Wednesday, January 16, 2019

UNTUK AKU DI SEPULUH TAHUN MENDATANG

Minggu ini media sosial diramaikan dengan tagar 10yearschallenge. Tagar ini mengajak kita untuk berani mengunggah foto sepuluh tahun yang lalu bersanding dengan foto kita sekarang. 2009 VS 2019. 

Banyak orang terdekat saya sudah mengunggah foto lawas mereka, suami saya bahkan sudah posting fotonya dari semalam. Hahaha soal foto mah emang cepet, coba kalau disuruh update masalah parenting

Apakah saya sudah mengunggah foto lawas? Tentu belom dong. Wong bahkan saya lupa masa-masa 2009 itu. Kayaknya masih kuliah dan masih jadi anak alay.

2009
Foto ini sepertinya diambil waktu liburan bareng anak kantor ke Anyer deh. Mubajir banget gak sih itu pose dua jari. 

Jadi buat kamu-kamu jangan sok ngatain orang alay karena kamu juga pernah alay pada masanya. Hahaha.

Tulisan ini sebenarnya untuk menyadarkan saya bahwa selama sepuluh tahun ini banyak pengalaman hidup yang bisa membentuk Anita seperti sekarang.
Tulisan ini bukan sekedar ajang pamer foto masa lalu saya yang masih muda dan energik, tapi juga mau cerita rasa penyesalan yang saya rasakan.

Kalau boleh mundur ke belakang, saya mau mengubah beberapa hal :
  • Kuliah : Dulu kuliah ambil jurusan akuntansi karena cuma jurusan itu yang kayaknya kepake buat kerja. Padahal kalau ditelaah sekarang kok kayaknya jurnalis asyik ya.
  • Keuangan : Kalau saja dari dulu saya melek dunia finansial, tentu nilai uang saya sudah banyak. Hahaha enggak cuma abis di perut dan di mall doang.  
  • Mindset : Pola pikir yang masa bodo adalah suatu kesalahan masa lalu.
  • Waktu  : Ini yang paling terasa penyesalannya. Sepuluh tahun sia-sia tanpa keliling Indonesia, melakukan hal baru dan berkontribusi pada negara. 

Penyesalan memang selalu terjadi di akhir, makanya kedepannya saya mau jadi Anita yang lebih baik dari sepuluh tahun yang lalu ataupun sekarang.  

Jadi tulisan ini untuk Anita di sepuluh tahun yang akan datang. 


***

Anita di tahun 2029,

Usia kamu saat ini sudah menginjak angka 4. Usia matang seorang manusia, dimana asam garam kehidupan sudah menempamu.

Entah sudah berapa anakmu saat ini, semoga semuanya diasuh dengan tanganmu dalam perlindungan Tuhan Yesus. 

Entah sudah berapa banyak hartamu saat ini, semoga bisa menjamin hidupmu dan keluargamu.

Untuk pernikahanmu, entah sudah berapa banyak rintangan yang menghadang namun semoga kehidupan pernikahanmu selalu bersandar pada Tuhan Yesus.

Dan semoga waktu sepuluh tahun yang Tuhan berikan untukmu dapat berguna bagi kebahagiaan dirimu sendiri. 

Terimakasih sudah berjuang selama ini.


*** 

Semoga saya masih diberikan berkat supaya masih bisa membaca tulisan ini.




Salam,


- Anita -


 

 

No comments:

Post a Comment

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...