Monday, March 18, 2019

BELI DI AIRFROV ATAU LIVE SHOPPING JASTIP ???

Sebelum kepergian ke Thailand, suami sempat mengenalkan saya pada aplikasi jasa titip online yaitu AIRFROV. Lumayan bagus sih reviewnya, makanya sempat buat akun kan untuk jualan. Eh ternyata ujungnya suami open live shopping. Jadilah itu aplikasi enggak terpakai.

Ealah buah tangan yang saya berikan pada rekan kerja ternyata enak dan bikin ketagihan. Apaa hayooo??? 

Kopi.

Iya Kopi. Kopi BIRDY merknya dan enggak dijual di market place manapun. Silakan coba sendiri.

Pilihan Rasa Birdy : Espresso, Robusta dan Creamy Latte

Jadilah cari jalan sendiri dan inget punya aplikasi Airfrov.

Tampilan Airfrov melalui website
Di Airfrov sendiri tampilannya user friendly kok, jadi mudah banget pemakaiannya. Lebih bagus kalau kamu tau harga asli barang yang diincar, jadi bisa buat harga perkiraan + jastip (minimal 100ribu kalau menurut airfrov). 

Saya akhirnya beli tuh kopi lewat Airfrov dong, total pembelian 3 bungkus kopi dengan harga aslinya 109BATH/bungkus plus ongkos kirim dan jasa airfrov adalah 260ribuan. Berarti anggapnya satu bungkus itu seharga 86ribuan. Masih oke dong ya.

Terus akhirnya saya penasaran dong search akun IG yang buka PO ke Thailand (silakan search sendiri). Saya pilih salah satunya dan ikut join group WA. Tentu setiap penjual mempunyai rules masing-masing ya jadi silakan cari sendiri penjual mana yang cocok di hatimu. 

Nah di group WA penjual ini kopi saya dihargai jasa titip 70ribu per item. Dia kasih harga aslinya 92 BATH dengan kurs 500/Bath.

Alasan dia mengenakan harga 70ribu/item karena bungkusnya besar dan bagasi sudah tidak gratis. 

Jadi perhitungannya = 92BATH x500 = 46.000 + 70.000 = 116.000/bungkus

Mahaaaal ya jadinya?

Ya tapi karena udah dibeli duluan ya akhirnya deal juga, untungnya saya belom info pesanan sesungguhnya.

Hihi mau hemat malah jadi buntung.

Mungkin kedepannya saya bisa beli di Airfrov saja, keuntungannya kalau beli banyak lebih murah dan juga enggak perlu ikut group WA live shopping yang bikin smartphone tang-ting-tung. Dan lagi enggak bikin kita tergoda beli yang lain.


Sekarang beli barang di luar negeri enggak repot, nitip aja di Airfrov.



Thanks,

ANITA



 

 

Friday, March 1, 2019

KESAN SELAMA LIBURAN DI THAILAND 2019

Oke mungkin harusnya judulnya 'Liburan di Bangkok' ya, karena selama 6 hari 5 malam saya lebih banyak berada di keramaian Bangkok. Hehehe.

Dari hari pertama hingga enggak mau pulang, tentu memberi kesan dan pengalaman baru bagi saya, apalagi di perjalanan kali ini lumayan 'berani' berhadapan dengan orang asing dengan berbagai keterbatasan.

Beberapa hal yang mau saya bagikan buat kalian yang pertama kali ke Thailand, apalagi membawa anak kecil. FYI, saya bukan ahli dalam hal ini ya... cuma sekedar membagi informasi kecil aja. 

  •  BAHASA
Bicara di depan orang menggunakan Bahasa Ibu saja saya masih malu, apalagi harus berhadapan dengan orang asing yang berbeda bahasa. Makanya sebelum pergi lumayan parno, takut susah berinteraksi. Namun nyatanya semua baik-baik saja. MEREKA - orang lokal- tidak terlalu menyulitkan. Untuk harga masih sama-sama mengerti, kalaupun tidak bisa pakai kalkulator. Hehehe.
  •  MAKANAN
Tidak ada kendala pada lidah saya, semua terasa enak. Meski nasi gorengnya lebih enak tukang tek-tek dekat rumah. Buat orangtua yang punya anak susah makan kayak Kael, masih aman karena ada KFC, BURGER KING atau MCD. Sssstt...di MCD Thailand ada Burger BABI!


Dan saya tergila-gila dengan Manggo Sticky Rice  

 
  • PEDESTRIAN & PUBLIC TRANSPORT
Wah Bangkok sih banyak banget jajanan kaki limanya, mereka biasanya memakai gerobak yang berjualan di trotoar. Tapi asli rapih banget. Trotoarnya cukup besar dan rapih, Kael bahkan senang sekali berjalan sendiri di trotoar sini.  
 
