya lapis pakai pembalut lagi, takut tembus. 

Keterangan resminya, Menstrual Cup bisa digunakan selama 10-12 jam. Tapi setiap wanita kan berbeda-beda flownya. 

Pada hari kedua (Sabtu) ini, dalam jeda waktu 4 jam cupnya sudah terisi setengah lebih sehingga tembus ke pembalut. Saya dua kali ganti selama di mall, nah sorenya kan mampir ke rumah mertua tuh. Kirain sebentar enggak taunya sampai malam dan saya enggak pergi ke kamar mandi selama itu. Jadi pas jam 10 malam sampai rumah, ternyata sudah penuh sampai pembalut. Dihitung-hitung enam jam lebih. Nah menjelang subuh saya ganti lagi, belajar dari hari sebelumnya.

Pada hari ketiga (Minggu), sebelum mulai ibadah jam 11 saya 'ganti' dulu. Itu masih belum setengah cup, ya iyalah wong baru mandi jam 8 pagi. Sedikit bercak di pembalut, entah karena letaknya tidak benar atau saya terlalu pecicilan. Hehehe. Saya usahakan setiap 4 jam maksimal saya ganti.

Keesokan harinya saya pakai ngantor enak bener lho, enggak berasa ganjal atau apa. Hari keempat saya sudah lepas dari pembalut, pas pertama ganti juga cuma sedikit.

Malam hari keempat saya sudah tidak pakai, karena memang biasanya sudah tidak keluar. Jadilah saya rendam di air mendidih selama 5 menit, setelah itu masukkan kembali ke dalam pouch.


Cara Steril : Rendam dengan air mendidih selama 3-5 menit. Gunakan whisk agar MC tidak terkena dasar panci. Usahakan memakai panci dan whisk tersendiri supaya terbebas dari residu masakan sebelumnya.


Tadaaaa... sampai ketemu lagi Menstrual Cup. 

Note : Saran saya jika ingin menguras isi menstrual cup di kamar mandi umum, usahakan cek dulu punya washerjet enggak. Kalau cuma keran yang ngucur dari kloset, siapkan botol isi air bersih untuk bilasnya.
 
PR saya sekarang adalah mencari cara lain agar tidak memakai pembalut di hari pertama dan kedua. Apakah menspad???


Yuk mari beralih ke menstrual cup, untuk menjadikan bumi lebih sehat.



Thanks,
-anita-


  

2 comments:

  1. kalau direndam aja pake air panas (gak langsung dipanasin di atas kompor) bisa gak ya kira2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya searching sih kebanyakan merebusnya pada air mendidih say selama 5-10menit, makanya saya lebih baik ikutin.

      Mungkin bisa coba review pengguna menscup lainnya ya

      Delete

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...