Monday, November 11, 2019

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael sekarang ini.

Era kami tuh kayaknya bermain di sana terasa mahal, cuma orang yang ‘berduit’ yang bisa main. Lagipula kami tuh jarang masuk Mall. Dan begitu punya duit, udah enggak boleh masuk pula dan akhirnya baru bisa masuk begitu punya anak. Hahaha. Layakkah menyandang predikat masa kecil kurang bahagia?

Mungkin dulu di mata orangtua kami, bermain di arena seperti itu hanya buang-buang uang saja atau takut berbahaya karena anak-anak berlarian saja. Nyatanya begitu sekarang jadi orangtua, penafsiran seperti itu enggak seratus persen benar - kecuali bagian harganya. Hahaha.

Memang untuk harga, ada beberapa arena bermain yang menurut saya masih tidak masuk akal. Tapi tentu dengan harga demikian, ada arena yang memang tidak ada di tempat lain. Jadi pintar-pintar kita saja memilah mana arena bermain yang whorth it. 

Saya mulai mengajak Kael masuk ke arena bermain berbayar ketika dia sudah pintar melangkah atau keseimbangannya sudah siap berhadapan dengan banyak anak. Tapi ingat sekali lagi, selama itu juga kita sounding aturan bermain. Capek sig tapi sekarang udah bisa menikmati hasilnya. Kael enggak main serobot ataupun bermain kayak tuh arena milik nenek moyangnya. Ooops!

Dengan bermain di arena berbayar ini sebenarnya anak bisa belajar banyak hal dalam segi motorik, sensorik dan dalam hal sosial. 






Arena bermain juga dapat melatih kemandirian anak, yang penting tetap awasi ya. 

Namun bukan berarti harus sering dibawa ke arena bermain, yang ada bisa berantakan nanti cashflow rumah tangga.

Saya menggunakan sistem reward untuk Kael. Biasakan anak berusaha dulu untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Karena bermain bisa dimana saja, namun kalau ada duit dan mau nyaman ya memang harus berkorban. Hehehe.

Pada anak seusia Kael memang sedang dalam masa mau bermain terus, jadi saya mikirnya ya udah puas-puasin Kael main di arena bermain sampai dia bosen sendiri atau sudah batas usia dia bermain.

Jangan lupa kita sebagai orangtua juga bikin jatah dari cashflow bulanan ya,  biar kegembiraan anak tidak merenggut kebahagaiaan keluarga.


Bye!


ANITA

No comments:

Post a Comment

CERITA TENTANG PLAYGROUND BERBAYAR

Kalau boleh jujur, waktu masih kecil rasanya saya beserta adik kakak tidak pernah merasakan bermain di playground berbayar layaknya Kael se...