Selama di Bangkok, kami naik BTS. Itupun harus berjalan kaki melewati pedestrian, menaiki ratusan anak tangga - beruntung jika BTSnya punya eskalator/lift. Siapkan tenaga dan alas kaki yang mumpuni. 
 
Oh BTS disini nyaman kok, ada mesin tiket yang bisa dibeli pakai koin (lumayan abisin koin). Orang lokal disini juga sigap untuk memberikan kursi jika kelihatan kita bawa anak. Oh jangan lupa orang lokal sepertinya senang dengan anak kecil!
 
Jangan lupa naik tuk-tuk ya... lumayan berasa balapan. Hehehe apalagi yang pinggirannya enggak ada jaring pengaman. 
 
Jadi saya rasa Bangkok termasuk negara bersahabat untuk membawa anak-anak.
 
Kalaupun kalian bingung mencari jalan, gunakan saja google maps.
 
  •  STROLLER atau GENDONGAN?
Siapa disini yang sibuk mencari artikel mengenai penggunaan Stroller di Thailand sebelum pergi? Hahaha saya termasuk.
 
Jadi sepanjang menunggu hari H itu saya mencari banyak informasi mengenai stroller di Bangkok/Thailand. Masih sedikit sekali yang bahas. Ada yang menyarankan, namun ada pula yang melarang.
 
Nah begitu berhadapan langsung dengan realita, saya bersyukur tidak jadi membawa stroller. Hahaha. Saya memilih membawa Gendongan SSC Nana Toddler. 

Saran saya sebaiknya tentukan dulu mau bergaya liburan apa kamu di Thailand? Lebih sering naik BTS atau sewa Mobil? Dan terakhir adalah apakah anaknya tipe duduk diam di Stroller atau enggak bisa diam kayak Kael? Hahaha.

Kalaupun mau bawa Stroller, saya sarankan membawa stroller yang ringan dan mudah di gotong. Enggak mau kan encok gotong-gotong stroller naik tangga BTS yang tinggi? 

Baca juga  Stroller Pockit

Meskipun jika membawa gendongan, kita harus siap capek gendong terus. Bawa gendongan yang nyaman dan yang pasti siapkan tenaga.

  • SHOPPING TIME
Ya jangan terlalu banyak berharap bisa belanja sesuka hati, apalagi buat cungpret macam saya yang enggak punya nanny dan kondisi suami lagi buka jastip. Hahaha. Jadi cari aman saja.

Dan yang pasti pakaian disini memang bagus-bagus tapi apalah daya ketika tubuh tidak senormal dulu. Haha makanya sadari diri aja jeng daripada mubajir. Kalau urusan baju enggak lancar, urusin aja urusan perut. Hehehe.

  • BANDARA THAILAND RUWET
Kurang petugas serta alur yang tidak jelas membuat waktu check-in memakan waktu hampir 2 jam. 
Jadi ceritanya itu ada rombongan - sepertinya turis China- yang duduk mengantri dengan troli mereka di sebelah sisi kanan. Jadi banyak orang mengira antrian jalur check-in kan? Dan kami salah satunya. Hahaha. Terus tiba-tiba sebelah kiri dibuat jalur lagi dan bergerak maju sedangkan jalur kami enggak jalan-jalan. Tuh rombongan malah diem aja sambil main HP. Lah ternyata setelah diusut mereka itu menunggu! Gila gak sih!

Habis itu chaos banget, ada yang tiba-tiba nyempil mau nyerobot. Ada juga dua cewek merayu-rayu pengantri pria untuk nyelip dengan alasan udah mepet check-in. Waaah bener-bener padat. Untungnya kami spare waktu lebih awal, alasan pertamanya sih karena suami baru nambah bagasi di pagi sebelum kepulangan. Alhasil disuruh bayar bagasi di Bandara, 2 jam sebelum check in

Setelah itu ternyata bagian imigrasinya juga padat. Ada pintu masuk satu, kirain langsung ketemu pihak imigrasi ternyata harus antri mengular lagi. Beruntung saya dapat masuk ke barisan khusus karena dilihat menggendong Kael. Hehehe. lumayan.

Setelah itu masih oke meski ramai sekali. Ada area playground di ruang tunggu. 

***

Jadi Thailand bisa menjadi destinasi liburan yang bisa kamu kunjungi. Biaya hidupnya juga masih oke dibanding negara Asia Tenggara lainnya. 

Semoga ada kesempatan lagi untuk mengunjungi Thailand! 
Menunggu Kael bisa diajak kerjasama mungkin.


THANKS,


ANITA

KEHILANGAN

Kehilangan orang terdekat yang terpatri dalam ingatan saya hanyalah Nenek dari Mama dan Suami dari Sepupu. Terpatri karena kejadiannya saat...